KERJA KERAS DALAM ISLAM
📌 CERAMAH LENGKAP — AKHLAKUL KARIMAH: KERJA KERAS DALAM ISLAM
Beserta Dalil, Arab–Terjemah, dan Komentar Ulama
Pendahuluan Ceramah (Pembuka Retorik)
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Islam adalah agama perjuangan, agama amal, agama kerja keras.
Tidak ada satu pun manusia besar dalam sejarah Islam kecuali mereka adalah pekerja keras, bukan pemalas, bukan penunda-nunda waktu, tetapi hamba-hamba Allah yang mengorbankan tenaga, akal, dan waktu untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Allah memuliakan kerja keras, bahkan mewajibkannya… bukan hanya bagi para pekerja, tapi juga bagi pelajar, santri, guru, pedagang, petani, dan siapa saja yang ingin meraih keberkahan hidup.
🔥 1. Kerja Keras dalam Al-Qur’an
A. Kerja keras adalah syarat mendapatkan kebaikan (QS. Al-’Ankabût 29:6)
Dalil
قَالَ تَعَالَى:
وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya: “Barang siapa bersungguh-sungguh (berjihad), maka sesungguhnya kesungguhannya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh Allah Maha Kaya dari seluruh alam.”
Penjelasan Ulama
- Ibnu Katsir:
“Ayat ini mencakup seluruh bentuk kesungguhan: jihad, ibadah, ilmu, dan pekerjaan. Semuanya kembali manfaatnya kepada pelakunya.” - Maksudnya: kerja keras bukan untuk Allah, tapi untuk keberhasilan diri kita sendiri.
B. Kerja keras adalah kunci untuk sukses dunia–akhirat (QS Al-’Ankabût 29:69)
قَالَ تَعَالَى:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh pada jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
Syarah Ulama
- Al-Qurthubi:
“Siapa yang bekerja keras, Allah akan bukakan pintu keberhasilan yang sebelumnya tidak ia sangka.”
C. Kemalasan adalah tanda lemahnya iman — menurut ulama
Ibrahim Al-Tahawi berkata dalam al-Iqtisad al-Islami:
“Kemalasan, pengangguran, dan membuang waktu bagi pekerjaan tidak bermanfaat adalah bukti lemahnya iman kepada Allah.”
Maknanya:
Islam mengaitkan keimanan dengan produktifitas.
🔥 2. Kerja Keras HARUS diiringi dengan ILMU
A. Allah meninggikan derajat orang berilmu (QS Al-Mujādalah 58:11)
Dalil
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya: “Allah meninggikan derajat orang-orang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Ulasan
- Imam Al-Baghawi:
“Kenaikan derajat dengan ilmu lebih tinggi daripada kenaikan derajat dengan amal tanpa ilmu.” - Artinya: kerja keras tanpa ilmu hanya jadi keringat yang hilang, tetapi kerja keras berdasarkan ilmu menghasilkan keberkahan.
B. Tidak sama orang berilmu dan yang tidak berilmu (QS Az-Zumar 39:9)
Dalil
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya: “Katakanlah: apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui?”
Syarah Ulama
Ibnu Katsir:
“Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu. Orang yang bekerja dengan ilmu tidak sama dengan orang yang bekerja tanpa ilmu.”
🔥 3. Islam: Agama Kerja 7 Hari dalam Seminggu (QS Al-Jumu’ah 62:10)
Dalil
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ
Artinya: “Apabila shalat (Jumat) telah ditunaikan, bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
Catatan Ulama
- Imam Jalaluddin As-Suyuthi:
“Ayat ini perintah eksplisit untuk bekerja setelah shalat Jumat. Tidak ada larangan bekerja setiap hari.” - Ini berbeda dari Yahudi dan Nasrani yang punya libur Saptu dan Minggu.
Implikasi besar:
➤ Muslim seharusnya menjadi umat paling produktif.
➤ Tapi kenyataannya, umat Islam paling banyak menganggur dan malas.
🔥 4. Islam Bukan Agama Pemalas
Rasulullah ﷺ berdoa memohon dijauhkan dari kemalasan.
Hadis tentang larangan malas
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.”
(HR. Bukhari)
Makna Ulama
- Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi:
“Malas adalah penyakit yang menghancurkan agama dan dunia.”
🔥 5. Kerja Keras + Ilmu + Ketekunan = Umat Terbaik
Dalil tentang umat terbaik (QS Ali ‘Imrân 3:110)
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.”
Penjelasan
Ummat jadi terbaik karena:
1️⃣ Akhlak terbaik
2️⃣ Kerja keras terbaik
3️⃣ Ilmu terbaik
Kalau tiga hal ini hilang, umat Islam akan jatuh… dan itulah yang terjadi hari ini.
🔥 6. Mengapa Umat Islam Hari Ini Tertinggal?
Sangat tepat dikatakan:
- Yahudi bekerja 6 hari, libur 1 hari
- Nasrani bekerja 6 hari, libur 1 hari
- Muslim diperintahkan bekerja 7 hari
(kecuali ketika panggilan adzan Jum’at)
Tetapi realitanya:
➡ Umat lain bekerja lebih banyak,
➡ Umat Islam lebih banyak liburnya!
Maka hasilnya:
- Umat Yahudi (15 juta jiwa) menjadi umat terkaya di dunia.
- Umat Islam (± 2 miliar) menjadi paling tertinggal secara ekonomi.
Alasan utama:
➡ Tidak mengamalkan ayat-ayat tentang kerja keras
➡ Tidak menghargai ilmu
➡ Terjebak budaya malas dan menunda-nunda
🔥 7. Kerja Keras bagi Pelajar & Santri
Untuk santri/pelajar, kerja keras berarti:
- Rajin belajar
- Disiplin waktu
- Mengulang pelajaran
- Membaca sebelum mengaji
- Tidak menunda tugas
- Berusaha menjadi yang terbaik
Dalil
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Artinya: “Allah mencintai bila salah satu dari kalian melakukan suatu pekerjaan, dilakukan dengan sebaik-baiknya (profesional).”
(HR. Al-Baihaqi)
Makna Ulama
Al-Munawi:
“Hadis ini menunjukkan kewajiban bersungguh-sungguh dan menghindari pekerjaan sambil lalu.”
🔥 8. Kesuksesan Dunia dalam Islam
Allah memerintahkan doa:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.”
(QS Al-Baqarah 2:201)
Para ulama menafsirkan “kebaikan dunia” sebagai:
- Rezeki yang halal
- Ilmu yang bermanfaat
- Keluarga sakinah
- Kedudukan yang baik
- Kesuksesan dalam pekerjaan
🔥 9. Tiga Tanda Kesuksesan Dunia Menurut Islam
1️⃣ Berakhlakul karimah
2️⃣ Berhasil secara materi/karir
3️⃣ Bermanfaat bagi manusia lain
Seseorang yang bekerja keras dengan ilmu dan amanah akan mencapai tiga hal itu.
🔥 Penutup Retorik
Jama’ah sekalian,
Islam bukan agama tidur.
Islam bukan agama rebahan.
Islam bukan agama menunggu takdir.
Islam adalah agama amal, agama kerja keras, agama bersungguh-sungguh, agama profesionalitas.
Jika umat Islam kembali kepada ayat-ayat kerja keras, ayat-ayat ilmu, ayat-ayat ketekunan…
Maka umat ini akan kembali menjadi umat terbaik, kuat di dunia, mulia di akhirat.
Post a Comment