Diselamatkan dari Fir‘aun: Nikmat, Ujian, dan Peringatan
“Diselamatkan dari Fir‘aun: Nikmat, Ujian, dan Peringatan”
Tafsir Tahlili QS. Al-Baqarah: 49
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 49:
وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ
“(Ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikutnya. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu; mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Pada yang demikian itu terdapat ujian yang besar dari Tuhanmu.”
I. “وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ” — ALLAH YANG MENYELAMAT KAN
Allah mengingatkan Bani Israil:
“Ingat ketika Kami menyelamatkan kalian.”
Yang menyelamatkan bukan:
- Strategi politik
- Diplomasi
- Kekuatan militer
Tapi Allah.
Fir‘aun adalah simbol kesombongan kekuasaan. Ia disebut dalam Al-Qur'an:
إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ
“Sesungguhnya Fir‘aun telah berlaku sewenang-wenang di muka bumi.”
(QS. Al-Qashash: 4)
Dan Allah berfirman:
وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ
“Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi.”
(QS. Al-Qashash: 5)
Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
هذا من أعظم نعم الله عليهم
“Ini termasuk nikmat terbesar Allah kepada mereka.”¹
II. KEKEJAMAN FIR‘AUN
Allah menyebut:
يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ
Anak laki-laki dibunuh.
Anak perempuan dibiarkan hidup.
Kenapa?
Karena Fir‘aun takut kehilangan kekuasaan.
Dalam sejarah disebutkan ia mendapat kabar akan lahir seorang anak yang menghancurkan kerajaannya. Anak itu adalah Nabi Musa عليه السلام.
Namun justru anak yang ditakuti itu dibesarkan di istananya sendiri.
Allahu Akbar…
Kalau Allah sudah berkehendak,
rencana manusia hanya jadi alat.
III. INI UJIAN BESAR
Allah menyebut:
وَفِي ذٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ
Ujian itu ada dua:
- Ujian penderitaan
- Ujian keselamatan
Ketika mereka disiksa → itu ujian.
Ketika mereka diselamatkan → itu juga ujian.
Allah berfirman:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
“Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian.”
(QS. Al-Anbiya: 35)
Imam Al-Tabari berkata:
البلاء يكون بالنعمة كما يكون بالمصيبة
“Ujian bisa berupa nikmat sebagaimana bisa berupa musibah.”²
IV. PELAJARAN UNTUK UMAT ISLAM
Sejarah Bani Israil bukan dongeng.
Umat Islam juga pernah:
- Bersatu di bawah khilafah
- Menguasai ilmu pengetahuan
- Memimpin peradaban
Namun ketika:
- Umat terpecah
- Syariat ditinggalkan
- Akhlak rusak
Datanglah kehancuran.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ… وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا
“Jika kalian sibuk dengan transaksi riba, meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian.”
(HR. Abu Dawud no. 3462)
V. HUMOR
Kadang kita ini seperti Bani Israil versi modern.
Waktu susah: “Ya Allah tolong kami!”
Begitu sudah selamat: “Alhamdulillah… sekarang lanjut maksiat lagi.” 😅
Waktu sakit: Masjid penuh.
Begitu sehat: Masjid kosong.
Kadang Allah kasih ujian sakit supaya kita dekat.
Tapi begitu sembuh, kita jauh lagi 🤦♂️
VI. PESAN MENDALAM
Fir‘aun bukan sekadar tokoh sejarah.
Fir‘aun adalah simbol kesombongan dalam diri.
Kalau kita:
- Merasa paling benar
- Merasa paling hebat
- Merasa tak butuh Allah
Sedikit demi sedikit sifat Fir‘aun tumbuh dalam hati.
Allah berfirman:
إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
“Sesungguhnya orang zalim tidak akan beruntung.”
(QS. Al-An‘am: 21)
VII. RENUNGAN
Hadirin…
Bani Israil diselamatkan setelah bertahun-tahun ditindas.
Tapi apakah mereka langsung bersyukur?
Tidak.
Setelah selamat dari laut, mereka berkata:
اجْعَل لَّنَا إِلٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ
“Buatkan kami tuhan seperti mereka punya tuhan.”
(QS. Al-A‘raf: 138)
Allahu Akbar…
Baru saja diselamatkan, sudah minta menyimpang.
Jangan sampai kita seperti itu.
VIII. PENUTUP
Kalau hari ini kita:
- Masih bisa bernapas
- Masih bisa shalat
- Masih bisa mendengar ceramah
Itu nikmat penyelamatan.
Mungkin bukan dari Fir‘aun Mesir.
Tapi dari Fir‘aun dosa kita sendiri.
Pertanyaannya:
Setelah diselamatkan…
Apakah kita akan bersyukur?
Atau kembali lalai?
Footnote Rujukan
- Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, tafsir QS. 2:49.
- Al-Tabari, Jāmi‘ al-Bayān, tafsir QS. 2:49.
Post a Comment