Ketika Bumi Menangis, Manusia Masih Tertawa
“Ketika Bumi Menangis, Manusia Masih Tertawa”
🔊 PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
Ashhadu an lā ilāha illallāh
wa ashhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Mari kita tundukkan hati…
Bukan kepala…
Tapi hati.
Karena malam ini…
Allah tidak sedang bertanya seberapa banyak ilmu kita
tapi seberapa dalam taubat kita.
🌍 BAGIAN 1: KERUSAKAN YANG KITA ANGAP BIASA
Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut…
Jamaah…
Allah tidak berkata “akan tampak”
tapi “telah tampak”.
Artinya…
bukan ramalan.
Ini kenyataan.
Hujan tidak turun…
Panen gagal…
Rumah tangga retak…
Anak berani melawan orang tua…
Lalu kita berkata:
“Ini zaman, Pak Ustadz…”
Padahal Allah berkata:
بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
Disebabkan perbuatan tangan manusia.
Bukan karena kurang pintar…
Bukan karena kurang modal…
Tapi karena maksiat yang dianggap sepele.
Dosa kecil…
kalau terus dilakukan…
akan jadi banjir murka.
😢 BAGIAN 2: ALLAH MENYAKITI AGAR KITA KEMBALI
لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا
Agar Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka…
Jamaah…
Allah tidak langsung menghancurkan.
Allah cuma “mencicipkan”.
Kalau langsung dihancurkan…
habis kita.
Sakit…
kehilangan…
air mata…
itu bukan selalu hukuman…
kadang itu alarm kasih sayang.
Tapi kita malah marah ke Allah…
Padahal Allah sedang berkata:
“Pulanglah…”
🧳 BAGIAN 3: SEJARAH YANG KITA ULANGI
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ
Berjalanlah di bumi…
Lihat kaum ‘Ād…
Lihat Tsamūd…
Mereka kuat…
Mereka maju…
Mereka kaya…
Tapi sombong.
Kuat tanpa sujud…
Pintar tanpa taubat…
Maju tanpa takut Allah…
ujungnya hancur.
⏳ BAGIAN 4: HARI ITU AKAN DATANG
مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ
Sebelum datang hari yang tidak bisa ditolak…
Jamaah…
Kiamat tidak bisa diundur.
Tidak bisa dinegosiasi.
Kalau malaikat maut datang…
Tidak peduli jabatan…
Tidak peduli umur…
Tidak peduli rencana.
Yang dibawa…
hanya amal…
🌧️ BAGIAN 5: HUJAN, HARAPAN, DAN KITA YANG MUDAH LUPA
Allah turunkan hujan…
kita senang…
Tapi ketika tanaman rusak…
kita kufur…
Nikmat datang → lupa Allah
Nikmat pergi → marah ke Allah
Padahal Allah berfirman:
فَانظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ
Lihatlah bekas-bekas rahmat Allah…
👶➡️👴 BAGIAN 6: KITA MENUA, AMAL KITA APA?
خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ
Dulu kita lemah…
Lalu kuat…
Lalu lemah lagi…
Rambut memutih…
Punggung membungkuk…
Langkah melambat…
Tapi dosa masih sama.
⚖️ BAGIAN 7: SAAT ALASAN TAK LAKU
لَا يَنفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ
Hari itu…
tidak ada alasan…
tidak ada pembelaan…
tidak ada “tapi”.
🕊️ PENUTUP
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ
Sabar dalam taat…
Sabar meninggalkan maksiat…
Sabar menunggu janji Allah…
🤲 DOA
Allahumma…
kami datang bukan membawa amal…
kami datang membawa dosa…
Ya Allah…
jika Engkau hukum kami…
kami pantas…
tapi jika Engkau ampuni kami…
itu karena rahmat-Mu…
Ya Allah…
ampuni dosa kami yang kami ingat…
dan yang kami lupa…
dosa mata kami…
dosa telinga kami…
dosa hati kami…
Ya Allah…
jangan Engkau jadikan musibah
sebagai murka…
jadikan ia jalan pulang…
Ya Allah…
hidupkan hati kami sebelum jasad kami mati…
Ya Allah…
jangan pisahkan kami dari Al-Qur’an…
Rabbana…
jangan Engkau akhiri hidup kami
kecuali dalam keadaan Engkau ridha…
آمين… آمين… آمين يا رب العالمين
Post a Comment