DUNIA YANG MENIPU, KARUN YANG TENGGELAM, DAN JALAN PULANG MENUJU ALLAH
“DUNIA YANG MENIPU, KARUN YANG TENGGELAM, DAN JALAN PULANG MENUJU ALLAH”
🔹 PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Tuhan yang tidak pernah salah menghitung air mata hamba-Nya.
Tuhan yang menyimpan semua luka, meski manusia pura-pura kuat…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ…
manusia paling jujur…
yang tidak pernah menipu dunia, tapi dunia justru tunduk kepadanya.
Hadirin…
Izinkan mimbar ini tidak banyak teriak…
tapi banyak mengaduk hati.
Karena sering kali…
yang paling berbahaya bukan dosa besar,
tapi dosa yang terasa biasa.
🔹 BAGIAN 1
DUNIA VS JANJI AKHIRAT
Allah berfirman:
أَفَمَنْ وَعَدْنَاهُ وَعْدًا حَسَنًا فَهُوَ لَاقِيهِ كَمَنْ مَتَّعْنَاهُ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا…
(QS Al-Qashash: 61)
Hadirin…
Allah sedang bertanya…
bukan karena Allah tidak tahu jawabannya…
tapi karena kita sering pura-pura lupa.
Apakah sama…
orang yang hidupnya menunggu surga…
dengan orang yang hidupnya hanya menunggu gaji?
Apakah sama…
orang yang sabarnya dibayar Allah…
dengan orang yang bangganya dibayar dunia?
Dunia ini…
kalau dia manis… sebentar
kalau pahit… sering lama
Dan yang paling menyakitkan…
dunia tidak pernah janji setia.
🔹 BAGIAN 2
HARI PEMALUAN AKHIRAT
Allah berfirman:
أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ
(QS Al-Qashash: 62)
Bayangkan hari itu…
Allah bertanya…
“Di mana yang dulu kamu bela?”
“Di mana yang dulu kamu ikuti?”
“Di mana yang dulu kamu lebih takut daripadaku?”
Mantan? Tidak datang.
Atasan? Tidak membela.
Harta? Diam.
Jabatan? Tidak bersuara.
Yang tersisa…
hanya amal… dan penyesalan
Dan Allah ulang lagi pertanyaan-Nya…
مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ
(QS Al-Qashash: 65)
“Bagaimana jawaban kalian kepada para rasul?”
Hadirin…
di dunia kita pandai beralasan…
di akhirat alasan pun mati.
🔹 BAGIAN 3
JALAN PULANG: TAUBAT
Lalu Allah berkata:
فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا…
(QS Al-Qashash: 67)
Ini ayat harapan…
Allah tidak bilang:
“Yang tidak pernah berdosa…”
Allah bilang:
“Yang bertobat…”
Artinya…
seberantakan apa pun masa lalu…
selama nyawa masih di dada…
pintu belum ditutup
Tapi masalah kita…
bukan tidak tahu taubat…
masalah kita: menunda
Padahal…
kubur tidak pernah kirim undangan
🔹 BAGIAN 4
KARUN: KETIKA HARTA MELAHIRKAN KESOMBONGAN
Allah ceritakan Karun…
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي
(QS Al-Qashash: 78)
“Ini hasil kerja keras saya…”
Kalimat ini…
kedengarannya wajar…
tapi mematikan tauhid
Karun lupa…
otak siapa yang menciptakan?
kesempatan siapa yang memberi?
kesehatan siapa yang menjaga?
Bukan hartanya yang membuatnya hancur…
tapi kesombongannya
Dan Allah balas dengan satu ayat pendek…
tapi berat:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ
(QS Al-Qashash: 81)
Kami benamkan dia…
dan rumahnya…
dan semua yang dia banggakan…
Hadirin…
kalau Allah mau…
cukup satu detik…
semua bisa selesai.
🔹 BAGIAN 5
SIAPA YANG SELAMAT?
Allah simpulkan:
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ
(QS Al-Qashash: 83)
Surga…
bukan untuk yang ingin tinggi…
tapi untuk yang rendah hati
Bukan untuk yang ingin dipuji…
tapi untuk yang takut pada Allah
🔹 PENUTUP
Allah tutup dengan kalimat pamungkas:
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ
(QS Al-Qashash: 88)
Segalanya akan binasa…
wajah akan keriput…
harta akan berpindah…
nama akan dilupakan…
kecuali Allah…
🤲 DOA
Allāhumma…
Ya Allah…
Jika hari ini kami masih mencintai dunia…
jangan Kau wafatkan kami sebelum Kau luruskan hati kami…
Ya Allah…
ampuni kesombongan yang sering kami bungkus dengan alasan usaha…
ampuni kelalaian yang kami sebut kesibukan…
Ya Allah…
jangan jadikan kami seperti Karun…
yang hartanya menenggelamkan imannya…
Jadikan harta kami penolong…
bukan penuntut di hari hisab…
Ya Allah…
jika hari ini ada dosa yang belum kami lepaskan…
maka jangan Kau lepaskan kami dari rahmat-Mu…
Terimalah taubat kami…
meski air mata kami belum sempurna…
Rabbana…
jangan Engkau kumpulkan kami dalam keadaan malu…
tapi kumpulkan kami dalam keadaan diampuni…
Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaytana…
Shallallāhu ‘alā Muhammad…
walhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.
Post a Comment