DARI PENJARA KE ISTANA, DARI FITNAH KE KEMULIAAN (Tadabbur QS. Yusuf: 41–60)
“DARI PENJARA KE ISTANA, DARI FITNAH KE KEMULIAAN”
(Tadabbur QS. Yusuf: 41–60)
PEMBUKAAN
Bismillāhirraḥmānirraḥīm…
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang melihat air mata yang tidak sempat jatuh,
Yang mendengar doa yang tidak sempat terucap,
Yang mengetahui luka yang tidak pernah kita ceritakan…
Ash-shalātu was-salāmu ‘alā Sayyidinā Muḥammad ﷺ…
kepada keluarganya, sahabatnya, dan kita semua yang berharap dikumpulkan bersamanya…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
malam ini…
kita tidak sedang mendengar kisah biasa…
kita sedang bercermin…
Karena bisa jadi…
kitalah Yusuf hari ini…
Difitnah…
disalahpahami…
dikorbankan oleh orang terdekat…
lalu kita bertanya dalam hati:
“Ya Allah… sampai kapan?”
BAGIAN 1 — DAKWAH DALAM GELAPNYA PENJARA
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ
“Wahai dua sahabatku di penjara…”
Lihat…
Yusuf dipenjara bukan karena dosa…
tapi karena menjaga kehormatan…
Namun apa yang keluar dari lisannya?
Bukan keluhan…
bukan sumpah serapah…
bukan doa kebinasaan…
Yang keluar adalah DAKWAH…
“Wahai dua sahabatku…”
Subḥānallāh…
orang yang terzalimi…
masih memanggil dengan panggilan kasih…
Berapa banyak dari kita…
yang ketika disakiti…
langsung berubah kasar?
Berapa banyak dari kita…
yang ketika dizalimi…
langsung menyimpan dendam?
Yusuf tidak…
karena hatinya terikat ke langit, bukan ke manusia…
BAGIAN 2 — JUJUR WALAU MENYAKITKAN
Yusuf menakwil mimpi…
Satu akan selamat…
satu akan disalib…
Tidak ada diplomasi…
tidak ada manipulasi…
Inilah kejujuran para nabi…
قُضِيَ الْأَمْرُ
“Telah diputuskan perkara itu…”
Hadirin…
Kadang kebenaran itu pahit…
tapi kebohongan itu lebih mematikan…
Lebih baik kita dibenci manusia…
asal tidak dibenci Allah…
BAGIAN 3 — DITUNDA, BUKAN DITINGGALKAN
Yusuf berkata kepada yang selamat:
“Sebutkan aku kepada tuanmu…”
Namun…
Allah membuat dia lupa…
Tujuh tahun…
dua belas tahun…
Yusuf tetap di penjara…
Dan di sinilah banyak orang gugur imannya…
Karena doa belum dikabulkan…
padahal…
doa itu sedang disimpan…
Allah tidak sedang menolak Yusuf…
Allah sedang menyiapkannya…
Kalau Yusuf keluar terlalu cepat…
dia hanya bebas…
Tapi karena Yusuf bersabar…
dia keluar sebagai pemimpin negeri…
BAGIAN 4 — ILMU YANG MENYELAMATKAN UMAT
Raja bermimpi…
Tujuh sapi gemuk…
dimakan tujuh sapi kurus…
Semua penasihat bungkam…
Lalu Yusuf dipanggil…
Dari penjara…
langsung bicara nasib bangsa…
Inilah Islam…
Bukan hanya sujud di masjid…
tapi menyelamatkan peradaban…
Yusuf tidak hanya berkata:
“Banyaklah berdoa…”
Tapi:
“Tanamlah… simpan… atur… siapkan…”
Hadirin…
Islam bukan agama malas…
Islam agama perencana…
BAGIAN 5 — BERSIH SEBELUM BERKUASA (±10 MENIT)
Ketika raja memanggil…
Yusuf bisa saja berkata:
“Akhirnya…!”
Tapi tidak…
Yusuf berkata:
“Tanyakan tentang wanita-wanita itu…”
Subḥānallāh…
Dia tidak mau keluar sebagai korban…
dia ingin keluar sebagai orang bersih…
Dan ketika semua terbukti…
Apa kata Yusuf?
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي
“Aku tidak membebaskan diriku…”
Orang suci palsu sibuk membela diri…
orang beriman sibuk mengoreksi diri…
BAGIAN 6 — JABATAN SEBAGAI AMANAH
اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ
“Jadikan aku bendaharawan negeri…”
Bukan karena ambisi…
tapi karena umat butuh orang jujur…
Hadirin…
Kalau orang baik menjauh dari amanah…
maka amanah akan dipegang orang rusak…
PENUTUP
Hadirin…
Yusuf:
- Dipenjara → sabar
- Difitnah → diam
- Diberi kuasa → rendah hati
- Digoda → takut Allah
- Dimuliakan → ingat akhirat
Maka…
kalau hari ini hidup kita sempit…
jangan putus asa…
Karena bisa jadi…
Allah sedang menulis skenario yang lebih indah…
DOA PENUTUP
Allāhumma…
Yā Allāh…
Jika malam ini ada hati yang lelah…
ada jiwa yang terluka…
ada iman yang nyaris padam…
maka jangan pulangkan kami…
dengan tangan kosong, ya Allah…
Yā Allāh…
sebagaimana Engkau menemani Yusuf di penjara…
temani kami di ujian kami…
Jika kami difitnah…
bersihkan nama kami…
atau bersihkan hati kami…
Jika kami ditunda…
jangan Engkau tinggalkan kami…
Jika kami diuji syahwat…
kuatkan iman kami…
Jika kami diberi amanah…
jangan Engkau cabut rasa takut kepada-Mu…
Yā Rabb…
kami lemah tanpa-Mu…
kami rapuh tanpa-Mu…
Jangan serahkan kami…
kepada nafsu kami walau sekejap mata…
Allāhumma…
ampuni dosa orang tua kami…
hidup atau telah tiada…
lapangkan kubur mereka…
sebagaimana Engkau melapangkan penjara Yusuf…
Dan jika kelak kami berdiri di hadapan-Mu…
jangan Engkau tanyakan banyak…
cukup Engkau katakan:
“Aku ridha kepadamu…”
Rabbana taqabbal minnā…
innaka Antas-Samī‘ul ‘Alīm…
Wa tub ‘alainā…
innaka Antat-Tawwābur-Raḥīm…
Āmīn… Āmīn… Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment