KEMBALI KEPADA ALLAH SEBELUM KITA DIHANCURKAN OLEH KEZALIMAN KITA SENDIRI

“KEMBALI KEPADA ALLAH SEBELUM KITA DIHANCURKAN OLEH KEZALIMAN KITA SENDIRI”


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Allah yang Maha Sabar…
Allah yang tidak langsung menghukum,
meski kita terus melanggar…

Shalawat dan salam semoga tercurah
kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
nabi yang menangis bukan karena luka dirinya,
tetapi karena takut umatnya jauh dari Allah…

Jamaah yang dirahmati Allah…
Malam ini…
bukan malam untuk merasa paling benar…
Bukan malam untuk menunjuk siapa yang salah…

Ini malam…
untuk menunduk…
untuk jujur pada diri sendiri…


BAGIAN I — TAUHID YANG RETAK

Jamaah…
Kezaliman terbesar bukan hanya menindas manusia…
tapi menyingkirkan Allah dari hidup kita.

Allah berfirman:

 وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ 

“Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya.”
(QS. Az-Zumar: 67)

Kita masih shalat…
tapi hati sibuk dunia…
Lisan menyebut Allah…
tapi keputusan hidup dikendalikan hawa nafsu…

Kita bilang “Allah Maha Melihat”
tapi tangan masih berani curang…
Kita bilang “Allah Maha Adil”
tapi kita masih menzalimi…

Inilah tauhid yang retak…
Allah disebut…
tapi tidak ditaati…


BAGIAN II — TAUBAT YANG TERTUNDA 

Jamaah…
Masalah kita bukan karena terlalu banyak dosa…
tapi karena menunda taubat.

Allah berfirman:

 قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ 

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, jangan berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini…
bukan untuk orang suci…
tapi untuk pendosa

Bukan untuk yang merasa bersih…
tapi untuk yang hatinya remuk…

Tapi jamaah…
taubat bukan hanya menangis…
taubat adalah berhenti

Berhenti menzalimi…
Berhenti menipu…
Berhenti berdusta…
Berhenti merusak…


BAGIAN III — KEZALIMAN YANG MENGUNDANG KEHANCURAN 

Jamaah yang dirahmati Allah…

Allah tidak menghancurkan suatu kaum
karena mereka miskin…
atau bodoh…

Tapi karena kezaliman yang dibiarkan.

Allah berfirman:

وَتِلْكَ الْقُرَىٰ أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا 

“Negeri-negeri itu Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim.”
(QS. Al-Kahfi: 59)

Zalim dalam keluarga…
Zalim dalam ekonomi…
Zalim dalam jabatan…
Zalim dalam ucapan…

Dan yang paling berbahaya…
zalim tapi merasa benar

Firaun berkata:

 مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي 

“Aku tidak mengetahui tuhan selain aku.”
(QS. Al-Qashash: 38)

Kesombongan…
itulah awal kehancuran…


BAGIAN IV — PESAN TERAKHIR 

Jamaah…

Jika malam ini
hati masih bisa bergetar…
air mata masih mau jatuh…

Itu tanda…
Allah belum menutup pintu…

Tapi jika hati sudah keras…
nasihat terasa biasa…
maksiat terasa wajar…

Na‘ūdzu billāh…
itu tanda bahaya…

Maka malam ini…
kita pulang kepada Allah…
bukan dengan kesombongan…
tapi dengan kerendahan total

DOA PENUTUP

Allāhumma yā Allāh…
Kami datang bukan membawa amal…
Kami datang membawa dosa…

Yā Allāh…
Jika Engkau hitung kesalahan kami…
tak ada satu pun yang layak selamat…

Tapi rahmat-Mu…
lebih luas dari murka-Mu…

Yā Allāh…
Kami bertaubat…
bukan taubat lisan…
tapi taubat hidup…

Hancurkan dalam diri kami
kesombongan…
kedurhakaan…
dan keberanian melawan-Mu…

Yā Allāh…
Tegakkan tauhid di hati kami…
jangan biarkan dunia menjadi tuhan kami…
jangan biarkan hawa nafsu memimpin kami…

Yā Allāh…
Jika kami termasuk orang zalim…
zalim pada keluarga…
zalim pada amanah…
zalim pada sesama…

Maka hancurkan kezaliman itu
sebelum Engkau hancurkan kami…

Ampuni kami sebelum ajal…
sadarkan kami sebelum terlambat…
kumpulkan kami kelak
bersama orang-orang yang Engkau cintai…

Rabbana lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaitanā…

Shallallāhu ‘alā Sayyidinā Muhammad…
walhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…



Tidak ada komentar