JALAN LURUS, RUMAH TANGGA, DAN KESELAMATAN HINGGA AKHIR
“JALAN LURUS, RUMAH TANGGA, DAN KESELAMATAN HINGGA AKHIR”
(Tafsir Al-Hijr 41–60)
PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji hanya milik Allah…
Yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian di jalan hidup yang gelap…
Yang tidak pernah membiarkan keluarga beriman tanpa penjagaan…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarganya, sahabatnya,
dan kepada kita… yang masih berjuang menjaga iman di tengah dunia yang penuh godaan…
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Malam ini kita tidak sedang membahas ayat untuk menakut-nakuti…
tetapi ayat-ayat yang menenangkan orang tua…
ayat-ayat yang menguatkan keluarga lelah…
ayat-ayat yang berkata kepada kita:
“Tenanglah… selama engkau berada di jalan-Ku, Aku yang menjagamu.”
BAGIAN I
JALAN LURUS YANG DIJAGA ALLAH (Ayat 41–42)
Allah berfirman:
قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ
"Inilah jalan yang lurus; kewajiban Akulah yang menjaganya."
Hadirin…
Ini bukan sekadar jalan lurus…
Ini jalan lurus yang dijaga langsung oleh Allah.
Allah tidak berkata: “Cari jalan ini sendiri.”
Allah berkata:
“Ini jalan-Ku… dan Aku yang menjaganya.”
Lalu Allah lanjutkan:
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ
"Hamba-hamba-Ku, setan tidak berkuasa atas mereka…"
Artinya apa?
👉 Setan tidak punya kunci rumah orang beriman
👉 Setan tidak bisa masuk rumah yang dijaga iman
👉 Setan hanya menggoda… kita yang membuka pintu
Refleksi Keluarga
Berapa banyak orang tua hari ini merasa gagal…
“Kenapa anak saya begini?”
“Kenapa keluarga saya berantakan?”
Padahal Allah berkata:
“Selama kalian hamba-Ku… Aku yang menjaga.”
KISAH NYATA
Hadirin…
Ada seorang ayah di Jawa Tengah…
tukang becak… penghasilannya pas-pasan…
Ia tidak pandai menasihati…
tidak hafal banyak dalil…
tapi satu hal ia jaga:
👉 salat tidak pernah ditinggalkan di rumahnya
Anaknya tumbuh…
remaja…
lingkungan rusak…
narkoba… pergaulan bebas…
Suatu hari anaknya berkata:
“Pak… aku hampir ikut teman-teman itu…
tapi tiap mau melangkah, aku ingat bapak salat malam sendirian…”
Hadirin…
Itu penjagaan Allah.
Bukan ceramah…
tapi keteladanan yang ikhlas.
BAGIAN II
NERAKA DAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA (Ayat 43–44)
Allah berfirman:
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ
"Jahanam adalah tempat yang dijanjikan bagi mereka semua."
Hadirin…
Neraka bukan ancaman kosong…
dan surga bukan dongeng penghibur…
Sebagai orang tua…
kita bukan hanya bertanggung jawab memberi makan anak
tetapi menunjukkan jalan selamat
Nabi ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban."
BAGIAN III
SURGA: KELUARGA TANPA DENDAM (Ayat 45–48)
Allah gambarkan surga:
وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا
"Kami cabut semua dendam dari hati mereka…"
Hadirin…
Surga bukan hanya tempat indah
tapi hati yang sembuh
👉 Tidak ada dendam suami-istri
👉 Tidak ada luka orang tua-anak
👉 Tidak ada saling menyalahkan
Pertanyaannya:
Apakah rumah kita sudah mendekati suasana surga…
atau justru latihan menuju neraka…
karena penuh amarah, bentakan, dan luka?
BAGIAN IV
RAHMAT DAN AZAB: PENDIDIKAN SEIMBANG (Ayat 49–50)
Allah berkata:
أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Aku Maha Pengampun…"
tapi juga berkata:
وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ
"Azab-Ku sangat pedih."
Parenting islami bukan hanya lembut…
tapi juga tegas…
bukan hanya cinta…
tapi juga batasan…
BAGIAN V
IBRAHIM: ORANG TUA TIDAK BOLEH PUTUS ASA (Ayat 51–56)
Nabi Ibrahim diberi anak di usia senja…
Artinya: 👉 Doa orang tua tidak pernah basi 👉 Allah bisa memperbaiki anak di usia berapa pun
BAGIAN VI
KELUARGA LUTH: NASAB TIDAK MENYELAMATKAN (Ayat 57–60)
Istri Nabi Luth binasa…
Ini pelajaran pahit: 👉 Tinggal serumah dengan orang saleh belum tentu selamat 👉 Iman harus pilihan pribadi
Hadirin…
Jangan hanya bangga anak “anak ustaz”…
tapi lupa menanam iman…
PENUTUP & DOA
Allahumma yā Allāh…
Di malam ini…
kami datang bukan sebagai hamba yang sempurna…
kami datang sebagai orang tua yang lelah…
sebagai anak yang banyak salah…
Yā Allāh…
jika rumah kami belum seperti surga…
jangan jadikan ia jalan menuju neraka…
Yā Allāh…
jika kami pernah melukai anak-anak kami…
sembuhkan luka yang tak sempat kami minta maafkan…
Yā Allāh…
jika kami pernah lalai menjaga amanah keluarga…
jangan Engkau hukum anak kami atas dosa kami…
Yā Allāh…
jagalah rumah kami dari setan yang merusak…
dari ego yang memecah…
dari amarah yang menghancurkan…
Yā Allāh…
jadikan rumah kami tempat iman bertumbuh…
tempat salat ditegakkan…
tempat Al-Qur’an hidup…
Yā Allāh…
wafatkan kami dalam keadaan husnul khātimah…
wafatkan kami saat Engkau ridha…
wafatkan kami saat keluarga kami bersaksi:
"Ia wafat sebagai orang beriman…"
Rabbana hablana min azwājina wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun…
waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā…
Āmīn… Āmīn… Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…
Post a Comment