AYYUB: KETIKA ALLAH MENGAJARKAN SABAR TANPA TERIAK
“AYYUB: KETIKA ALLAH MENGAJARKAN SABAR TANPA TERIAK”
🌘 PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah, yang memberi nikmat tanpa kita minta,
dan menguji tanpa izin kita lebih dulu.
Shalawat dan salam…
kepada Nabi yang paling banyak tersenyum,
tapi juga paling sering menangis sendirian di malam hari—
Muhammad ﷺ.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
aku tidak datang membawa cerita orang sukses.
Aku datang membawa cerita orang yang hancur—tapi dicintai Allah.
Namanya… Ayyub ‘alaihissalām.
🌗 BABAK I — KEHILANGAN TANPA JUDUL
Nabi Ayyub itu bukan orang miskin.
Ia kaya.
Ia sehat.
Ia punya keluarga.
Lalu Allah ambil satu per satu.
Harta… habis.
Anak… wafat.
Tubuh… rusak.
Tahun demi tahun…
bukan sehari dua hari.
Bukan seminggu dua minggu.
Dan tahukah jamaah?
👉 Tidak ada satu ayat pun yang menceritakan Ayyub marah.
Tidak ada:
“Kenapa aku ya Allah?”
Tidak ada: “Kenapa bukan dia?”
Kita baru kehilangan HP saja…
sudah istighfar sambil emosi.
Ayyub kehilangan segala-galanya…
yang keluar hanya doa paling sopan yang pernah ada.
🌑 BABAK II — DOA TANPA MENUDUH
رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ
“Ya Rabb…
aku telah disentuh setan dengan kepayahan dan rasa sakit.”
Perhatikan baik-baik, jamaah…
❌ Ayyub tidak berkata:
“Engkau menyakitiku.”
❌ Tidak berkata:
“Engkau menzalimi aku.”
✅ Ia berkata:
“Aku sedang sakit… dan aku mengadu.”
📌 Ini bedanya mengadu dengan memprotes.
Mengadu itu dekat.
Memprotes itu menjauh.
Kadang kita bukan tidak sabar…
kita hanya kurang adab saat sakit hati.
🌘 BABAK III — ALLAH MENUNGGU SAMPAI HATI SIAP
Allah bisa menyembuhkan Ayyub sejak awal.
Tapi Allah menunggu satu hal:
➡️ Hati yang tidak berubah arah.
Lalu datanglah perintah yang sederhana:
ارْكُضْ بِرِجْلِكَ
“Hentakkan kakimu…”
Air keluar.
Ayyub mandi.
Ayyub minum.
Dan sembuh.
📌 Jamaah…
kesembuhan sering datang bukan karena doanya panjang,
tapi karena hatinya tidak pergi ke mana-mana.
🌕 BABAK IV — BALASAN YANG MEMALUKAN AIR MATA
Allah tidak hanya menyembuhkan Ayyub.
Allah berfirman:
وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ
“Kami kembalikan keluarganya…
dan Kami tambah lagi sebanyak itu.”
Allah tidak berkata:
“Cukup ya, sekadar balik seperti dulu.”
Tidak.
Allah berkata seakan ingin mengatakan:
“Kamu sabar terlalu indah…
Aku malu membalasnya pas-pasan.”
🌒 BABAK V — KALIMAT PALING MENGGETARKAN
Lalu Allah menutup kisah ini dengan satu kalimat:
نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
“Sebaik-baik hamba…
ia selalu kembali.”
Bukan:
- paling kuat
- paling kaya
- paling pintar
Tapi…
👉 paling cepat kembali kepada Allah.
💬 Jamaah…
Kita sering kalah…
bukan karena dosa kita besar,
tapi karena kita terlalu lama kembali.
🤲 DOA
Doa Nabi Ayyub untuk Jiwa-Jiwa yang Lelah
Ya Allah…
Tuhan yang melihat kami tersenyum di depan orang,
tapi menyeka air mata kami di malam hari…
Ya Allah…
kami tidak berani berkata kami sabar…
tapi Engkau tahu, kami masih bertahan.
Ya Allah…
jika Nabi-Mu Ayyub diuji di tubuhnya,
maka kami diuji di hati yang retak-retak.
Ya Allah…
kami tidak menuduh-Mu…
kami hanya datang membawa luka…
رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Ya Allah…
jika ujian ini belum Kau angkat,
jangan Kau cabut iman kami darinya.
Jika air mata ini belum Kau hapus,
jangan Kau biarkan kami menjauh dari-Mu.
Ya Allah…
jadikan kami hamba
yang ketika jatuh… jatuhnya ke arah-Mu
yang ketika lelah… lelahnya di sajadah
yang ketika patah… patahnya tidak pergi
Ya Allah…
sembuhkan kami…
atau kuatkan kami…
atau ajari kami mencintai-Mu dalam sakit ini…
Karena Engkau adalah Allah…
yang tidak pernah salah memilih siapa yang diuji.
Āmīn…
Āmīn…
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment