DARI PELARIAN MENUJU PENGUTUSAN: ALLAH MENYIAPKAN PEMENANG DARI ORANG YANG TERTEKAN

“DARI PELARIAN MENUJU PENGUTUSAN: ALLAH MENYIAPKAN PEMENANG DARI ORANG YANG TERTEKAN”

(QS Al-Qashash 21–40)


I. MELARIKAN DIRI DENGAN DOA (Ayat 21–22)

Doa orang terdesak adalah senjata tauhid

 فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ 

“Maka Musa keluar dari kota itu dengan rasa takut dan waspada. Ia berdoa: ‘Ya Rabbku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.’”
(QS Al-Qashash: 21)

Ulasan Ulama

  • Ibnu Katsir: doa ini menunjukkan tauhid praktis—saat sebab dunia habis, Musa menggenggam sebab langit.
    📚 Tafsir Ibnu Katsir, Juz 6

Hadis Pendukung
« دَعْوَةُ الْمُضْطَرِّ مُسْتَجَابَةٌ »

“Doa orang yang terdesak itu dikabulkan.”
(HR. Ahmad)

Humor halus:

“GPS terbaik bukan sinyal… tapi doa orang kepepet.”


II. MENYUSURI JALAN TANPA PETA (Ayat 22)

Hidayah datang saat niat lurus

       عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ 

“Mudah-mudahan Rabbku membimbingku ke jalan yang lurus.”
(QS Al-Qashash: 22)

Al-Qurthubi:

Siapa yang jujur niatnya, Allah cukupkan petunjuknya.
📚 Tafsir Al-Qurthubi, Juz 13


III. KEKUATAN YANG MELINDUNGI, BUKAN MENINDAS (Ayat 23–24)

Lelaki kuat adalah yang menolong tanpa pamrih

       فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ 

“Musa memberi minum ternak keduanya, lalu ia menyingkir ke tempat teduh.”
(QS Al-Qashash: 24)

Makna Ulama

  • As-Sa‘di: amal ikhlas sering berbuah rezeki tak terduga.
    📚 Tafsir As-Sa‘di

Hadis
« خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ »

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Thabrani)

Humor ringan:

“Musa menolong tanpa selfie—makanya pahalanya awet.”


IV. MALU, AMANAH, DAN AKHLAK PUBLIK (Ayat 25–26)

     تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ 

“Ia datang berjalan dengan penuh rasa malu.”
(QS Al-Qashash: 25)

Ibnu Taimiyah:

Malu adalah cabang iman dan penjaga kehormatan.
📚 Majmu‘ Fatawa

       إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ 

“Sebaik-baik pekerja adalah yang kuat dan amanah.”
(QS Al-Qashash: 26)

➡️ Prinsip kepemimpinan Islam: kompeten + berintegritas


V. KONTRAK KERJA, PERNIKAHAN, DAN KEADILAN (Ayat 27–28)

       وَاللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ 

“Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.”
(QS Al-Qashash: 28)

Imam Malik:

Akad yang jelas adalah pintu keberkahan.
📚 Al-Muwaththa’


VI. SAAT API MENJADI WAHYU (Ayat 29–32)

Dari penggembala menjadi Rasul

       إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ 

“Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Rabb semesta alam.”
(QS Al-Qashash: 30)

Ibnu ‘Athaillah:

Allah memanggil hamba-Nya ketika ia paling jujur dan paling lemah.
📚 Al-Hikam


VII. TAKUT ITU MANUSIAWI, MISI ITU ILAHI (Ayat 33–35)

        سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ 

“Kami kuatkan engkau dengan saudaramu.”
(QS Al-Qashash: 35)

Pelajaran:

Dakwah bukan kerja solo—Allah kirimkan tim.

Humor reflektif:

“Nabi saja minta partner, masa kita sok single fighter?”


VIII. ARGUMEN, KESOMBONGAN, DAN TUHAN PALSU (Ayat 36–39)

        مَا هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُفْتَرًى 

“Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat.”
(QS Al-Qashash: 36)

       مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي 

“Aku tidak mengetahui tuhan selain aku.”
(QS Al-Qashash: 38)

Al-Ghazali:

Kesombongan intelektual adalah hijab terbesar dari hidayah.
📚 Ihya’ ‘Ulumiddin


IX. AKHIR KEZALIMAN: TENGGELAM (Ayat 40)

﴿ فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ ﴾

“Kami binasakan Firaun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke laut.”
(QS Al-Qashash: 40)

Hadis Penegas
« إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ »

“Allah memberi tenggang kepada orang zalim, hingga bila Dia menyiksanya, tak akan dilepaskan.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Humor penutup pahit:

“Istana tinggi tak bisa berenang.”


🎯 PENUTUP – PESAN INTI

  1. Lari dengan doa, bukan putus asa
  2. Berbuat baik saat lapar membuka pintu hidup
  3. Allah menyiapkan pemimpin dari pengasingan
  4. Kesombongan adalah awal kehancuran

📚 RUJUKAN UTAMA

  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Tafsir Al-Qurthubi
  • Tafsir As-Sa‘di
  • Ihya’ ‘Ulumiddin – Al-Ghazali
  • Al-Hikam – Ibnu ‘Athaillah
  • Kutubus Sittah (Bukhari, Muslim, dll.)


Tidak ada komentar