Amal yang Sia-sia, Tauhid yang Menyelamatkan

Amal yang Sia-sia, Tauhid yang Menyelamatkan


PEMBUKAAN 

الحمد لله رب العالمين…
نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Jamaah yang dimuliakan Allah…
Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak sekadar menenangkan,
tetapi mengguncang orang yang merasa sudah benar

Ada ayat yang tidak sedang bicara tentang orang kafir di luar sana,
tetapi tentang orang beramal…
yang ternyata bangkrut di akhirat
.

Hari ini…
kita tidak sedang menilai orang lain.
Hari ini…
Al-Qur’an sedang menilai kita.


BAGIAN I: BUTA MESKI MELIHAT, TULI MESKI MENDENGAR 

Allah berfirman:

الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا

“Orang-orang yang matanya tertutup dari mengingat-Ku dan mereka tidak sanggup mendengar.”

Bukan karena mereka tidak punya mata
bukan karena mereka tidak punya telinga

Tetapi karena hati mereka tertutup.

Jamaah sekalian…
Betapa banyak orang:

  • Mendengar ayat… tapi tidak tersentuh
  • Mendengar nasihat… tapi tidak berubah
  • Mendengar kematian… tapi tidak takut

Karena dosa…
karena kesombongan…
karena merasa: “Saya sudah baik.”


BAGIAN II: SYIRIK HALUS – MENYANDARKAN KESELAMATAN PADA SELAIN ALLAH 

Allah melanjutkan:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

“Apakah mereka mengira bisa menjadikan hamba-hamba-Ku sebagai penolong selain Aku?”

Dulu…
mereka menyembah malaikat…
menyembah Isa…
menyembah Uzair…

Hari ini…
manusia menyembah:

  • Jabatan
  • Popularitas
  • Harta
  • Nama besar
  • Followers
  • Pujian manusia

Lisan berkata Allah,
tapi hati menggantung pada selain Allah.

Dan Allah menegaskan…
Jahanam telah disiapkan…
sebagai “jamuan” bagi kesombongan.


BAGIAN III: ORANG PALING RUGI – MERASA PALING BENAR 

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا

“Maukah Kami beritahu orang yang paling rugi amalnya?”

Bukan pezina…
bukan pencuri…
bukan perampok…

Tetapi…

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

“Mereka beramal…
namun sesat…
dan merasa paling baik.”

Inilah penyakit paling berbahaya:
merasa sudah selamat.

Banyak amal…
tapi tidak ikhlas.
Banyak ibadah…
tapi untuk dipuji.
Banyak dakwah…
tapi merendahkan.


BAGIAN IV: AMAL DIHAPUS TOTAL 

فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ

“Maka gugurlah seluruh amal mereka…”

Shalatnya…
sedekahnya…
amalnya…

Hilang…
seakan tidak pernah ada.

Dan Allah berfirman:

فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

“Kami tidak memberi nilai apa pun bagi mereka di hari kiamat.”

Bayangkan…
hidup 60 tahun…
70 tahun…
lalu nol di akhirat.

Ya Allah…
selamatkan kami…


BAGIAN V: FIRDAUS UNTUK YANG IKHLAS 

Namun Allah Maha Adil…
Allah Maha Penyayang…

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

“Orang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus.”

Bukan yang paling terkenal…
bukan yang paling dipuji…

Tapi yang paling jujur niatnya.


BAGIAN VI: PENUTUP TAUHID & IKHLAS 

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Siapa yang berharap bertemu Rabbnya…
beramallah…
dan jangan menyekutukan-Nya sedikit pun.”

Inilah kunci keselamatan:

  • Tauhid
  • Ikhlas
  • Amal sesuai sunnah

DOA

اللهم…
يا من لا تخفى عليه خافية…

Jika amal kami banyak…
tapi niat kami rusak…
ampuni kami ya Allah…

Jika shalat kami panjang…
tapi hati kami penuh riya…
bersihkan ya Allah…

Ya Allah…
jangan jadikan kami
termasuk orang yang merasa benar
tapi ditolak amalnya…

Ya Allah…
jangan Engkau hapus amal kami
di hari ketika kami sangat membutuhkannya…

Ya Allah…
jika lautan tak cukup menulis kalimat-Mu…
maka hati kami pun tak sanggup memahami-Mu
tanpa pertolongan-Mu...

Teguhkan tauhid kami…
hidupkan ikhlas kami…
terimalah amal kecil kami…

Ya Allah…
jika Engkau tidak mengampuni kami…
maka kami binasa…

Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas-Sami’ul ‘Alim…

والحمد لله رب العالمين…



Tidak ada komentar