Jalan Lurus yang Kita Tinggalkan, Tubuh yang Akan Bersaksi, dan Kepulangan yang Tak Bisa Ditunda

“Jalan Lurus yang Kita Tinggalkan, Tubuh yang Akan Bersaksi, dan Kepulangan yang Tak Bisa Ditunda”


🌑 PEMBUKAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji hanya bagi Allah…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang menangis bukan karena dunia,
tetapi karena takut umatnya tidak selamat di akhirat…


Jamaah rahimakumullah…

Malam ini…
kita tidak bicara siapa yang paling benar.
Kita tidak bicara siapa yang paling pintar.

Malam ini kita bicara:
siapa di antara kita yang siap pulang…
kalau Allah memanggil sekarang.


🟢 BAGIAN I

AYAT 61 – SATU PERINTAH, SATU JALAN

وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

“Sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

Jamaah…

Allah tidak memberi banyak pilihan.
Allah tidak menawarkan banyak jalan.

Allah hanya berkata:
“Sembahlah Aku.”

Sembahlah Aku…
Sembahlah Aku…
Sembahlah Aku…

Bukan sembah uang.
Bukan sembah jabatan.
Bukan sembah manusia.
Bukan sembah hawa nafsu.

📚 Ibnu Katsir berkata:

“Ini adalah inti seluruh dakwah para nabi.”


😢 Renungan emosional

Jamaah…
kita tahu jalan lurus itu di mana.
tapi kaki kita sering memilih jalan lain.

Kita tahu yang halal…
tapi tangan kita sering mengambil yang haram.

Kita tahu yang benar…
tapi lisan kita sering membela yang salah.


🔥 BAGIAN II

AYAT 62–64 – SETAN & NERAKA YANG NYATA

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا

“Setan telah menyesatkan sebagian besar dari kalian.”

Jamaah…

Allah tidak berkata “sedikit”.
Allah berkata “banyak”.

📚 Al-Qurthubi:

“Mayoritas manusia kalah oleh setan, bukan karena bodoh, tapi karena lalai.”

Setan tidak datang dengan wajah seram…
tapi datang dengan alasan.

“Nanti saja shalat…”
“Masih muda…”
“Semua orang juga begitu…”

“Nanti…”
“Nanti…”
“Nanti…”

Padahal…
kematian tidak pernah bilang “nanti”.


هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Inilah Jahannam yang dulu dijanjikan kepada kalian.”

Jamaah…

Kalimat ini tidak diucapkan di dunia.
Kalimat ini diucapkan saat sudah terlambat.


⚫ BAGIAN III

AYAT 65 – MULUT DITUTUP, TUBUH BERBICARA

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ…

“Hari ini Kami tutup mulut mereka…”

Jamaah…

Di dunia kita pintar bicara.
Pintar membela diri.
Pintar mencari alasan.

Di akhirat…
mulut tidak diberi izin bicara.

Yang bicara:

  • tangan
  • kaki
  • mata
  • telinga

📚 Ar-Razi:

“Ini keadilan paling sempurna. Tidak ada dusta.”

Bayangkan…

Tangan yang biasa kita pakai maksiat berkata:

“Ya Allah… dia yang menyuruhku.”

Mata yang biasa melihat haram berkata:

“Ya Rabb… dia yang memaksaku.”

Ke mana kita lari saat itu?


🟠 BAGIAN IV

AYAT 68 – UMUR PANJANG, TAPI LEMAH

“Barang siapa Kami panjangkan umurnya, Kami kembalikan ia lemah.”

Jamaah…

Ini ayat yang pelan…
tapi menampar.

Dulu kuat.
Sekarang lemah.

Dulu hafal banyak.
Sekarang lupa.

Dulu bangga dunia.
Sekarang menyesal.

😢 Renungan

Kalau masa muda kita habis untuk maksiat,
masa tua kita bukan jadi taat…
tapi jadi penyesalan.


🟢 BAGIAN V

AYAT 69–70 – AL-QUR’AN UNTUK YANG HATINYA HIDUP

“Al-Qur’an ini peringatan bagi yang hatinya hidup.”

Jamaah…

Kalau Al-Qur’an dibaca tapi tidak menggetarkan,
bukan Al-Qur’annya yang mati…

tapi hati kita yang mati.


🔥 BAGIAN VI

AYAT 77–82 – TULANG REMUK & KUN FAYAKŪN

مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

“Siapa yang bisa menghidupkan tulang yang hancur?”

Jawaban Allah:

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ

“Yang menciptakannya pertama kali.”

Jamaah…

Kalau Allah bisa menciptakan kita dari tidak ada,
menghidupkan kembali itu jauh lebih mudah.

Dan bila Allah berkata…

كُن…

فَيَكُونُ…

Selesai.


🟣 AYAT 83 – PENUTUP AGUNG

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ

“Maha Suci Allah, di tangan-Nya segala kekuasaan.”

Jamaah…

Hidup kita di tangan Allah.
Mati kita di tangan Allah.
Kembali kita… kepada Allah.


🤲 DOA 

اللهم…

Ya Allah…
kami datang bukan membawa amal…
kami datang membawa dosa…

Ya Allah…
jika Engkau adili kami dengan keadilan-Mu…
kami binasa…

Ya Allah…
jangan Engkau tutup mulut kami sebelum Engkau ampuni dosa kami...

Ya Allah…
ampuni mata yang pernah melihat haram…
ampuni tangan yang pernah mengambil yang bukan haknya…
ampuni kaki yang melangkah ke maksiat...

Ya Allah…
hidupkan hati kami dengan Al-Qur’an…
matikan kami dalam iman…
bangkitkan kami bersama orang-orang shalih…

Dan saat kami kembali kepada-Mu…
jangan Engkau sambut kami dengan murka…

tapi dengan ucapan-Mu yang kami rindukan…

“سَلَامٌ قَوْلًا مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ”

Aamiin… aamiin… aamiin ya Rabbal ‘alamin…



Tidak ada komentar