MENYELIDIKI HATI DAN MENYIBAK KEDURHAKAANNYA
MENYELIDIKI HATI DAN MENYIBAK KEDURHAKAANNYA
HATI SEBAGAI PUSAT AMAL
Panduan intonasi: Lembut, penuh kesadaran, jeda sejenak tiap kalimat penting.
Retorika: Tatap jamaah, tarik perhatian, beri jeda agar mereka merenung.
Bismillāhirraḥmānirraḥīm…
Alḥamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Saudaraku, hari ini kita akan membahas perkara hati…
Hati adalah pusat segala amal, jika hati rusak, rusaklah seluruh amal.
Dalil Hadis:
«فِي الجَسَدِ مُضْغَةٌ، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، هِيَ القَلْبُ»
“Di dalam tubuh anak manusia terdapat segumpal daging. Bila rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya; ketahuilah, ia adalah hati.”
(HR. Bukhari & Muslim)
(Nada ditekan, hentikan sebentar untuk memberi efek merenung)
Komentar Ulama: Al-Qusyairi: “Perbaikan hati adalah syarat mutlak kesempurnaan amal lahir.”
PERBAIKAN BATIN DAN LAHIR
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ أَصْلَحَ بَاطِنَهُ أَصْلَحَ لَهُ ظَاهِرَهُ، وَمَنْ أَصْلَحَ بَاطِنَهُ صَلَحَ لَهُ ظَاهِرُهُ»
“Siapa yang memperbaiki urusan batinnya, niscaya Allah akan memperbaiki lahirnya.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud)
- Batinnya bersih → seluruh anggota badan bersih
- Batinnya rusak → amalan lahir bisa tercemar, meski terlihat baik
Komentar Ulama:
Ibn al-Qayyim: “Hati adalah akar; perbaikannya membawa keselamatan lahir dan batin.”
DOSA-DOSA HATI
Dosa hati termasuk:
- Keragu-raguan, syirik, kemunafikan, kufur
- Salah paham terhadap Allah
- Putus asa dari rahmat-Nya
- Menganggap remeh dosa, menunda inabah
- Ujub, riya’, congkak, sombong
Dalil Qur’an:
وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya orang-orang kafirlah yang berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Yusuf: 87)
Komentar Ulama: Al-Qurtubi: “Tidak cukup bersih lahiriah, hati harus tunduk pada Allah.”
SOSIAL HATI DAN DUNIA
Intonasi: Sedikit lirih, ajak jamaah merenung.
- Memuja orang kaya, merendahkan miskin
- Iri, dengki, dendam
- Gembira atas kesusahan orang lain
- Menyambut dunia dengan berlebihan, menganggap kecil nikmat
Dalil Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Komentar Ulama: Ibnu Katsir: “Taqwa meliputi hati, lisan, dan anggota badan.”
PENYELIDIKAN HATI (MUHASABAH)
Intonasi: Lembut, penuh refleksi, jeda lebih panjang, ajak jamaah introspeksi.
Ibnu Abbas r.a berkata:
“Jangan merasa aman dari dosa, bahkan sedikit rasa malu terhadap malaikat lebih penting daripada dosa itu sendiri.”
- Sudahkah menahan pandangan?
- Sudahkah batin bersih dari ujub dan riya’?
- Sudahkah takut pada Allah lebih dari manusia?
Dalil Qur’an:
﴿وَيَعْلَمُ مَا فِي الصُّدُورِ﴾
“Dan Dia mengetahui apa yang ada dalam dada.”
(QS. Al-Mulk: 13)
Komentar Ulama: Al-Ghazali: “Menyelidiki hati adalah tiang ibadah dan fondasi akhlak.”
MENJAGA HATI DAN BERINABAH
Intonasi: Tegas, motivatif, beri jeda setiap anjuran.
Berusahalah meniadakan dosa dari hati:
- Rendahkan diri kepada Allah
- Mohon perlindungan dan ampunan-Nya
- Segera bertaubat bila tergelincir
“Siapa yang memperbaiki batinnya, Allah memperbaiki lahirnya”
- Taat, ikhlas, menjaga rahasia hati
- Selamat dari azab jika hati selamat
Dalil Hadis: HR. Muslim dan Abu Dawud
Komentar Ulama: Ibn Qayyim: “Hati yang bersih menjadi benteng dari semua dosa lahir.”
DOA :
Ya Allah…
- Selamatkan hatiku dari kedurhakaan…
- Bersihkan batinku, sucikan niatku…
- Jangan biarkan aku lalai terhadap pengawasan-Mu…
- Ampunilah aku, bimbing aku untuk ikhlas,
- Masukkan aku bersama hamba-hamba-Mu yang Engkau ridhoi…
Aamiin… Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘ālamīn
Post a Comment