DI BAWAH ‘ARSY-MU YA ALLAH, KAMI HANYALAH HAMBA YANG LEMAH

“DI BAWAH ‘ARSY-MU YA ALLAH, KAMI HANYALAH HAMBA YANG LEMAH”


PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…

Allah yang tidak pernah tidur,
tidak pernah lalai,
tidak pernah kehabisan kasih sayang…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ…
kepada keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman…

Hadirin rahimakumullāh…
Malam ini bukan malam biasa…
Ini malam Jumat…
malam ketika doa mudah naik,
malam ketika hati mudah pecah,
malam ketika dosa terasa berat di dada…

Malam ini…
izinkan mimbar ini tidak keras,
tidak menghentak,
tapi membisik…
karena hati yang keras tidak perlu diteriaki…
hati yang lelah hanya perlu diingatkan…


BAGIAN I: ALLAH YANG MAHA AGUNG, DAN KITA YANG TERLALU PERCAYA DIRI 

Hadirin…
Allah berfirman:

📖 QS. Al-A‘rāf [7]: 54

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

“Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy…”

Allah menciptakan langit…
bumi…
matahari…
bulan…
bintang-bintang…

Lalu Allah menyebut ‘Arsy…

Para ulama mengatakan:
‘Arsy adalah makhluk paling agung…
paling besar…
paling mulia…

Dan Allah…
tidak membutuhkan ‘Arsy…
tapi Allah menyebutkannya agar kita sadar…

Bahwa kekuasaan-Nya tak terbatas…
sementara kita…
sering merasa hebat hanya karena sedikit harta…
sedikit jabatan…
sedikit pujian…

Padahal…
kalau Allah cabut nikmat itu satu saja…
kita tak punya apa-apa…


BAGIAN II: ‘ARSY DI ATAS AIR – ALLAH ADA SEBELUM SEGALANYA

Allah berfirman:

📖 QS. Hūd [11]: 7

وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

“Dan ‘Arsy-Nya berada di atas air…”

Rasulullah ﷺ bersabda:

كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ

“Allah ada… dan tidak ada apa pun selain-Nya…”
(HR. Al-Bukhari)

Sebelum kita lahir…
Allah sudah ada…

Sebelum orang tua kita bertemu…
Allah sudah ada…

Sebelum dosa-dosa kita lakukan…
Allah sudah tahu…

Dan yang menyedihkan…
Allah tahu kita berdosa…
tapi masih memberi nafas…

Masih memberi makan…
masih memberi kesempatan taubat..


BAGIAN III: ‘ARSY DAN DOSA-DOSA KITA 

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Coba bayangkan…
‘Arsy yang begitu agung…
dipikul oleh para malaikat yang besar…

Sementara kita…
sering berdosa sembunyi-sembunyi…

Ketika tidak ada manusia melihat…
kita merasa aman…

Padahal Allah yang memiliki ‘Arsy…
melihat…

Melihat chat yang dihapus…
melihat janji yang dilanggar…
melihat shalat yang ditunda…
melihat air mata orang tua yang kita abaikan…

Allah berfirman:

📖 QS. Al-Mu’minūn [23]: 116

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

“Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya, Tuhan pemilik ‘Arsy yang mulia.”

Dia Raja…
tapi kita sering tidak patuh…

Dia memberi…
tapi kita sering lupa bersyukur…

Ya Allah…
betapa beraninya kami…


BAGIAN IV: TAWAKAL DI BAWAH ‘ARSY 

Allah berfirman:

📖 QS. At-Taubah [9]: 129

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

“Cukuplah Allah bagiku… Dia Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung…”

Hadirin…
kalau Allah pemilik ‘Arsy…
lalu apa yang tidak bisa Dia urus dalam hidup kita?

Rezeki…
jodoh…
kesembuhan…
masa depan anak-anak kita…

Tenanglah…
Allah tidak pernah terlambat…


BAGIAN V: PENUTUP

Hadirin…
Malam ini…
sebelum kita pulang…
sebelum hati ini kembali sibuk dengan dunia…

Mari kita tundukkan hati…
di bawah keagungan ‘Arsy Allah…


DOA PENUTUP

Allāhumma yā Rabbal ‘Arsyil ‘Azhīm…
Ya Allah pemilik ‘Arsy yang agung…

Kami datang malam ini…
bukan membawa amal…
tapi membawa dosa…

Ya Allah…
jika dosa kami ditampakkan…
niscaya kami malu…

Jika aib kami dibuka…
niscaya kami hancur…

Namun Engkau…
masih menutup…
masih memberi kesempatan…

Ya Allah…
ampuni dosa kami yang kami ingat…
dan yang kami lupa…

Ampuni dosa mata kami…
dosa lisan kami…
dosa hati kami…

Ya Allah…
jangan Engkau wafatkan kami
dalam keadaan jauh dari-Mu…

Jangan Engkau akhiri hidup kami
tanpa taubat…

Ya Allah…
jika Engkau tidak mengampuni kami…
siapa lagi yang bisa menyelamatkan kami…?

Allāhumma…
di bawah ‘Arsy-Mu yang agung…
kami hanyalah hamba yang lemah…

Terimalah taubat kami…
perbaiki akhir hidup kami…

Shallallāhu ‘alā Nabiyyinā Muhammad…
walhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…



Tidak ada komentar