KEHANCURAN MAKSIAT & PENYIMPANGAN FITRAH. (Saat Akal Dikalahkan Syahwat, dan Kebenaran Ditertawakan)

“KEHANCURAN MAKSIAT & PENYIMPANGAN FITRAH:
Saat Akal Dikalahkan Syahwat, dan Kebenaran Ditertawakan”



🕯️ PEMBUKAAN 

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
yang tidak pernah bosan menasihati kita,
meski kita sering bosan menaati-Nya…

Shalawat dan salam…
kepada Nabi Muhammad ﷺ…
yang menangis bukan karena lapar…
tapi karena takut umatnya jauh dari fitrah…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Malam ini…
kita tidak berkumpul untuk merasa paling suci…
kita berkumpul karena takut termasuk kaum yang dibinasakan…
tapi tidak pernah sadar…


🌿 BAGIAN 1: UJIAN AKAL & KESOMBONGAN ILMU

Allah kisahkan Ratu Balqis…
wanita cerdas… berakal…
tapi nyaris tertipu oleh singgasananya sendiri…

أَهَٰكَذَا عَرْشُكِ ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُ هُوَ 
“Serupa inikah singgasanamu?”
Dia menjawab: “Seakan-akan inilah dia.”

(QS An-Naml: 42)

Balqis tidak gegabah berkata “ya”,
tidak pula sombong berkata “bukan”.

➡️ Inilah akal yang tunduk pada kebenaran.

Ibnu Katsir رحمه الله berkata dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Azhīm:

“Kecerdasan yang sejati adalah yang membawa seseorang pada ketundukan, bukan kesombongan.”

Tapi hari ini…

Berapa banyak orang berilmu,
tapi ilmunya justru membenarkan maksiat

Berapa banyak orang berkata:
“Ini bukan dosa… ini hak pribadi…”


🪞 BAGIAN 2: ISTANA KACA & FITRAH MANUSIA 

Allah kisahkan ujian berikutnya…

 قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَ 
“Masuklah ke dalam istana.”
(QS An-Naml: 44)

Balqis mengira lantai itu air…
lalu ia menyingkap betisnya

➡️ Ia jujur pada fitrahnya.

Dan ketika kebenaran nyata…

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ 

Ia tidak berkata:
“Ini gaya hidupku…”
“Ini pilihanku…”
“Jangan campuri urusanku…”

➡️ Ia berkata: “Aku menzalimi diriku sendiri.”

Imam Al-Qurthubi رحمه الله berkata:

“Setiap maksiat hakikatnya adalah kezaliman terhadap diri sendiri, meski diklaim kebebasan.”

Ya Allah…
berapa banyak dosa…
yang kami sebut hak asasi…


🔥 BAGIAN 3: KAUM TSAMUD & KRIMINALITAS TERORGANISIR 

Allah kisahkan 9 orang elite rusak

تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ 
(QS An-Naml: 48)

Mereka minoritas…
tapi merusak satu kota…

➡️ Hari ini…
maksiat juga digerakkan oleh segelintir elite
yang menguasai media…
hukum…
narasi…

Mereka berkata:
“Ini kemajuan…”
“Ini normal…”
“Ini toleransi…”

Padahal Allah berfirman:

 فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ 
(QS An-Naml: 51)

Rumah-rumah mereka kosong…
sunyi…
jadi pelajaran…

Ibnu ‘Asyur berkata dalam At-Tahrīr wa At-Tanwīr:

“Kerusakan moral selalu mendahului kehancuran peradaban.”

Dan kita…
masih menertawakannya…


💔 BAGIAN 4: KAUM LUTH & PENYIMPANGAN FITRAH 

Allah berfirman:

 أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ 
(QS An-Naml: 54)

➡️ Mereka tahu…
➡️ Mereka sadar…
➡️ Tapi tetap bangga…

Bahkan berkata:

 أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ 
“Usirlah orang-orang suci itu…”

Hari ini…

Yang berdakwah disebut radikal…
Yang menjaga fitrah disebut kolot…
Yang menasihati disebut pembenci…

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

“Menghalalkan yang haram lebih berbahaya daripada maksiat itu sendiri.”

Ya Allah…
jangan Engkau cabut rasa jijik kami terhadap dosa…


🌧️ PENUTUP

 فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ 
“Amat buruk hujan bagi orang yang telah diperingatkan…”

Azab selalu didahului peringatan…

Jika malam ini hati masih bergetar…
itu tanda Allah belum meninggalkan kita…


🤲 DOA 

Allāhumma…
jika dosa kami lebih banyak dari air laut…
jangan Engkau jadikan kami kaum yang dibinasakan…

Allāhumma…
hancurkan maksiat dalam diri kami
sebelum Engkau hancurkan kami karena maksiat itu…

Allāhumma…
jangan Engkau cabut rasa malu dari hati kami…
jangan Engkau balikkan fitrah anak-anak kami…

Allāhumma…
selamatkan negeri ini dari dosa yang dinormalisasi…
dari kebatilan yang dibanggakan…

Allāhumma…
jika azab-Mu turun…
masukkan kami ke dalam golongan yang Engkau selamatkan…

Rabbana…
kami lemah…
kami sering kalah…
tapi kami ingin pulang…

Āmīn… Āmīn… Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn…



Tidak ada komentar