IMAN ADALAH LAYAR PADA PERAHU DIRI MANUSIA
IMAN ADALAH LAYAR PADA PERAHU DIRI MANUSIA
(Refleksi Tasawuf dari Kitab Fīhi Mā Fīhi)
Pendahuluan
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah yang menanamkan iman di dalam hati, menjadikannya cahaya penuntun di lautan kehidupan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan kesabaran, kelembutan, dan keagungan akhlak.
Jamaah rahimakumullāh,
Rumi mengajarkan kepada kita bahwa iman bukan sekadar pengetahuan, melainkan kekuatan batin yang menggerakkan diri. Ia berkata:
“Iman adalah layar pada perahu diri manusia. Tanpa layar, angin tidak bermakna.”
Artinya, ujian hidup, nasihat, bahkan ayat-ayat Allah tidak akan membawa kita ke mana-mana tanpa iman yang hidup di dalam hati.
1. Memperbaiki Diri, Bukan Menguasai Orang Lain
Rumi menegaskan bahwa kesalahan besar manusia adalah sibuk memperbaiki orang lain, sementara dirinya sendiri penuh karat.
Dalil Al-Qur’an
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugilah orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9–10)
Hadis Nabi ﷺ
«الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ»
“Seorang mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya dalam ketaatan kepada Allah.”
(HR. Ahmad)
Ulasan Ulama
- Imam Al-Ghazali:
“Siapa yang sibuk memperbaiki orang lain sebelum memperbaiki dirinya, ia tertipu oleh nafsunya sendiri.”
- Ibnu Atha’illah:
“Tanda matinya hati adalah tidak sedih ketika kehilangan ketaatan.”
➡ Inti pesan: pasangan, anak, dan orang lain adalah cermin pembersih diri, bukan objek dominasi.
2. Kesabaran Adalah Jalan Pemurnian Jiwa
Rumi menyatakan bahwa menderita karena kesabaran justru membersihkan batin.
Dalil Al-Qur’an
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”
(QS. Ali ‘Imran: 146)
Hadis Nabi ﷺ
«مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ»
“Tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ulasan Tasawuf
- Junaid al-Baghdadi:
“Sabar adalah menelan pahit tanpa mengeluh.”
- Rumi:
“Luka adalah tempat cahaya masuk ke dalam dirimu.”
➡ Pesan dakwah: jangan takut pada luka batin—ia bisa menjadi jalan menuju Allah.
3. Kecemburuan, Fitnah, dan Kedamaian Batin
Kisah Rasul ﷺ yang melarang sahabat masuk kota pada malam hari mengajarkan menahan prasangka dan kecemburuan.
Dalil Al-Qur’an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ
“Hai orang-orang beriman, jauhilah banyak dari prasangka.”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Hadis Nabi ﷺ
«إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ»
“Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah ucapan paling dusta.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Komentar Ulama
- Imam Nawawi:
“Prasangka buruk adalah pintu terbesar rusaknya hubungan dan hancurnya iman sosial.”
➡ Pelajaran: iman yang matang melahirkan kedamaian batin, bukan kegelisahan.
4. Iman Lebih Tinggi dari Logika
Rumi menegaskan: akal tanpa iman hanya menghasilkan debat, bukan petunjuk.
Dalil Al-Qur’an
إِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ
“Sesungguhnya bukan mata yang buta, tetapi hati yang buta.”
(QS. Al-Hajj: 46)
Hadis Nabi ﷺ
«أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً… أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»
“Dalam tubuh ada segumpal daging… itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ulasan Ulama
- Ibnu Taimiyyah:
“Akal adalah alat, iman adalah cahaya.”
- Rumi:
“Kata-kata tanpa iman hanyalah angin.”
5. Iman Adalah Layar Perahu Kehidupan
Tanpa iman, ujian tidak membawa kita ke Allah. Dengan iman, badai justru mempercepat perjalanan.
Dalil Al-Qur’an
﴿وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ﴾
“Barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk pada hatinya.”
(QS. At-Taghabun: 11)
Hadis Nabi ﷺ
«ذَاقَ طَعْمَ الإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا…»
“Telah merasakan manisnya iman orang yang ridha kepada Allah.”
(HR. Muslim)
Penutup Hikmah
- Iman menjadikan luka bermakna
- Iman menjadikan sabar terasa manis
- Iman menjadikan dunia kecil di mata hati
Penutup Ceramah
Jamaah rahimakumullāh,
Jika iman adalah layar, maka:
- Angin ujian adalah rahmat
- Laut kehidupan adalah madrasah
- Tujuan akhir adalah Allah
Mari kita periksa:
Apakah layar iman kita sudah terbentang… atau masih terlipat?
اللهم زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا وَصَبْرًا
Post a Comment