HUKUM FIKIH SALAT JAMA’AH (Telaah Mazhab, Dalil, dan Adab Berjamaah)



HUKUM FIKIH SALAT JAMA’AH

(Telaah Mazhab, Dalil, dan Adab Berjamaah)

Mukadimah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا،
والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Salat jamaah bukan hanya persoalan pahala yang berlipat, tetapi persoalan hukum, syarat, dan adab. Karena itu para ulama membahasnya dengan sangat rinci, bahkan sampai pada perbedaan pendapat antar mazhab—semuanya lahir dari kesungguhan menjaga syariat.


I. Hukum Fikih Salat Jamaah Menurut Mazhab

1. Dalil Umum Pensyariatan

Al-Qur’an

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dirikanlah salat, tunaikan zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
(QS. Al-Baqarah: 43)

Ulasan Ulama

  • Ibn Katsir: Ayat ini menjadi dalil disyariatkannya salat jamaah karena perintah ‘bersama orang yang rukuk’.

Sunnah

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Salat jamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


2. Hukum Salat Jamaah Menurut Mazhab

a. Mazhab Syiah Imamiyah

Salat jamaah mustahab muakkad (anjuran yang sangat ditekankan).

Imam Ja‘far ash-Shadiq berkata:

Salat jamaah adalah kesempurnaan salat, bukan syarat sahnya.

Pengecualian:
Salat Idul Fitri & Idul Adha wajib berjamaah apabila syarat terpenuhi (di antaranya kehadiran Imam Ma‘shum).


b. Mazhab Hanbali & sebagian Hanafi

Salat jamaah wajib ‘ain bagi laki-laki yang mampu.

Dalil Hadis:

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ، ثُمَّ أُحَرِّقَ بُيُوتَ قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ
“Aku hampir memerintahkan agar rumah orang yang tidak menghadiri salat jamaah dibakar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Komentar Imam Ahmad:

Ancaman keras tidak mungkin diberikan kecuali pada kewajiban.


c. Sebagian Mazhab Syafi’i

Salat jamaah wajib kifayah bagi laki-laki mukim.

Imam An-Nawawi:

Jika di suatu wilayah tidak ada salat jamaah, maka seluruh penduduknya berdosa.


d. Salat Jumat

Ijma’ ulama: berjamaah adalah syarat sah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ
“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk salat Jumat, maka bersegeralah…”
(QS. Al-Jumu‘ah: 9)


II. Salat yang Boleh Dilaksanakan Berjamaah

1. Menurut Mayoritas Ahlusunnah

Semua salat wajib dan sunnah boleh berjamaah.

2. Mazhab Maliki & Hanafi

Salat sunnah berjamaah makruh, kecuali:

  • Tarawih
  • Salat Ayat

3. Mazhab Syiah

Tidak membolehkan salat sunnah berjamaah kecuali:

  • Salat Istisqa’
  • Salat Id (menurut sebagian fuqaha, pada masa ghaibah hukumnya mustahab)

Salat tarawih berjamaah dinilai bid‘ah idhafiyah menurut mereka.


III. Syarat-Syarat Sah Salat Berjamaah

1. Kesamaan Jenis Salat

Imam dan makmum harus melaksanakan salat dengan hukum yang sama (wajib dengan wajib, sunnah dengan sunnah).

2. Posisi Makmum

Makmum tidak boleh lebih maju dari imam.

Hadis:

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ
“Imam dijadikan untuk diikuti.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


3. Ketinggian Tempat

Tempat imam tidak lebih tinggi secara mencolok dari makmum.

4. Jarak

Tidak terlalu jauh sehingga terputus keterikatan jamaah.

5. Tidak Ada Penghalang

Tidak ada tembok atau penghalang permanen; kain pemisah laki-laki dan perempuan diperbolehkan.


IV. Syarat Imam Jamaah

Imam harus:

  1. Berakal dan baligh
  2. Beriman
  3. Adil

Dalil:

لَا يَؤُمُّنَّكُمْ فَاجِرٌ
“Janganlah orang fasik menjadi imam kalian.”
(Makna hadis, diriwayatkan dalam kitab fikih)

  1. Bacaan Al-Qur’annya benar
  2. Jika makmum laki-laki → imam harus laki-laki
  3. Perempuan boleh mengimami perempuan (jumhur ulama)

Hadis:

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ
“Yang paling berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaan Al-Qur’annya.”
(HR. Muslim)


V. Adab dan Norma Salat Jamaah

Dalil Umum Adab

خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Pakailah perhiasan terbaik kalian setiap ke masjid.”
(QS. Al-A‘raf: 31)


Adab-Adab Jamaah

  • Mengisi shaf pertama
  • Merapatkan shaf

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ
“Luruskan shaf kalian, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan salat.”
(HR. Bukhari & Muslim)

  • Tidak mengganggu jamaah
  • Tidak berbau menyengat

مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا
“Siapa yang makan bawang atau bawang putih, jangan mendekati masjid.”
(HR. Muslim)

  • Imam memperhatikan kondisi makmum
  • Saling menyapa dan menanyakan yang tidak hadir

Penutup Ceramah

Ma’asyiral muslimin rahimakumullāh,

Perbedaan mazhab dalam hukum salat jamaah adalah rahmat, bukan alasan untuk meninggalkannya. Semua sepakat: salat jamaah adalah syi’ar Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ
“Pertolongan Allah bersama jamaah.”
(HR. Tirmidzi)

Mari kita jaga:

  • Ilmu fikihnya
  • Adabnya
  • Persatuannya

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang menghidupkan masjid dan memakmurkan jamaah.

والله أعلم بالصواب
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين



Tidak ada komentar