PRIBADI AKHLAKUL KARIMAH & KREDIBILITAS SANTRI



🕌 CERAMAH LENGKAP: “PRIBADI AKHLAKUL KARIMAH & KREDIBILITAS SANTRI”

(Lengkap dalil Arab – terjemah – syarah ulama & contoh tokoh)


Bagian 1 — Pembukaan Retorik

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Alḥamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn. Waaṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā Sayyidinā Muḥammad, nabiyyi ar-raḥmah wal-hudā.

Hadirin sekalian…
Zaman berubah… teknologi melesat… tapi satu hal yang tidak pernah basi: KREDIBILITAS.
Kepercayaan diri manusia terhadap manusia lain — trust, al-amānah, tsiqah — nilainya jauh lebih mahal daripada emas.

Di tengah ribuan suara di media sosial, hanya suara orang-orang yang kredibel yang mampu mengguncang hati dan menggerakkan umat. Karena itu, Islam tidak hanya menuntut kita menjadi orang baik, tetapi menjadi orang yang dapat dipercaya.


Bagian 2 — Apa Itu KREDIBILITAS?

Dalam bahasa Inggris: credibility
Menurut Oxford Dictionary:

“The quality of being believable or trustworthy.”
“Kualitas seseorang untuk dipercaya.”

Dalam Islam, istilah ini setara dengan konsep al-amānah dan ash-shidq.

Rasulullah ﷺ mendapat gelar al-Amīn jauh sebelum menjadi Nabi.


Dalil tentang pentingnya kredibilitas

Al-Qur’an — Amanah sebagai Identitas Orang Beriman

QS. Al-Mu’minūn 23:8
﴿ وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ ﴾
Artinya:
“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janji-janji mereka.”

Ibn Katsir berkata:

“Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu tanda keimanan sejati adalah menjaga amanah dan janji dalam semua aspek kehidupan — pribadi, sosial, dan agama.”


Hadis — Tanda munafik adalah hilangnya kredibilitas

Rasulullah ﷺ bersabda:

« آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ »
(HR. Bukhari Muslim)

“Ciri orang munafik ada tiga: bila berbicara ia dusta, bila berjanji ia ingkar, bila dipercaya ia berkhianat.”

Imam Nawawi menjelaskan:

“Inilah tanda hilangnya kredibilitas seseorang. Ia mungkin terlihat taat, namun jika ucapan dan tindakannya tidak sesuai, imannya bermasalah.”


Bagian 3 — Tokoh-tokoh Dunia yang Memiliki Kredibilitas Tinggi

1. Martin Luther King Jr.
Ketika berbicara tentang persamaan hak, seluruh dunia mendengarkan. Mengapa?
Karena ia mengorbankan hidupnya untuk apa yang ia serukan.

2. Baharuddin Lopa
Mengajak hidup sederhana & memerangi KKN — dan ia menjalankannya.
Ia mendapat kepercayaan publik karena konsisten.

3. Nurcholish Madjid
Mengkampanyekan toleransi, dan beliau sendiri menjalankan nilai itu sepanjang hidupnya.

Pelajaran besar:
➡️ Kredibilitas bukan hadiah. Ia dihasilkan dari konsistensi sepanjang hidup.


Bagian 4 — Konsistensi antara Ucapan & Perilaku

Kredibilitas lahir dari kesesuaian antara kata dan tindakan.

Dalil Keras dari Al-Qur’an

QS. As-Ṣaff 61:2–3
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ • كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴾

Artinya:
“Wahai orang-orang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian lakukan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.”

Imam al-Qurthubi berkata:

“Ayat ini mencela keras orang yang ucapannya bertentangan dengan perbuatannya. Ini adalah pembunuh kredibilitas.”


Bagian 5 — Mengapa Banyak Tokoh Agama Kehilangan Kredibilitas?

• Ilmunya tinggi, akhlaknya rendah.
• Menyuruh jamaah sederhana, tapi hidupnya bermewah-mewahan.
• Mengajak sabar, tetapi ia sendiri mudah marah.
• Mengajak toleransi, tapi ucapannya penuh kebencian.

Maka umat pun skeptis.
Ucapan tanpa teladan adalah suara tanpa gema.


