Memanfaatkan Kesempatan Sekilas: Hikmah Ilahiyah di Balik Momen Singkat
Memanfaatkan Kesempatan Sekilas: Hikmah Ilahiyah di Balik Momen Singkat
🌱 PEMBUKAAN
“Hadirin yang dirahmati Allah…
Ada orang nunggu inspirasi sambil duduk serius, mikir keras… tapi nggak dapat apa-apa.
Ada juga yang lagi santai, minum teh, eh… dapat ilham.
Berarti ilham itu kadang bukan datang karena dikejar, tapi karena kita siap menangkapnya.”
😄 Makanya jangan heran, ide besar kadang datang bukan di masjid, tapi di kamar mandi. Tapi bukan berarti kamar mandi lebih suci ya…
I. MAKNA “MEMANFAATKAN KESEMPATAN SEKILAS” DALAM PANDANGAN ISLAM
Dalam Islam, waktu dan momen bukan sekadar berjalan, tapi mengalir membawa pesan Allah.
📖 Dalil Al-Qur’an
1. QS. Al-‘Ashr: 1–3
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ...
Artinya:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh…”
🧠 Ulasan Ulama
- Imam Asy-Syafi’i berkata:
“Seandainya manusia merenungkan surat Al-‘Ashr saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.”
(Tafsir Ibnu Katsir)
➡️ Karena masa adalah ladang, dan kesempatan itu benihnya.
II. TELAGA MAWANG & FILOSOFI MENYULUT KILAT ⚡
Cerita Datoka ri Pa’gentungang menyulut rokok dari kilat bukan cerita mistik kosong, tapi simbol kecerdasan menangkap momen.
Analogi:
- Kilat: peristiwa sangat singkat
- Api rokok: hasil besar dari momen kecil
😄 Kalau kilat saja bisa dimanfaatkan, masa sinyal WiFi tetangga nggak?
(Tenang… bercanda, jangan dicontoh!)
III. CONTOH DUNIAWI: NEWTON & SINGER 🧠
Sir Isaac Newton
Buah apel jatuh bukan hal baru.
Tapi pertanyaan “mengapa” itulah yang mengubah dunia.
➡️ Dari apel jatuh → hukum gravitasi
➡️ Dari kejadian sepele → Taqdirullah kosmik
Singer (Penemu Mesin Jahit)
Ilham datang lewat mimpi, bukan proposal riset.
😄 Kalau semua mimpi ditafsirkan, mungkin tukang bakso mimpi sendok jatuh, besoknya jadi CEO perusahaan alat makan…
IV. ISLAM & KEPUASAN INTELEKTUAL 🧠❤️
Islam tidak anti-bertanya.
📖 QS. Al-Baqarah: 260
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ...
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: ‘Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.’ Allah berfirman: ‘Apakah engkau tidak beriman?’ Ibrahim berkata: ‘Aku beriman, tetapi agar tenteram hatiku.’”
🧠 Tafsir Ulama
- Fakhruddin Ar-Razi (Tafsir Al-Kabir):
“Iman tidak bertentangan dengan pencarian bukti, justru bukti memperkuat iman.”
➡️ Iman + akal = muthmainnah
V. TAFSIR QS. LUQMAN: 29 – “MEMASUKKAN SIANG KE DALAM MALAM” 🌍
📖 Ayat
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ
Artinya:
“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam?”
🔍 Penjelasan Ulama
- Ibnu Katsir: peralihan bertahap, bukan tiba-tiba
- Al-Qurthubi: perubahan waktu sesuai tempat dan musim
➡️ Bukan sekadar rotasi bumi, tapi relativitas pengalaman manusia terhadap waktu
Contoh Belanda (musim panas)
Orang mengucap “selamat malam” saat matahari masih tinggi.
😄 Kalau di Indonesia jam 5 sore sudah ditanya: “Maghrib di mana?”
➡️ Inilah siang yang masuk ke malam.
VI. HADIS: KESEMPATAN ADALAH AMANAH ⏳
📖 HR. Bukhari
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya:
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
Ulasan
- Ibnu Hajar Al-‘Asqalani:
“Kerugian terbesar bukan kehilangan harta, tapi kehilangan kesempatan beramal.”
😄 Kesehatan dipakai rebahan, waktu luang dipakai scroll… giliran sakit, baru sadar ayat ini.
VII. HUMOR REFLEKTIF (Bikin Ketawa tapi Nusuk)
“Setan itu tidak selalu mengajak maksiat…
kadang cuma bilang: ‘Nanti saja…’
Dan ‘nanti saja’ itu sering berubah jadi ‘tidak pernah’.”
😄😄😄
VIII. PENUTUP: PESAN UTAMA
- Allah berbicara lewat peristiwa kecil
- Ilham datang saat akal siap & hati tenang
- Orang beriman tidak melewatkan momen
- Kesempatan singkat bisa melahirkan perubahan besar
“Orang biasa melihat kejadian.
Orang cerdas melihat makna.
Orang beriman melihat tanda Allah.”
📚 KITAB RUJUKAN
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Tafsir Ar-Razi (Al-Kabir)
- Fathul Bari – Ibnu Hajar
- Al-Muwafaqat – Asy-Syatibi
Post a Comment