KEUTAMAAN DAN FADILAH MEMBACA AL-QUR’AN (Cahaya Hidup di Dunia, Penolong di Akhirat)
KEUTAMAAN DAN FADILAH MEMBACA AL-QUR’AN
Cahaya Hidup di Dunia, Penolong di Akhirat
Mukadimah
الحمد لله الذي أنزل القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان
والصلاة والسلام على سيدنا محمدٍ الذي كان خُلُقُهُ القرآن
Hadirin yang dirahmati Allah…
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan,
bukan sekadar hiasan rak atau aplikasi di ponsel,
tetapi pedoman hidup, obat hati, dan cahaya perjalanan menuju akhirat.
Tidak ada satu kitab pun di muka bumi ini
yang dibaca bernilai ibadah setiap hurufnya,
kecuali Al-Qur’an.
Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup
Allah Ta‘ala berfirman:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Artinya:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)
🔹 Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
“Al-Qur’an adalah petunjuk sempurna dalam urusan aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah.”
Maka membaca Al-Qur’an berarti membuka pintu petunjuk dalam hidup.
Fadhilah Orang yang Mengamalkan Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
Artinya:
“Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang: seseorang yang diberi Allah Al-Qur’an lalu ia membacanya siang dan malam, dan seseorang yang diberi Allah harta lalu ia infakkan siang dan malam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
🔹 Imam An-Nawawi:
“Iri yang dimaksud adalah ghibthah, keinginan memiliki kebaikan yang sama tanpa berharap hilangnya nikmat orang lain.”
➡️ Ini menunjukkan kedudukan tinggi orang yang hidup bersama Al-Qur’an.
Fadhilah Membaguskan Suara Saat Membaca Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ
Artinya:
“Allah tidak mendengarkan sesuatu sebagaimana Dia mendengarkan seorang nabi yang bersuara indah melantunkan Al-Qur’an dengan nyaring.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
🔹 Ibnu Hajar Al-‘Asqalani:
“Membaguskan suara dalam membaca Al-Qur’an dianjurkan selama tidak keluar dari kaidah tajwid.”
Al-Qur’an turun untuk dibaca dengan tartil dan keindahan, bukan asal cepat.
Fadhilah Surat Al-Fatihah
Rasulullah ﷺ bersabda:
هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ
Artinya:
“Surat Al-Fatihah adalah tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung yang diberikan kepadaku.”
(HR. Bukhari)
🔹 Imam Al-Qurthubi:
“Al-Fatihah mencakup seluruh inti ajaran Al-Qur’an: tauhid, ibadah, doa, dan petunjuk hidup.”
Itulah sebabnya shalat tidak sah tanpa Al-Fatihah.
Wasiat Rasulullah ﷺ: Berpegang Teguh pada Al-Qur’an
Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a:
أَوْصَى بِكِتَابِ اللَّهِ
Artinya:
“Rasulullah ﷺ berwasiat agar berpegang teguh kepada Kitabullah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
🔹 Imam Asy-Syathibi:
“Berpegang kepada Al-Qur’an berarti menjadikannya rujukan utama dalam berpikir dan bersikap.”
Fadhilah Membaca Al-Qur’an sebagai Syafaat
Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.”
(HR. Muslim)
Tentang Al-Baqarah dan Ali ‘Imran:
كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ… تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا
Artinya:
“Keduanya akan datang seperti dua gumpalan awan yang membela pembacanya.”
(HR. Muslim)
🔹 Imam An-Nawawi:
“Syafaat Al-Qur’an diberikan kepada orang yang membacanya dengan iman dan pengamalan.”
Membaca Al-Qur’an Lebih Berharga dari Harta Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَأَنْ يَقْرَأَ أَحَدُكُمْ ثَلَاثَ آيَاتٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثِ نُوقٍ حُمْرٍ
Artinya:
“Membaca tiga ayat Al-Qur’an lebih baik daripada tiga ekor unta merah yang gemuk.”
(HR. Muslim)
🔹 Unta merah adalah simbol harta paling mahal di zaman Arab.
Kedudukan Ahli Al-Qur’an di Surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ… فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
Artinya:
“Akan dikatakan kepada ahli Al-Qur’an: Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana di dunia, karena kedudukanmu di surga sesuai dengan ayat terakhir yang engkau baca.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
🔹 Ibnu Rajab Al-Hanbali:
“Derajat di surga sebanding dengan kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an.”
Penutup (Muhasabah)
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Jika Al-Qur’an kelak menjadi pembela,
maka hari ini jadikan ia sahabat.
Jika Al-Qur’an kelak memberi syafaat,
maka hari ini jangan tinggalkan ia berdebu.
Mari kita hidupkan:
- membaca
- mentadabburi
- mengamalkan
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا، ونور صدورنا، وشفاء أحزاننا
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Post a Comment