HARI SAAT TEMAN LEPAS TANGAN
HARI SAAT TEMAN LEPAS TANGAN
🕌 نَصُّ الْمَوْعِظَةِ السَّلَفِيَّةِ
“HARI SAAT TEMAN LEPAS TANGAN”
(QS. Ad-Dukhān: 41–59)
🔥 BAGIAN I
HARI SAAT SEMUA HUBUNGAN PUTUS
🕋 AYAT 41
{ يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ }
Artinya:
“Yaitu hari ketika seorang karib tidak dapat menolong karibnya sedikit pun, dan mereka tidak mendapat pertolongan.”
Hadirin rahimakumullāh,
di dunia:
- punya orang dalam
- punya teman kuat
- punya relasi
Tapi di akhirat…
semua kartu nama hangus.
📚 Imam Al-Qurṭubī berkata:
Yang dimaksud mawlā mencakup:
- saudara
- sahabat
- atasan
- orang yang dulu dibela
📖 Tafsir Al-Qurṭubī, juz 16
(humor)
Di dunia bisa bilang:
“Tenang… saya kenal pengurus.”
Di akhirat?
“Kenal malaikat?”
❌ Tidak diterima.
🌤️ BAGIAN II
PENGECUALIAN: RAHMAT ALLAH
🕋 AYAT 42
{ إِلَّا مَن رَّحِمَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ }
Artinya:
“Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”
📜 Hadis Nabi ﷺ:
شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي
(HR. Tirmidzi)
“Syafaatku untuk umatku yang berdosa besar.”
📚 Ibnu Katsīr:
Syafaat hanya untuk ahli tauhid,
bukan untuk yang sombong menolak iman.
Jadi bukan:
“Aku banyak dosa tapi santai…”
Tapi:
“Aku berdosa dan takut, lalu bertobat.”
🔥 BAGIAN III
MAKANAN PENGHUNI NERAKA
🕋 AYAT 43–46
{ إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ }
{ طَعَامُ الْأَثِيمِ }
Artinya:
“Sesungguhnya pohon zaqqum itu adalah makanan orang yang berdosa.”
{ كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ }
“Seperti cairan minyak hitam yang mendidih di perut.”
📚 Ath-Ṭabarī:
Zaqqum itu:
- pahit
- panas
- busuk
tapi tetap dipaksa dimakan.
Kenapa dipaksa?
Karena dulu dipaksa malas taat,
dipaksa sombong,
dipaksa menolak kebenaran.
Di dunia pilih-pilih makanan:
“Ini nggak organik…”
Di neraka:
tidak ada menu pilihan.
🔥 BAGIAN IV
HINAAN UNTUK ORANG SOMBONG
🕋 AYAT 47–49
{ خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَىٰ سَوَاءِ الْجَحِيمِ }
“Pegang dia dan seret ke tengah neraka.”
{ ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ }
“Rasakan! Bukankah kamu merasa mulia dan perkasa?”
📚 Hasan Al-Baṣrī:
Ini ejekan untuk orang yang dulu merasa paling hebat.
Dulu bilang:
“Siapa berani sama saya?”
Sekarang:
tidak berani angkat kepala.
🌿 BAGIAN V
KONTRAS: KENIKMATAN ORANG TAKWA
🕋 AYAT 51–57
{ إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ }
“Orang bertakwa di tempat yang aman.”
{ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ }
“Di taman dan mata air.”
📚 Imam An-Nawawī:
Aman di surga artinya:
- tidak takut mati
- tidak takut sedih
- tidak takut kehilangan
Di dunia:
HP ilang → panik
Di surga:
tidak ada panic mode.
📖 BAGIAN VI
AL-QUR’AN DIMUDAHKAN
🕋 AYAT 58
{ فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ }
“Kami mudahkan Al-Qur’an dengan bahasamu.”
📚 Ibnu ‘Aṭiyyah:
Yang sulit bukan Al-Qur’an,
tapi hati yang keras.
Kalau ngaji terasa berat…
jangan salahkan kitabnya,
cek dulu:
hati masih hidup atau sudah kelelahan dosa?
⏳ BAGIAN VII
PENUTUP PERINGATAN
🕋 AYAT 59
{ فَارْتَقِبْ إِنَّهُم مُّرْتَقِبُونَ }
“Tunggulah, mereka pun menunggu.”
📚 Asy-Syaukānī:
Ini ancaman halus: Waktu akan membuktikan siapa benar.
🔚 PENUTUP
Hadirin rahimakumullāh,
Hari itu:
- teman tidak nolong
- status tidak berguna
- gelar tidak dibaca
Yang dibaca hanya:
iman dan amal.
🤲 DOA
اللهم إنا نعوذ بك من عذاب الجحيم،
ومن شجرة الزقوم،
ولا تجعلنا من الأثيمين…
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً…
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ…
Post a Comment