IMAN YANG DIUJI, HATI YANG DIBUKA, JIWA YANG KEMBALI


“IMAN YANG DIUJI, HATI YANG DIBUKA, JIWA YANG KEMBALI”


🔹 PEMBUKAAN 

الحمد لله الذي لا يُخدع، ولا يُمكَر عليه، ولا تخفى عليه خافية…

Alhamdulillah…
Bukan karena kita layak dipuji…
Tapi karena Allah masih memberi kita waktu untuk bertobat…

Shalawat dan salam…
Untuk manusia paling jujur imannya…
Yang paling berat ujiannya…
Nabi Muhammad ﷺ…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Hari ini…
kita tidak sedang menguji ayat Al-Qur’an…
kita sedang diuji oleh ayat Al-Qur’an.


🔹 BAGIAN 1: “IMAN BUKAN SEKADAR PENGAKUAN” 

📖 QS Al-‘Ankabūt: 2–3

Arab:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ...

Terjemah:

“Apakah manusia mengira mereka dibiarkan berkata ‘kami beriman’, sementara mereka tidak diuji?
Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka…”

Ulasan Ulama:

  • Imam Ibn Kathir: Ujian adalah alat pemilah antara iman sejati dan iman palsu.
  • Al-Qurthubi: Fitnah (ujian) adalah rahmat bagi mukmin dan kehancuran bagi munafik.

Mimbar :

Jamaah…

Kalau iman itu hanya ucapan…
Iblis lebih dulu mengenal Allah…
Tapi dia binasa karena menolak tunduk.

Allah tidak bertanya:
“Seberapa lantang mulutmu berkata beriman?”
Tapi:
“Seberapa kuat hatimu bertahan saat diuji?”


🔹 BAGIAN 2: “MAKSIAT MERASA AMAN DARI ALLAH” 

📖 QS Al-‘Ankabūt: 4

Arab:

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَنْ يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Terjemah:

“Apakah orang-orang yang berbuat kejahatan mengira mereka dapat lolos dari Kami? Alangkah buruknya sangkaan mereka.”

Mimbar:

Saudaraku…

Maksiat itu bukan tanda Allah ridha…
Kadang itu tali yang dipanjangkan…
untuk jeratan yang lebih keras.

Kita tertawa…
Padahal dosa kita menunggu di hari hisab…


🔹 BAGIAN 3: “TAUBAT SELALU TERBUKA” 

📖 QS Al-‘Ankabūt: 5–7

Arab (ayat 5):

مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ

Terjemah:

“Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sungguh waktu yang dijanjikan Allah pasti datang.”

Hadis Pendukung:

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ
(HR. Ibn Mājah)
“Orang yang bertobat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa.”

Mimbar:

Kalau hari ini hatimu bergetar…
Itu tanda Allah masih memanggilmu...

Kalau Allah ingin menghancurkanmu…
Dia tidak akan membuatmu menangis…


🔹 BAGIAN 4: “IMAN PALSU SAAT TERTEKAN” 

📖 QS Al-‘Ankabūt: 10–11

Terjemah ringkas:

Ada manusia yang berkata beriman, tapi ketika disakiti karena Allah, ia menganggap ujian manusia seperti azab Allah…

Ulasan Imam Al-Ghazali:

Orang munafik mencintai keselamatan dunia lebih dari keselamatan akhirat.

Mimbar:

Ada yang kuat di masjid…
tapi runtuh di godaan…

Ada yang lantang berdzikir…
tapi takut kehilangan dunia…

Allah tahu…
mana iman di lisan…
mana iman di dada…


🔹 BAGIAN 5: “KISAH NUH & IBRAHIM: TAUHID YANG MAHAL”

📖 QS Al-‘Ankabūt: 14–17

Poin Mimbar:

  • Nuh berdakwah 950 tahun → tetap diuji
  • Ibrahim melawan berhala → sendirian
  • Tauhid selalu membuat asing

(sentuhan humor ringan):
“Kalau iman kita baru diuji 5 menit sudah ingin menyerah…
Nuh 950 tahun…
kita baru ditegur WA grup sudah baper…”


🔹 PENUTUP MENUJU DOA 

Kalau hari ini kita pulang…
dengan hati yang sama…
maka mimbar ini gagal…

Tapi kalau malam ini…
kita pulang dengan air mata…
maka Allah sedang menulis takdir baru…


🤲 DOA PENUTUP


اللهم يا الله…

Ya Allah…
Kami datang bukan membawa amal…
Kami datang membawa luka dan dosa…

Ya Allah…
Jika ujian ini untuk membersihkan kami…
jangan Engkau patahkan iman kami…

Jika air mata ini belum cukup…
pecahkanlah hati kami…
asal jangan Engkau tinggalkan kami…

Ya Allah…
Hancurkan maksiat dalam diri kami…
sebelum Engkau hancurkan kami karena maksiat itu…

Luruskan fitrah kami…
kembalikan jiwa kami…
ke jalan tauhid yang murni…

Ya Allah…
Saat kami berdiri di hadapan-Mu nanti…
jangan Engkau tanyakan amal kami…
tapi terimalah taubat kami…

رَبَّنَا تَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Āmīn…
Āmīn…
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar