Kekuasaan, Kesabaran, Doa, dan Kesatuan Tauhid
“Kekuasaan, Kesabaran, Doa, dan Kesatuan Tauhid”
🟢 TEMA BESAR SURAH
Surah Al-Anbiyā’ bagian akhir ini menegaskan bahwa:
- Kekuasaan tanpa tauhid adalah kehancuran
- Ujian bukan tanda murka, tapi jalan rahmat
- Doa orang terzalimi dan terhimpit pasti diijabah
- Agama para nabi satu: tauhid
- Akhir kesombongan adalah penyesalan abadi
🔷 1. NABI SULAIMAN: KEKUASAAN YANG TUNDUK PADA ALLAH
(Ayat 81–82)
📖 Ayat Al-Qur’an
﴿وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ﴾
“Dan kepada Sulaiman Kami tundukkan angin yang bertiup kencang dengan perintahnya…”
(QS. Al-Anbiyā’: 81)
🧠 Tafsir Ulama
-
Imam Ath-Thabari: angin itu tunduk bukan karena Sulaiman kuat, tapi karena Allah berkehendak.
📚 Jāmi‘ul Bayān -
Ibnu Katsir: ini bukti bahwa kekuasaan terbesar tetap makhluk, bukan Tuhan.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr
🕌 Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَالِكُ
“Sesungguhnya Allah-lah pemilik sejati.”
(HR. Muslim)
📌 Pesan mimbar:
👉 Kekuasaan yang membuat sombong = fitnah
👉 Kekuasaan yang membuat tunduk = rahmat
🔷 2. NABI AYUB: UJIAN PANJANG & SABAR TANPA PROTES
(Ayat 83–84)
📖 Ayat
﴿أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ﴾
“Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau Maha Penyayang.”
🧠 Tafsir Ulama
-
Al-Qurthubi: Nabi Ayub tidak menyalahkan takdir, hanya menyebut kelemahannya.
📚 Al-Jāmi‘ li Ahkāmil Qur’ān -
Ibnu Taimiyah: doa Ayub adalah adab tertinggi dalam berdoa.
📚 Majmū‘ Fatāwā
🕌 Hadis Pendukung
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ
“Manusia paling berat ujiannya adalah para nabi.”
(HR. Tirmidzi – shahih)
📌 Pesan mimbar:
👉 Lama ujian ≠ Allah meninggalkan
👉 Sabar = jalan pembuka rahmat
🔷 3. DOA NABI YUNUS: TAUHID DI SAAT TERGELAP
(Ayat 87–88)
📖 Ayat
﴿لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ﴾
🧠 Tafsir Ulama
- Ibnu Katsir: doa ini mengandung tauhid, tasbih, dan pengakuan dosa – sebab dikabulkan.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr
🕌 Hadis Shahih
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا دَعَا بِهَا مَكْرُوبٌ إِلَّا فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ
“Tidaklah doa ini dibaca oleh orang yang tertimpa kesusahan kecuali Allah menghilangkan kesusahannya.”
(HR. Ahmad, Hakim – shahih)
📌 Pesan mimbar:
👉 Jangan tunggu sempurna untuk kembali
👉 Tauhid menyelamatkan dari kegelapan apa pun
🔷 4. DOA NABI ZAKARIA: HARAPAN DI USIA SENJA
(Ayat 89–90)
📖 Ayat
﴿رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا﴾
“Ya Rabbku, jangan Engkau biarkan aku seorang diri.”
🧠 Tafsir Ulama
- Fakhruddin Ar-Razi: doa ini menunjukkan bolehnya berharap meski secara logika mustahil.
📚 Mafātīhul Ghaib
🕌 Hadis
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ
“Berdoalah kepada Allah dengan yakin akan dikabulkan.”
(HR. Tirmidzi)
🔷 5. MARYAM: KESUCIAN YANG DITINGGIKAN
(Ayat 91)
📖 Ayat
﴿وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا﴾
“Dan Maryam yang menjaga kehormatannya…”
🧠 Tafsir Ulama
- Al-Baghawi: Maryam dimuliakan karena iffah (menjaga diri).
📚 Ma‘ālimut Tanzīl
📌 Pesan mimbar:
👉 Kemuliaan bukan dari sorotan, tapi dari penjagaan diri
🔷 6. SATU AGAMA, SATU TUHAN
(Ayat 92–93)
📖 Ayat
﴿إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً﴾
🧠 Tafsir Ulama
- Ibnu Katsir: semua nabi membawa tauhid yang sama, berbeda syariat.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr
🔷 7. AKHIR ORANG YANG LALAI
(Ayat 95–100)
📖 Ayat
﴿تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ﴾
“Terbelalaklah mata orang-orang kafir…”
🧠 Tafsir Ulama
- Asy-Syaukani: penyesalan saat itu tidak berguna lagi.
📚 Fathul Qadīr
🕌 Hadis Penutup
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ
“Orang cerdas adalah yang menghisab dirinya.”
(HR. Tirmidzi)
📚 DAFTAR KITAB RUJUKAN
- Tafsīr Ibnu Katsīr
- Jāmi‘ul Bayān – Ath-Thabari
- Al-Jāmi‘ li Ahkāmil Qur’ān – Al-Qurthubi
- Mafātīhul Ghaib – Ar-Razi
- Fathul Qadīr – Asy-Syaukani
- Riyādhush Shālihīn
- Shahih Bukhari & Muslim
Post a Comment