Langit Dijaga, Tauhid Dikhianati, dan Tangisan yang Terlambat

“Langit Dijaga, Tauhid Dikhianati, dan Tangisan yang Terlambat”


I. PEMBUKAAN

الحمد لله رب العالمين…
نحمده حمد الشاكرين، ونستعينه استعانة الضعفاء، ونستغفره استغفار المذنبين…

Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah…

Pada malam / siang yang penuh keberkahan ini,
marilah kita menundukkan hati sebelum jasad kita ditundukkan ke tanah,
marilah kita mendengarkan ayat-ayat Allah sebelum telinga kita ditutup oleh kematian.

Karena ada satu kenyataan yang pahit, jamaah…

Tidak semua yang mendengar Al-Qur’an, mau tunduk.
Tidak semua yang tahu kebenaran, mau taat.
Dan tidak semua yang tertawa hari ini, akan mampu tersenyum di akhirat.

Malam ini kita akan menyelami Surat Ash-Shaffāt ayat 1 sampai 20
— surat yang dimulai dengan kedisiplinan malaikat,
dan diakhiri dengan jeritan penyesalan manusia.


II. MALAIKAT YANG BERSAF, MANUSIA YANG BERPALING 

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا
فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا
فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا

“Demi malaikat-malaikat yang bersaf-saf….”

Jamaah…

Malaikat bersaf tanpa disuruh,
taat tanpa menawar,
beribadah tanpa lelah,
melaksanakan perintah tanpa bertanya kenapa.

📚 Ibnu Katsir berkata:

“Allah memulai surat ini dengan sumpah ketaatan malaikat agar manusia malu kepada dirinya sendiri.”

Bandingkan dengan kita…

  • Adzan dikumandangkan → kita menunda
  • Shalat dipanggil → kita berdalih
  • Al-Qur’an dibaca → kita sibuk dengan layar kecil di tangan

😔 Renungan

Malaikat tidak pernah capek beribadah,
kita capek padahal jarang ibadah.

Padahal malaikat tidak masuk surga karena shalat,
sementara kita masuk neraka karena meninggalkan shalat.


III. TAUHID YANG TEGAS, MANUSIA YANG AMBURADUL 

إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ…

“Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar ESA.”

Jamaah…

Ayat ini bukan diskusi,
bukan opini,
bukan debat.

Ini pernyataan mutlak dari langit.

Allah satu.
Perintah-Nya satu.
Kebenaran-Nya satu.

Tapi anehnya manusia…

  • Tuhan satu, tapi sesembahan banyak
  • Shalat ke masjid, tapi takut kehilangan dunia
  • Mengaku bertauhid, tapi rezeki dijadikan ilah

😄 Humor reflektif

Kita bilang Allah Maha Kaya,
tapi hati gemetar kalau dompet menipis.


IV. LANGIT DIJAGA, HATI DIBIARKAN 

وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ …

Jamaah…

Langit dijaga ketat.
Setan diusir tanpa kompromi.
Satu kata dicuri → meteor menyambar.

Tapi aneh…

Langit Allah jaga,
sementara hati kita kita biarkan terbuka.

  • Bisikan iri → masuk
  • Dengki → disimpan
  • Nafsu → dituruti
  • Dosa → dirawat

😔 Renungan tajam

Setan tidak perlu naik ke langit,
karena hatimu sudah jadi markasnya.


V. MANUSIA TANAH YANG SOMBONG 

إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّن طِينٍ لَّازِبٍ

“Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari tanah liat yang melekat.”

Jamaah…

Kita ini dari tanah,
makan dari tanah,
jatuh ke tanah,
dikubur di tanah…

Tapi sombongnya sampai ke langit.

📚 Imam Ar-Razi:

“Kesombongan manusia adalah kejahilan paling lucu.”

😄 Humor pahit

Tanah kalau diinjak diam,
manusia kalau ditegur marah.


VI. MENGINGKARI KEBANGKITAN, MENANGISI KENYATAAN 

أَإِذَا مِتْنَا… أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

Mereka menertawakan kebangkitan…

Tapi Allah menjawab:

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ

“Hanya satu teriakan saja…”

Tidak ada gladi.
Tidak ada latihan.
Tidak ada pengulangan.

Sekali tiup…
SEMUA BANGKIT.

Lalu terdengarlah jeritan paling jujur:

يَا وَيْلَنَا هَٰذَا يَوْمُ الدِّينِ

“Celakalah kami… inilah hari pembalasan.”

Jamaah…

Tidak ada lagi debat.
Tidak ada lagi alasan.
Tidak ada lagi kesempatan taubat.

Yang tersisa hanya:
penyesalan… yang sudah tidak berguna.


VII. TRANSISI DOA

Jamaah…
Jika malam ini malaikat maut datang…
ayat mana yang akan kita bantah?
dosa mana yang akan kita bela?


DOA 

اللهم…
يا الله…
kami datang kepada-Mu bukan sebagai orang saleh…
kami datang sebagai hamba yang penuh dosa

jika Engkau bangkitkan kami sekarang…
kami malu…
kami takut…
kami tidak siap…

Ya Allah…
ampuni dosa yang kami ingat…
dan dosa yang kami lupakan…
dosa yang tersembunyi…
dan dosa yang kami banggakan…

Ya Allah…
jangan jadikan kami orang yang menertawakan ayat-Mu
lalu menangis di hari pembalasan

Ya Allah…
jaga hati kami sebagaimana Engkau menjaga langit-Mu…
usir setan dari dada kami…
hidupkan iman sebelum kami dikuburkan…

Ya Allah…
jika hari ini adalah hari terakhir kami…
maka jadikan akhir hidup kami husnul khatimah

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا…
وهب لنا من لدنك رحمة…

وصلى الله على سيدنا محمد
وعلى آله وصحبه أجمعين
والحمد لله رب العالمين…



Tidak ada komentar