KETIKA KECURANGAN JADI BUDAYA, DAN AL-QUR’AN DITOLAK OLEH HATI
“KETIKA KECURANGAN JADI BUDAYA, DAN AL-QUR’AN DITOLAK OLEH HATI”
(QS Asy-Syu‘arā’: 181–200)
🌱 PENDAHULUAN TEMA
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Dalam Surah Asy-Syu‘arā’, Allah mengulang pola kehancuran umat:
- Penyimpangan akidah
- Kerusakan moral
- Kecurangan sosial & ekonomi
- Penolakan terhadap wahyu
Kaum Madyan (pengikut Nabi Syuaib) tidak terkenal dengan zina,
bukan dengan homoseks,
tapi dengan CURANG DALAM MUAMALAH.
Dan ternyata…
➡️ Allah menghancurkan mereka.
📖 AYAT 181–184
DOSA KECURANGAN: ZALIM YANG SERING DIREMEHKAN
🔹 Ayat & Terjemah
أَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُخْسِرِينَ
وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ
وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ
“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kalian merugikan orang lain.
Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
Dan janganlah kalian mengurangi hak manusia sedikit pun,
dan jangan kalian membuat kerusakan di muka bumi.
Dan bertakwalah kepada Allah yang menciptakan kalian dan umat-umat terdahulu.”
🧠 Tafsir Ulama
📚 Ibnu Katsir:
“Mengurangi timbangan adalah bentuk kezaliman yang tersembunyi, namun dampaknya merusak tatanan masyarakat.”
📖 Tafsir Ibnu Katsir, Juz 6
📚 Al-Qurthubi:
“Ayat ini menjadi dalil haramnya segala bentuk kecurangan, baik dalam jual beli, pekerjaan, jabatan, bahkan kesaksian.”
📖 Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an
🕌 Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.”
📚 (HR. Muslim no. 101)
😄 Humor Mimbar (ringan & mengena)
Jamaah…
timbangan curang itu bukan cuma di pasar…
📱 “Like palsu”
📄 “Laporan dilebihkan”
⏰ “Datang telat, pulang cepat”
Itu semua timbangan versi modern 😅
Cuma bedanya…
tidak pakai neraca, tapi pakai niat
⚡ AYAT 185–189
SAAT NASIHAT DITANTANG, AZAB PUN TURUN
🔹 Ayat & Terjemah
قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ
وَمَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا…
فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ…
“Mereka berkata: ‘Engkau hanyalah orang yang terkena sihir…
Engkau hanya manusia seperti kami…
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit!’”
🧠 Tafsir Ulama
📚 Ath-Thabari:
“Ini adalah puncak kesombongan: menantang azab sambil menolak kebenaran.”
📖 Jami‘ul Bayan
📚 Ibnu ‘Asyur:
“Kaum Madyan menolak bukan karena kurang bukti, tetapi karena kerakusan.”
📖 At-Tahrir wat-Tanwir
🔥 Azab “Hari Naungan” (يوم الظلة)
Allah kirim:
- Panas ekstrem
- Awan menaungi
- Saat mereka berkumpul… ➡️ turun api dari awan
📚 Tafsir Al-Baghawi
💬 Pelajaran:
Banyak manusia tertipu oleh “kenyamanan sementara”,
padahal itu pintu kehancuran.
📖 AYAT 192–200
AL-QUR’AN TURUN… TAPI HATI TERTUTUP
🔹 Ayat & Terjemah
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ
عَلَىٰ قَلْبِكَ… بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ
“Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam.
Dibawa oleh Ruhul Amin (Jibril),
ke dalam hatimu,
dengan bahasa Arab yang jelas.”
🧠 Tafsir Ulama
📚 Imam As-Suyuthi:
“Penyebutan ‘qalb’ menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami dengan akal, tapi dengan kebersihan hati.”
📖 Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an
📚 Ibnu Qayyim:
“Hati yang dipenuhi dosa akan menolak Al-Qur’an walau lisannya membacanya.”
📖 Al-Fawa’id
🕌 Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ…
“Fitnah-fitnah dipaparkan ke hati… hingga hati menjadi hitam.”
📚 (HR. Muslim no. 144)
😄 Humor Penutup Materi
Al-Qur’an diturunkan bahasa Arab
dibaca orang Indonesia
dipahami pakai Google 😄
Masalahnya bukan di bahasa…
tapi di hati yang menolak diatur
🌙 PENUTUP MATERI (Inti Pesan)
📌 Kecurangan bukan dosa kecil
📌 Muamalah rusak = iman rapuh
📌 Al-Qur’an bisa ditolak bukan karena tidak jelas,
tapi karena tidak sesuai hawa nafsu
📚 KITAB RUJUKAN UTAMA
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Jami‘ul Bayan – Ath-Thabari
- At-Tahrir wat-Tanwir – Ibnu ‘Asyur
- Al-Itqan – As-Suyuthi
- Shahih Muslim
Post a Comment