Ketika Penyimpangan Dijadikan Normal: Pelajaran Iman dari Kaum Luth & Ashabul Aikah
“Ketika Penyimpangan Dijadikan Normal: Pelajaran Iman dari Kaum Luth & Ashabul Aikah”
(QS Asy-Syu‘arā’: 161–180)
🌿 I. POLA SERUAN PARA NABI: TAKWA SEBAGAI PONDASI
QS Asy-Syu‘arā’: 161–164
Arab:
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemah:
“Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: Mengapa kalian tidak bertakwa?
Sesungguhnya aku adalah rasul yang dapat dipercaya bagi kalian.
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku tidak meminta upah sedikit pun atas seruanku ini; upahku hanyalah dari Rabb seluruh alam.”
🧠 Tafsir & Ulasan Ulama
- Ibnu Katsir:
Setiap nabi memulai dakwah dengan takwa karena takwa adalah akar dari semua kebaikan.
- Ath-Thabari:
Pernyataan “aku tidak meminta upah” adalah bukti keikhlasan dakwah.
📌 Pelajaran penting:
Dakwah yang tulus tidak menjual agama, tidak mencari popularitas, tidak mengharap bayaran.
😄 Humor reflektif:
“Kalau dakwah sudah pakai tarif… yang datang bukan jamaah, tapi pelanggan.”
🚨 II. PENYIMPANGAN FITRAH: DOSA YANG DINORMALISASI
QS Asy-Syu‘arā’: 165–166
Arab:
أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ
Terjemah:
“Mengapa kalian mendatangi laki-laki di antara manusia,
dan kalian tinggalkan istri-istri yang telah diciptakan Rabb kalian untuk kalian?
Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.”
🧠 Tafsir & Penjelasan
- Al-Qurthubi:
Ayat ini adalah dalil paling tegas tentang keharaman homoseksualitas dalam Islam.
- Ibnu Taimiyah:
Tidak ada dosa yang azabnya lebih cepat turun daripada perbuatan kaum Luth.
📌 Catatan penting:
Islam tidak membenci manusia, tapi menolak perbuatannya.
😄 Humor halus (aman mimbar):
“Kalau colokan dipaksa ke lubang yang salah, yang rusak bukan listriknya… tapi stop kontaknya.”
⚔️ III. KETIKA NASIHAT DIJAWAB DENGAN ANCAMAN
QS Asy-Syu‘arā’: 167–168
Arab:
قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ
Terjemah:
Mereka berkata: “Jika kamu tidak berhenti wahai Luth, pasti kamu termasuk orang yang diusir.”
Luth berkata: “Sesungguhnya aku sangat membenci perbuatan kalian.”
🧠 Tafsir
- Ibnu Katsir:
Beginilah reaksi kaum rusak: bukan bertaubat, tapi membungkam kebenaran.
📌 Relevansi zaman sekarang:
Yang menyeru kebenaran sering dicap:
- sok suci
- radikal
- tidak toleran
😄 Humor reflektif:
“Sekarang yang salah jadi sensitif, yang benar disuruh diam.”
🤲 IV. DOA NABI LUTH: SAAT TAK ADA LAGI HARAPAN MANUSIA
QS Asy-Syu‘arā’: 169
Arab:
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ
Terjemah:
“Ya Rabbku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”
📌 Pelajaran:
Jika dakwah ditolak, jangan putus doa.
🌪️ V. KESELAMATAN ORANG BERIMAN & KEBINASAAN YANG MEMBANGKANG
QS Asy-Syu‘arā’: 170–173
Arab:
فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ
Terjemah:
“Lalu Kami selamatkan dia dan keluarganya semuanya,
kecuali seorang perempuan tua yang termasuk yang tertinggal.
Kemudian Kami binasakan yang lain,
dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka sangat buruklah hujan bagi mereka yang telah diperingatkan.”
🧠 Tafsir
- Istri Nabi Luth binasa bukan karena zina, tapi karena mendukung kemaksiatan.
- Al-Qurthubi:
Ridha terhadap dosa sama dengan melakukan dosa itu sendiri.
😔 Renungan tajam:
Diam terhadap maksiat bisa berujung ikut binasa.
🧭 VI. KAIDAH UMUM: KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BERIMAN
QS Asy-Syu‘arā’: 174–175
Arab:
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Terjemah:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah, namun kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sungguh Rabbmu Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”
📌 Keseimbangan:
Allah Perkasa dalam azab
Allah Penyayang dalam taubat
⚖️ VII. ASHABUL AIKAH: RUSAK DALAM AKHLAK EKONOMI
QS Asy-Syu‘arā’: 176–180
Penduduk Aikah (kaum Syuaib) rusak dalam:
- kecurangan timbangan
- manipulasi ekonomi
- kezaliman transaksi
📚 Rujukan Tafsir:
- Tafsir Ibnu Katsir, Juz 6
- Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an – Al-Qurthubi
- Jami’ al-Bayan – Ath-Thabari
📜 DALIL SUNNAH PENGUAT
Hadis (HR. Tirmidzi)
Arab:
لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ
Terjemah:
“Kalian benar-benar harus menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau Allah hampir-hampir menurunkan azab kepada kalian.”
🎯 PENUTUP
🔹 Penyimpangan fitrah = kehancuran umat
🔹 Diam terhadap dosa = bahaya kolektif
🔹 Takwa adalah benteng terakhir
🔹 Dakwah boleh ditolak, doa jangan berhenti
Post a Comment