Hari Ketika Semua Dikumpulkan, Semua Ditanya, dan Tidak Ada Lagi Alasan
“Hari Ketika Semua Dikumpulkan, Semua Ditanya, dan Tidak Ada Lagi Alasan”
I. PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين…
نحمده حمد العارفين،
ونستغفره استغفار الخائفين،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Jika pada ayat-ayat sebelumnya kita dikejutkan oleh kebangkitan yang tiba-tiba,
maka mulai ayat 21 surat Ash-Shaffāt ini,
kita diajak memasuki ruang sidang terbesar sepanjang sejarah semesta.
Bukan sidang dunia…
Bukan sidang yang bisa ditunda…
Bukan sidang yang bisa diatur…
Tapi sidang Rabbul ‘Ālamīn.
Di dunia, kita bisa menghindar.
Di dunia, kita bisa berkilah.
Di dunia, kita bisa berpura-pura benar.
Namun di hari itu…
mulut dikunci, hati dibongkar, amal bicara.
II. HARI YANG DULU DITERTAWAKAN
هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ
“Inilah hari keputusan yang dahulu kalian dustakan.”
Jamaah…
Ini kalimat pendek,
tapi menghantam lebih keras dari petir.
Karena ayat ini bukan lagi ancaman,
tapi pengumuman resmi.
📚 Ibnu Katsir berkata:
“Pada hari ini, semua pengingkaran berubah menjadi pengakuan.”
Dulu mereka berkata:
- “Ah… surga neraka itu dongeng.”
- “Hidup cuma sekali.”
- “Yang penting sekarang.”
Hari ini…
Allah berkata:
“Sekarang kita putuskan.”
😄 Humor pahit
Di dunia mereka bilang: ‘nanti saja’
di akhirat Allah bilang: ‘terlambat’.
III. PERINTAH PALING MENGERIKAN: DIKUMPULKAN BERDASARKAN DOSA
احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ
مِن دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ
“Kumpulkan orang-orang zalim, beserta pasangan-pasangan mereka…”
Jamaah…
Ini bukan kumpul keluarga.
Ini kumpul dosa.
📚 Ath-Thabari:
“Mereka dikumpulkan berdasarkan kesamaan kesesatan.”
- yang menyesatkan → dengan yang disesatkan
- yang bangga maksiat → dengan yang menormalisasi
- yang memimpin dosa → dengan yang ikut tepuk tangan
😔 Renungan
Teman yang menyeret kita ke maksiat,
kelak diseret bersama ke neraka.
😄 Humor getir
Dulu bangga punya geng,
ternyata geng itu rombongan ke Jahim.
IV. DITAHAN, DIHENTIKAN, DAN DIPERTANYAKAN
وَقِفُوهُمْ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ
“Tahan mereka… mereka akan ditanya.”
Jamaah…
Bayangkan…
jutaan manusia berhenti serentak.
Tidak bisa maju.
Tidak bisa mundur.
📖 Al-Qurthubi:
“Ini adalah momen kehinaan sebelum hukuman.”
Lalu terdengar pertanyaan yang menyindir:
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ
“Mengapa kalian tidak saling menolong?”
😔 Renungan tajam
Di dunia mereka kompak melawan kebenaran,
di akhirat mereka kompak saling lepas tangan.
😄 Humor pahit
Di dunia: ‘tenang, ada orang dalam’
Di akhirat: semua orang dalam… neraka.
V. SALING SALAHKAN, SALING MENJERUMUSKAN
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ
Mereka saling menoleh…
saling menunjuk…
saling menyalahkan…
Pengikut berkata:
“Kalian datang dari kanan… kami percaya kalian!”
Pemimpin menjawab:
“Kalian sendiri tidak beriman!”
📚 Ibnu Katsir:
“Persahabatan tanpa iman berakhir dengan permusuhan.”
📖 QS Az-Zukhruf: 67
“Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan kecuali orang-orang bertakwa.”
😄 Humor pahit
Di dunia: ‘bro sampai mati’
Di akhirat: ‘bro, jangan sebut nama saya’.
VI. AKAR SEMUA KERUSAKAN: SOMBONG KEPADA LAA ILAAHA ILLALLAAH
إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Jamaah…
Mereka paham maknanya,
tapi menolak konsekuensinya.
Karena Laa Ilaaha Illallaah artinya:
- Allah di atas segalanya
- Nafsu harus tunduk
- Ego harus mati
📚 Ibnu Taimiyah:
“Siapa yang sombong terhadap tauhid, ia telah menutup pintu keselamatan.”
😔 Renungan
Bukan karena ayatnya berat,
tapi hati kita terlalu keras.
VII. KEPUTUSAN ADIL, PINTU HARAPAN
وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Jamaah…
Ini keadilan Allah.
Tidak ada yang dizalimi.
Tapi ayat ini ditutup dengan pengecualian yang menenangkan:
“Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.”
Masih ada harapan.
Masih ada taubat.
Masih ada jalan pulang.
VIII. TRANSISI DOA
Jamaah…
Jika malam ini nama kita dipanggil…
kita masuk barisan yang mana?
DOA
اللهم…
يا الله…
kami hadir di hadapan-Mu dengan tangan kosong…
dengan hati yang penuh noda…
Ya Allah…
jika hari pengumpulan itu terjadi hari ini…
kami takut…
kami tidak siap…
Ya Allah…
ampuni dosa kami yang terang-terangan…
dan dosa yang tersembunyi…
dosa yang kami sesali…
dan dosa yang belum sempat kami tangisi…
Ya Allah…
jangan kumpulkan kami bersama orang-orang zalim…
jangan jadikan kami pengikut kebatilan…
jangan jadikan kami pemimpin kesesatan…
Ya Allah…
masukkan kami ke dalam golongan
‘ibādik-al-mukhlaṣīn’…
hamba-hamba-Mu yang Engkau bersihkan…
Ya Allah…
hidupkan hati kami dengan Laa Ilaaha Illallaah…
matikan kami dengan iman…
bangkitkan kami bersama Nabi-Mu Muhammad ﷺ…
ربنا لا تفضحنا يوم القيامة…
ولا تخزنا يوم الحساب…
وصلى الله على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
والحمد لله رب العالمين…
Post a Comment