DARI TANAH, DIINGATKAN, DIUJI… LALU KEMANA KITA KEMBALI?
“DARI TANAH, DIINGATKAN, DIUJI… LALU KEMANA KITA KEMBALI?”
(Tadabbur QS As-Sajdah 1–30)
PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
malam ini…
kita tidak berkumpul untuk merasa paling benar…
kita berkumpul…
karena kita semua pernah salah...
Kalau Allah membuka aib kita satu per satu malam ini…
mungkin tidak ada satu pun dari kita yang sanggup duduk tegak.
Tapi lihatlah…
Allah masih memberi kita napas…
masih memberi kita kesempatan…
dan malam ini Allah memanggil kita melalui Surah As-Sajdah.
I. AL-QUR’AN INI BUKAN MAIN-MAIN (AYAT 1–3)
الم تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Alif Lam Mim. Al-Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya, dari Rabb seluruh alam.”
Hadirin…
kalimat ini seolah berkata:
“Hei manusia…
ini bukan cerita…
ini bukan dongeng…
ini bukan motivasi kosong…
ini peringatan hidup dan mati.”
Tapi anehnya…
kita percaya berita hoaks tanpa tabayyun…
percaya ramalan tanpa dalil…
tapi Al-Qur’an kita baca sambil lalu.
Humor reflektif
“Chat WhatsApp panjang kita skip…
caption gosip 12 slide kita baca habis.”
II. ALLAH MENGATUR, KITA MERASA PINTAR (AYAT 4–6)
Allah menciptakan langit dan bumi…
mengatur urusan dari langit ke bumi…
sementara kita?
➡️ Baru sedikit rezeki, sudah lupa bersujud
➡️ Baru naik jabatan, merasa paling menentukan
Padahal…
satu sel saja rusak,
kita tidak bisa apa-apa
Hadirin…
kalau hari ini Allah diamkan doa kita…
itu bukan karena Allah tidak dengar…
tapi mungkin Allah sedang mendidik.
III. KITA ASALNYA TANAH, TAPI SERING MERASA LANGIT (AYAT 7–9)
Allah berfirman:
وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ
“Kami ciptakan manusia dari tanah.”
Tanah itu…
kalau diinjak tidak protes…
kalau dicaci tidak membalas…
kalau dikotori tetap menumbuhkan kehidupan...
Tapi manusia…
asalnya tanah…
sedikit saja dipuji…
langsung lupa arah sujud.
“Ya Allah…
kami lupa dari mana kami berasal…
dan sering lupa ke mana kami akan kembali…”
IV. PENYESALAN PALING SAKIT: SADAR SAAT TERLAMBAT (AYAT 10–14)
Bayangkan hari itu…
رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا…
“Ya Rabb kami, sekarang kami melihat dan mendengar… kembalikan kami…”
Tapi sudah terlambat.
Hadirin…
neraka tidak penuh oleh orang bodoh…
tapi oleh orang yang tahu… lalu menunda taubat.
Humor pahit
“Kita sering bilang:
‘Nanti kalau sudah tua saya tobat…’
Padahal belum tentu kita hidup sampai sore.”
V. AZAB DUNIA ITU PERINGATAN CINTA (AYAT 21)
Allah berfirman:
وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ
Musibah…
sakit…
kehilangan…
bukan selalu hukuman…
📌 Seringkali itu alarm kasih sayang.
Humor reflektif
“Kalau alarm pagi bunyi…
yang marah jamnya…
padahal itu penyelamat dari terlambat.”
VI. KEZALIMAN TERBESAR: DIINGATKAN TAPI BERPALING (AYAT 22)
Bukan tidak tahu…
bukan tidak paham…
tapi sengaja menoleh ke arah lain.
Al-Qur’an dibaca…
tapi tidak diikuti.
Kajian didengar…
tapi tidak mengubah arah hidup...
Hadirin…
ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi saksi yang menjerumuskan.
VII. PEMIMPIN LAHIR DARI SABAR, BUKAN POPULARITAS (AYAT 24)
Allah jadikan pemimpin…
ketika mereka sabar dan yakin.
Bukan ketika mereka viral…
bukan ketika mereka paling lantang…
tapi ketika mereka tetap lurus walau disakiti.
Humor ringan
“Sekarang banyak yang ingin di depan…
tapi tidak kuat kalau diuji di belakang.”
VIII. ALAM & SEJARAH TERUS MENGAJAR, KITA YANG SERING MENUTUP MATA (AYAT 26–27)
Umat terdahulu binasa…
bumi mati dihidupkan kembali…
semua bukti kebangkitan.
Tapi manusia berkata:
“Ah… kebetulan…”
Padahal hujan yang turun hari ini…
adalah khutbah tauhid tanpa mikrofon.
IX. ADA HARI KEMENANGAN, TAPI BISA JADI TERLAMBAT (AYAT 28–30)
Iman yang diterima adalah iman sebelum tirai ditutup.
Setelah ajal datang…
tidak ada revisi…
tidak ada perpanjangan waktu.
DOA PENUTUP
Allahumma ya Allah…
Jika malam ini Engkau masih memberi kami rasa takut…
itu tanda Engkau belum membenci kami…
Ya Allah…
kami sering lupa mengingat-Mu saat lapang…
baru menangis saat sempit…
Ampuni kami ya Allah…
Jika air mata ini tidak bernilai…
maka jadikan ia saksi bahwa kami pernah berharap pada-Mu…
Ya Allah…
jangan biarkan kami termasuk orang yang berkata:
“Rabbi rji’na…”
tapi tidak Engkau kembalikan…
Hidupkan kami dalam iman…
wafatkan kami dalam sujud…
bangkitkan kami bersama orang-orang yang Engkau cintai…
Terimalah taubat kami sebelum datang waktu
saat taubat tidak lagi diterima…
آمِيْن… آمِيْن… يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
Post a Comment