Hikmah Agung: Tauhid, Bakti, dan Akhlak Sosial (QS. Al-Isrā’: 21–40)
“Hikmah Agung: Tauhid, Bakti, dan Akhlak Sosial (QS. Al-Isrā’: 21–40)”
PENDAHULUAN (MUQADDIMAH TEMATIK)
Surah Al-Isrā’ ayat 21–40 dikenal oleh para ulama sebagai “Ummul Akhlāq” — induk adab dan akhlak dalam Islam.
Ayat-ayat ini merangkum prinsip hidup manusia:
- Hubungan dengan Allah (tauhid)
- Hubungan dengan orang tua
- Hubungan sosial & ekonomi
- Penjagaan jiwa, harta, kehormatan
- Tanggung jawab lisan, akal, dan hati
Ibn Katsir menyebut ayat-ayat ini sebagai “kaidah syariat yang menghimpun maslahat dunia dan akhirat.”
1. PERBEDAAN REZEKI & KEUTAMAAN AKHIRAT
📖 QS. Al-Isrā’ : 21
النص العربي:
ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضࣲۚ وَلَلۡـَٔاخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَـٰتࣲ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِیلࣰا
Terjemahan:
“Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Dan sungguh, akhirat itu lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.”
🖋 Ulasan Ulama
- Imam Al-Qurthubi: Perbedaan dunia adalah ujian, bukan ukuran kemuliaan.
- Hasan Al-Bashri: “Barang siapa sibuk dengan dunia, ia akan kehilangan akhirat; barang siapa sibuk dengan akhirat, dunia akan mengikutinya.”
📌 Pesan ceramah:
Jangan iri pada dunia orang lain, iri-lah pada ketaatan mereka.
2. TAUHID: LARANGAN SYIRIK
📖 QS. Al-Isrā’ : 22
النص العربي:
لَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَقۡعُدَ مَذۡمُومࣰا مَّخۡذُولࣰا
Terjemahan:
“Janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, sehingga kamu menjadi tercela dan tidak mendapat pertolongan.”
📜 Hadis Pendukung
أَعْظَمُ الذُّنُوبِ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ
“Dosa terbesar adalah menyekutukan Allah, padahal Dia yang menciptakanmu.”
(HR. Bukhari & Muslim)
📌 Ulasan:
Syirik bukan hanya menyembah berhala, tapi menggantungkan hati kepada selain Allah.
3. BAKTI KEPADA ORANG TUA
📖 QS. Al-Isrā’ : 23–25
النص العربي (ringkas):
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَ ٰلِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنًا...
Terjemahan:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua...”
📜 Hadis Pendukung
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ
“Ridha Allah tergantung ridha orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
🖋 Tafsir Ulama
- Imam Nawawi: Kata “uff” adalah bentuk durhaka paling ringan, namun tetap diharamkan.
- Ibnu ‘Ashur: Doa untuk orang tua adalah utang seumur hidup anak.
📌 Pesan emosional:
Jika doa kita lambat dikabulkan, periksa hubungan kita dengan orang tua.
4. ETIKA SOSIAL & EKONOMI
📖 QS. Al-Isrā’ : 26–30
Pokok ajaran:
- Hak kerabat & fakir miskin
- Larangan boros & kikir
- Rezeki diatur Allah
📜 Hadis Pendukung
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ
“Makan, minum, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan tanpa sombong.”
(HR. Ahmad)
🖋 Komentar Ulama
- Al-Ghazali: Boros mematikan syukur, kikir mematikan kasih.
- Ibn Katsir: Rezeki disempitkan bukan karena benci, tapi karena hikmah pendidikan Allah.
5. PENJAGAAN JIWA, NASAB & MORAL
📖 QS. Al-Isrā’ : 31–33
Larangan besar:
- Membunuh anak karena takut miskin
- Mendekati zina
- Membunuh tanpa hak
📜 Hadis Pendukung
لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ
“Tidaklah seorang pezina berzina saat ia beriman.”
(HR. Bukhari & Muslim)
📌 Ulasan:
Zina dimulai dari pandangan, chat, dan hati sebelum perbuatan.
6. AMANAH, KEADILAN & TANGGUNG JAWAB
📖 QS. Al-Isrā’ : 34–36
Nilai utama:
- Amanah harta yatim
- Menepati janji
- Tanggung jawab pendengaran, penglihatan, dan hati
📜 Hadis
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
(HR. Bukhari)
7. LARANGAN SOMBONG
📖 QS. Al-Isrā’ : 37
النص العربي:
وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًا...
📌 Imam Ibn Qayyim:
Kesombongan lahir dari lupa asal-usul: tanah dan air mani.
PENUTUP
📖 QS. Al-Isrā’ : 38–40
Allah menutup dengan peringatan:
- Semua keburukan dibenci Allah
- Ini adalah wahyu penuh hikmah
- Syirik adalah kejahatan terbesar
KESIMPULAN
🔹 Tauhid adalah pondasi
🔹 Bakti kepada orang tua adalah pintu surga
🔹 Akhlak sosial adalah bukti iman
🔹 Akhirat adalah tujuan, dunia hanya jalan
Post a Comment