Ketika Datang di Gunung, Buatlah Suara Indah
Ceramah Retorik: Ketika Datang di Gunung, Buatlah Suara Indah
Durasi: ±50 menit
Pembukaan (5–7 menit)
-
Salam dan pujian kepada Allah SWT
- “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang menanamkan dalam diri manusia kemampuan bertanya, menerima jawaban, dan menanggapi segala hal dengan hikmah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang mengajarkan kita untuk mendengar dengan hati, berbicara dengan kesadaran, dan berinteraksi dengan dunia ini dengan bijaksana.”
-
Pengantar ceramah
- “Hari ini kita akan merenungkan hakikat kehidupan: setiap gerak dan setiap kata yang kita ucapkan adalah pertanyaan, dan segala yang terjadi di sekitar kita adalah jawaban. Bahkan diam pun merupakan jawaban. Inilah yang digambarkan oleh Jauhar dalam Fīhī Mā Fīhī: ‘Ketika datang di gunung, buatlah suara indah.’ Artinya, jadilah bijaksana dalam bertindak dan bersikap.”
Bagian 1: Kehidupan Sebagai Pertanyaan dan Jawaban (10–12 menit)
-
Segala gerak sebagai pertanyaan
- Setiap tindakan manusia: makan, minum, belajar, berbicara, atau diam, adalah bentuk pertanyaan kepada alam dan kepada Tuhan. Alam dan kehidupan memberikan tanggapan sesuai hukum dan hikmah Tuhan.
-
Dalil Al-Qur’an tentang ketentuan Tuhan
- QS. An-Nisa [4]: 78
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ
“Di mana pun kamu berada, kematian akan mengejar kamu, meskipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi. Jika menimpa mereka kebaikan, mereka berkata, ‘Ini dari Allah’; jika menimpa mereka keburukan, mereka berkata, ‘Ini dari engkau’. Katakanlah, ‘Semua itu dari Allah.’” - Komentar: Setiap jawaban dari alam atau manusia merupakan respons dari hukum Allah. Kita harus bijak menerima dan menyesuaikan diri.
- QS. An-Nisa [4]: 78
-
Pertanyaan tanpa kata
- Contoh: benih yang ditanam, pohon yang tumbuh, atau pohon aprikot yang dipetik. Alam menjawab dengan cara yang tidak berbicara, namun tetap memberikan tanggapan sesuai pertanyaan yang diberikan manusia.
Bagian 2: Kesadaran dalam Bertindak (10–12 menit)
-
Ilustrasi “manusia dan gunung”
- Gunung adalah simbol dunia; suara yang kita hasilkan akan memantul, menimbulkan gema yang sepadan. Suara indah atau buruk bergantung pada kesadaran kita.
-
Hadis tentang kesadaran
- Rasulullah ﷺ bersabda:
“إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى” (HR. Bukhari & Muslim)
“Sungguh, setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” - Komentar ulama: Amal lahir dari niat yang benar, dan niat adalah suara batin kita. Amal lahiriah hanyalah gema dari niat itu.
- Rasulullah ﷺ bersabda:
-
Makna tindakan
- Diam atau kata-kata, penerimaan atau penolakan, bahkan kesalahan, adalah tanggapan terhadap pertanyaan batin.
- QS. Al-An’am [6]: 43
فَلَمْ يَزِدْهُمْ مَا أُنزِلَ إِلَيْهِم مِّنْ عَذَابٍ إِلَّا أَكْسَلَهُمْ
“Maka tidaklah azab Kami yang diturunkan kepada mereka menambah kecuali hati mereka semakin keras.” - Komentar: Orang yang tidak mengerti hikmah jawaban akan menganggapnya tidak sesuai; padahal semua terjadi atas izin Allah.
Bagian 3: Hubungan dengan Kehidupan Sehari-hari (10–12 menit)
-
Ilustrasi praktis
- Contoh pohon aprikot: manusia mengambil buah, pemilik kebun memberi hukuman. Jawaban dari tindakan manusia ini adalah refleksi hukum Tuhan.
- Kesadaran bahwa semua ini berasal dari Tuhan: tanggung jawab dan kepatuhan menjadi inti dari setiap tindakan.
-
Konsep “jawaban tanpa kata”
- Pohon yang tidak bertunas adalah jawaban diam. Benih yang gagal tumbuh adalah jawaban dari alam. Setiap pengalaman, baik dan buruk, adalah jawaban atas pertanyaan batin.
-
Dalil Al-Qur’an tentang ujian dan tanggapan
- QS. Al-Anfal [8]: 24
وَاسْأَلُوا اللّهَ مِن فَضْلِهِ
“Mintalah kepada Allah dari karunia-Nya.” - Makna ulama: Dalam setiap pertanyaan hidup, kita harus menyandarkan diri pada Allah, menerima jawaban dengan sabar dan bijak.
- QS. Al-Anfal [8]: 24
Bagian 4: Suara Indah di Gunung = Sikap Bijaksana (10 menit)
-
Analogi gunung dan gema suara
- Gunung = dunia yang memantulkan tindakan kita. Suara indah = tindakan bijaksana, penuh kesadaran.
- “Buat suara indah di gunung”: berbuat baik, bersikap mulia, bertindak dengan niat yang benar, maka dunia akan memantulkannya dengan positif.
-
Hadis tentang etika dan kebaikan
- Rasulullah ﷺ bersabda:
“خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ” (HR. Daraquthni)
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” - Komentar ulama: Bertindak dengan bijaksana dan memberi manfaat adalah suara indah yang memantul di dunia dan akhirat.
- Rasulullah ﷺ bersabda:
-
Prinsip praktis
- Apapun yang kita lakukan, baik perkataan, gerak, maupun diam, hendaknya disertai niat tulus, kesadaran, dan kearifan. Gunung akan mengembalikan gema sesuai dengan apa yang kita pancarkan.
Bagian 5: Kesimpulan dan Pesan Praktis (5 menit)
-
Kesimpulan utama
- Kehidupan adalah interaksi pertanyaan dan jawaban. Segala gerak, ucapan, dan diam merupakan pertanyaan, dan alam serta manusia lainnya memberikan jawaban.
- Kesadaran, niat, dan kearifan adalah “suara indah” yang harus dipancarkan agar dunia memantulkan hal positif.
-
Doa penutup
- اللَّهُمَّ اجعلنا من الذين يسمعون القول فيتبعون أحسنه، واهدنا لطرق السلام
- “Ya Allah, jadikan kami termasuk orang yang mendengar perkataan dan mengikuti yang terbaik, dan tunjukkan kami jalan kedamaian.”
-
Salam penutup
- “Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Post a Comment