Bagian 6 — KREDIBILITAS SANTRI

Santri memiliki dua makna:

1. Secara Lughawi:

Orang yang belajar agama, menekuni ilmu Islam.

2. Secara Istilah Sosiologis (Kontemporer):

Setiap muslim yang taat menjalankan ajaran Islam, baik ia alumnus pesantren atau tidak.

➡️ Jadi santri = muslim yang menjaga akhlak, ibadah, ilmu, dan kehormatan.


Bagian 7 — Lima Unsur Pokok Islam Ideal yang Membentuk Kredibilitas Santri

1. Level Personal: Menjaga Diri & Keluarga

QS. Ṭāhā 20:132
﴿ وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ﴾
“Perintahkan keluargamu shalat dan bersabarlah dalam menjaganya.”

Imam Ath-Thabari:

“Pemimpin sejati memulai dari keluarganya. Barang siapa gagal membina rumahnya, tidak akan mampu membina umat.”


2. Sikap Kepemimpinan & Kepeloporan Kebaikan

QS. Ali Imran 3:110
﴿ كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ ... ﴾

“Kalian adalah umat terbaik… menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar…”

Ibn Katsir:

“Santri adalah orang yang membawa nilai Islam dalam masyarakat sehingga menjadi teladan.”


3. Keilmuan — Santri adalah Ahlul Ilmi

QS. Al-Mujādalah 58:11
﴿ يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ﴾

“Allah meninggikan orang beriman dan orang berilmu beberapa derajat.”

Imam Syafi’i berkata:

“Barang siapa ingin dunia, ia perlu ilmu. Barang siapa ingin akhirat, ia perlu ilmu. Barang siapa ingin keduanya, ia perlu ilmu.”

Santri tanpa ilmu = tubuh tanpa ruh.


4. Level Sosial: Berinteraksi Baik dengan Non-Muslim

QS. Al-Mumtahanah 60:8
﴿ لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ ... أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ﴾

“Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil kepada non-Muslim yang tidak memerangi kalian.”

Contoh:
Rasulullah ﷺ melindungi Yahudi yang terzalimi di Madinah.

Ibnul Qayyim:

“Syariat datang dengan keadilan bagi semua manusia, muslim ataupun non-muslim.”


5. Memakai Standar Etika Tinggi (ʿIffah)

QS. An-Nūr 24:33
﴿ وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا ﴾
“Hendaklah orang-orang yang belum mampu menikah menjaga kesucian dirinya.”

Iffah = menjaga diri dari hal haram & perbuatan rendah secara sosial.

Imam Al-Jurjani:

“Iffah adalah menahan diri dari segala hal yang menjatuhkan martabat.”

Santri harus:
• Jujur
• Sopan
• Tidak kasar
• Menjaga lisan
• Berpakaian pantas
• Beretika tinggi

Inilah sumber kredibilitas sosial.


Bagian 8 — Bagaimana Membangun Kredibilitas Seorang Santri?

1. Istiqamah dalam kebaikan

Istiqamah lebih berat dari 1000 nasihat.

2. Menghindari perkara syubhat

Hadis:
« فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ »
"Barang siapa menjaga diri dari syubhat, ia menjaga agama dan kehormatannya."
(HR. Bukhari Muslim)

3. Berani mengakui kesalahan

Ini tanda tulus dan rendah hati.

4. Berbuat sebelum berbicara

Ini prinsip Rasul.

5. Menjaga konsistensi antara kata & tindakan

Inilah puncak kredibilitas.


Bagian 9 — Penutup Retorik

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Kredibilitas bukan sekedar citra.
Ia adalah akhlak.
Ia adalah iman.
Ia adalah buah dari perjuangan bertahun-tahun.

Santri sejati adalah:
• Teladan bagi diri & keluarga
• Pemimpin kebaikan
• Pencari ilmu
• Ramah kepada semua manusia
• Beretika tinggi.

Jika lima unsur itu melekat, maka ia bukan hanya santri…
Ia adalah wakil Islam. Ia adalah duta Allah di muka bumi.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang kredibel, jujur, dan amanah.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.



Tidak ada komentar