Di Antara Laut dan Takdir: Belajar Menyerahkan Diri


“Di Antara Laut dan Takdir: Belajar Menyerahkan Diri”

(QS Asy-Syu‘arā’ 61–80)


🕯️ PEMBUKAAN 

الحمد لله…
الحمد لله الذي لا يترك عبده وإن ضاقت به السبل…
والصلاة والسلام على سيدنا محمد…

Jamaah yang dimuliakan Allah…
malam ini…
kita tidak datang membawa kehebatan…
kita datang membawa lelah
membawa takut
dan membawa harapan terakhir kepada Allah.


🌊 BAGIAN 1 – SAAT IMAN GEMETAR

(QS 26:61)

Arab (dibaca pelan, bergetar):

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ
قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

Terjemah :
“Ketika dua pasukan saling melihat…
para pengikut Musa berkata: ‘Kita pasti tertangkap…’

Jamaah…
ini bukan ucapan orang kafir…
ini ucapan orang beriman yang sedang takut.

Kadang kita juga begitu…
kita shalat…
kita berdoa…
tapi saat masalah datang bertubi-tubi…
hati berbisik:
“Sepertinya aku tidak akan selamat…”


🕊️ BAGIAN 2 – SATU KALIMAT PENYELAMAT

(QS 26:62)

Arab:

قَالَ كَلَّا
إِنَّ مَعِيَ رَبِّي
سَيَهْدِينِ

Terjemah:
“Musa berkata: Sekali-kali tidak…
Sesungguhnya Rabbku bersamaku…
Dia pasti akan memberiku petunjuk…

Perhatikan jamaah…
Musa belum melihat jalan
laut masih di depan…
musuh masih di belakang…

Tapi Musa sudah tenang…
karena ia tahu…
Allah bersamanya.

📚 Ibnu Katsir berkata:

“Ini adalah puncak tawakal seorang nabi.”


🌊 BAGIAN 3 – PERINTAH YANG TIDAK MASUK AKAL

(QS 26:63)

Arab:

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ
أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ
فَانْفَلَقَ

Terjemah:
“Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah laut dengan tongkatmu…’
Maka laut itu pun terbelah…

Allah tidak berkata:
“Wahai Musa, tunggu sampai laut kering…”

Allah berkata:
pukul… walau belum masuk akal.

📚 Ath-Thabari berkata:

“Mukjizat datang setelah ketaatan.”

Jamaah…
kadang doa kita belum dikabulkan…
bukan karena Allah jauh…
tapi karena kita belum melangkah.


🕯️ BAGIAN 4 – JALAN DI TENGAH KETAKUTAN

(QS 26:63 lanjutan)

Arab:

فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Terjemah:
“Setiap belahan air itu seperti gunung yang besar…”

Bayangkan…
air berdiri…
angin diam…
jalan terbuka…
dan Musa melangkah tanpa menoleh ke belakang.

📚 Al-Qurthubi:

“Mukjizat ini untuk menenangkan hati orang beriman.”


🌑 BAGIAN 5 – YANG SAMA, HASILNYA BERBEDA

(QS 26:64–66)

Arab:

وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

Terjemah:
“Kami selamatkan Musa dan semua pengikutnya…
lalu Kami tenggelamkan yang lain…”

Jamaah…
air yang sama…
jalan yang sama…

➡️ bagi yang beriman: keselamatan
➡️ bagi yang sombong: kehancuran

Masalah yang sama…
bisa mengangkat…
atau bisa menenggelamkan.


🌾 BAGIAN 6 – ALLAH PERKASA DAN PENYAYANG

(QS 26:67–68)

Arab:

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Terjemah:
“Dan Rabbmu Maha Perkasa… lagi Maha Penyayang…”

Perkasa…
bagi yang melawan…

Penyayang…
bagi yang berserah…


🔥 BAGIAN 7 – SERUAN TAUHID NABI IBRAHIM

(QS 26:69–80 – diringkas lirih)

Nabi Ibrahim berkata:
“Yang aku sembah adalah Tuhanku…
yang menciptakan aku…
memberi aku makan…
dan menyembuhkan aku ketika sakit…”

Arab (QS 26:80):

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Terjemah:
“Dan ketika aku sakit… Dialah yang menyembuhkan aku…”

Obat hanyalah sebab…
dokter hanyalah perantara…
yang menyembuhkan…
Allah…


🌧️ PENUTUP 

Jamaah…
jika malam ini hidup terasa sempit…
jika dada terasa sesak…
ingatlah…

➡️ laut pernah terbelah
➡️ orang beriman pernah takut
➡️ tapi Allah tidak pernah ingkar janji


🤲 DOA 

اللهم…
Jika kami berdiri di depan laut ketakutan…
dan di belakang kami masalah mengejar…

maka jangan biarkan hati kami runtuh…

اللهم…
Jika kami tidak melihat jalan keluar…
maka tuntunlah langkah kami…
sebagaimana Engkau menuntun Musa…

اللهم…
Jangan tenggelamkan kami oleh dosa-dosa kami…
tenggelamkanlah dosa kami dengan rahmat-Mu…

اللهم…
Kami lelah…
kami lemah…
kami hanya punya Engkau…

فكن معنا يا الله…
كما كنت مع موسى…

آمين…
آمين…
آمين يا رب العالمين…



Tidak ada komentar