Ketika Ibu Terlalu Lelah untuk Bersabar
“Ketika Ibu Terlalu Lelah untuk Bersabar”
Parenting Islami: Menyembuhkan Jiwa Ibu, Menenangkan Anak
🌿 PEMBUKA
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Ibu-ibu yang Allah cintai…
Malam ini kita tidak sedang diuji dengan hafalan.
Tidak sedang ditanya siapa ibu terbaik.
🌧️ Malam ini kita sedang diajak jujur pada hati.
Ada ibu yang siangnya kuat… tapi malamnya menangis diam-diam.
Ada ibu yang di luar tersenyum… tapi di dalamnya lelah yang tidak pernah selesai.
Kalau malam ini ibu datang dengan hati yang berat, percayalah… Allah sedang memanggil ibu untuk dipeluk oleh rahmat-Nya.
🧠 BAGIAN I
Kenapa Ibu Mudah Marah?
Ibu-ibu…
Kadang kita marah bukan karena anak nakal.
Tapi karena:
- badan capek
- pikiran penuh
- luka lama belum sembuh
Dalam psikologi, ketika seseorang terlalu lama hidup dalam kondisi siaga terus-menerus (fight or flight), maka:
- otak emosi jadi dominan
- logika melemah
- sabar cepat habis
📌 Islam sudah menjelaskan ini sejak awal.
📖 Dalil Al-Qur’an
وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا
“Dan manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.”
(QS. An-Nisā’: 28)
📝 Tafsir Ibnu Katsir:
Lemah dalam menahan emosi dan dorongan jiwa. Karena itu manusia sangat butuh pertolongan Allah.
Ibu… Allah tahu kita lemah. Allah tidak heran dengan air mata kita.
Yang Allah minta hanya satu: kita kembali, bukan menyerah.
🔥 BAGIAN II
Marah Itu Naluri, Tapi Jangan Melukai
Marah bukan dosa.
Yang jadi dosa adalah marah yang melukai.
📖 Dalil Al-Qur’an
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia.”
(QS. Āli ‘Imrān: 134)
📝 Imam Al-Qurthubi:
Menahan marah bukan memendam, tapi mengendalikannya agar tidak merusak hubungan.
Ibu-ibu… Anak itu bukan musuh. Anak itu amanah yang sedang belajar mengelola dunia.
Kalau kita ajarkan dunia dengan bentakan, dia akan belajar takut, bukan adab.
🌧️ BAGIAN III
Luka Lama yang Tumpah ke Anak
Ibu-ibu yang dirahmati Allah…
Ada kemarahan yang bukan milik hari ini.
Kadang yang marah itu:
- anak kecil dalam diri kita
- yang dulu tidak didengar
- yang dulu dimarahi tanpa dipeluk
Maka hari ini, ketika anak kita bersuara keras, luka lama itu ikut berteriak…
📌 Anak hanya memicu, bukan penyebab.
Dan Rasulullah ﷺ datang membawa penyembuhan, bukan tekanan.
🌸 BAGIAN IV
Rasulullah dan Pola Asuh Penuh Rahmat
📖 Hadis Nabi ﷺ
«إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ»
“Kelembutan tidak ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya.”
(HR. Muslim)
📝 Imam An-Nawawi:
Kelembutan adalah kunci kebaikan dalam semua urusan, terutama mendidik keluarga.
Ibu…
Anak tidak butuh ibu yang tidak pernah marah.
Anak butuh ibu yang:
- mau berhenti
- mau minta maaf
- mau belajar pulih
Itulah ibu yang kuat di mata Allah.
🛑 BAGIAN V
Berhenti Sebelum Melukai (±10 menit)
📖 Hadis Rasulullah ﷺ
«إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ»
“Jika salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.”
(HR. Ahmad)
Diam itu ibadah.
Menjauh sejenak itu hikmah.
📌 Lebih baik anak melihat ibu diam menahan marah
daripada melihat ibu menyesal setelah melukai.
💡 BAGIAN VI
Merawat Jiwa Ibu adalah Amanah
📖 Dalil
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا»
“Sesungguhnya dirimu memiliki hak atasmu.”
(HR. Bukhari)
📌 Ibu yang kelelahan berhak istirahat.
📌 Ibu yang menangis berhak dipeluk Allah.
🌙 DOA
اللَّهُمَّ يَا اللَّهُ…
Ya Allah…
Malam ini kami datang bukan membawa prestasi,
kami datang membawa lelah.
Ya Allah…
Jika hari ini kami meninggikan suara pada anak kami,
padahal merekalah titipan-Mu…
Ampuni kami ya Allah…
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَاشْرَحْ صُدُورَنَا
Ya Allah…
Sembuhkan luka yang tidak pernah sempat kami ceritakan.
Tenangkan hati yang terlalu lama bertahan sendirian.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا سَكِينَةً
Ya Allah…
Jadikan rumah kami tempat pulang,
bukan tempat saling melukai.
Jika kami belum pandai bersabar, jangan Engkau ambil anak kami sebagai korban kelemahan kami..
Ya Allah…
Ajari kami menjadi ibu yang cukup baik di mata-Mu,
meski kami belum sempurna…
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Ya Allah…
Tenangkan anak-anak kami dengan ketenangan dari-Mu,
dan pulihkan kami… sebelum kami membesarkan mereka.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin…
Post a Comment