Nikmat, Ilmu, Syukur, dan Kehancuran Karena Kesombongan

Nikmat, Ilmu, Syukur, dan Kehancuran Karena Kesombongan


BAGIAN 1 — PEMBUKAAN 

Alhamdulillāh…
Alhamdulillāhilladzī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ardh,
segala puji hanya milik Allah…

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Coba kita jujur malam ini…
berapa banyak nikmat yang kita nikmati tanpa pernah kita syukuri secara sadar?

Kita bangun pagi…
mata masih bisa melihat,
paru-paru masih menghirup udara gratis,
jantung berdetak tanpa kita bayar cicilan.

Tapi sering kali…
yang kita hitung justru yang tidak kita miliki.

😄 Humor pembuka (ringan):

“Nikmat itu kayak WiFi rumah… baru terasa penting pas mati.”

Allah membuka Surah Saba’ bukan dengan ancaman,
tapi dengan pujian kepada Diri-Nya sendiri,
seolah Allah ingin berkata:

“Kalau kalian lupa memuji-Ku, Aku tidak lupa memuji Diri-Ku.”


BAGIAN 2 — ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALANYA 

QS Saba’ : 2

Allah mengetahui apa yang masuk ke bumi,
apa yang keluar darinya,
apa yang turun dari langit,
dan apa yang naik kepada-Nya.

Hadirin…
kalau hujan tahu ke mana harus jatuh,
kalau benih tahu kapan harus tumbuh,
masa air mata kita Allah tidak tahu sebabnya?

😄 Humor reflektif:

“HP kita dikunci sidik jari, tapi dosa kita kebuka semua di hadapan Allah.”

Ibnu Katsir berkata:

“Ayat ini menanamkan muraqabah — merasa diawasi Allah di setiap keadaan.”

Bukan untuk menakut-nakuti…
tapi agar kita merasa ditemani.


BAGIAN 3 — PENOLAKAN KIAMAT & PENIPUAN DIRI 

QS Saba’ : 3

Orang kafir berkata:

“Hari Kiamat tidak akan datang.”

Hadirin…
tidak semua orang yang menolak kiamat itu kafir secara lisan,
sebagian menolaknya dengan gaya hidup.

😄 Humor tajam (jamaah biasanya tertawa pahit):

“Kalau benar percaya akhirat,
kenapa rencana dunia kita 20 tahun,
tapi rencana mati cuma ‘nanti tobat’?”

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jadilah engkau di dunia seperti musafir.”

Musafir itu tidak ribut dekor rumah…
karena dia tahu dia akan pergi.


BAGIAN 4 — BALASAN IMAN & KEINGKARAN 

QS Saba’ : 4–5

Allah tidak zalim…
Allah hanya adil.

Yang beriman dan beramal saleh:

  • ampunan
  • rezeki mulia

Yang menentang ayat Allah:

  • azab pedih

😄 Humor analogi:

“Di dunia kita bisa edit foto,
tapi di akhirat Allah buka file RAW.”

Sekecil apa pun amal kita…
tidak pernah sia-sia.


BAGIAN 5 — ILMU MENUNTUN KEPADA KEBENARAN 

QS Saba’ : 6

Orang berilmu tahu…
Al-Qur’an itu benar.

Bukan karena ikut-ikutan,
tapi karena mereka memahami.

😄 Humor cerdas:

“Ilmu tanpa iman itu kayak Google Maps tanpa tujuan… muter-muter.”

Ilmu sejati membuat:

  • hati tunduk
  • bukan sombong

BAGIAN 6 — NIKMAT BESAR, UJIAN BESAR 

Kisah Daud – Sulaiman – Kaum Saba’

Daud diberi kekuatan,
Sulaiman diberi kekuasaan,
Saba’ diberi negeri paling nyaman.

Tapi…
nikmat yang tidak disyukuri
berubah menjadi bencana.

😄 Humor pahit (lalu suasana mulai hening):

“Kaum Saba’ itu bukan miskin…
mereka kebanyakan gengsi.”

Mereka minta:

“Ya Rabb, jauhkan perjalanan kami.”

Artinya:

“Kami tidak mau susah bareng orang miskin.”

Dan Allah kabulkan…
dengan kehancuran.


BAGIAN 7 — IBLIS & MANUSIA 

QS Saba’ : 20

Iblis tidak memaksa…
dia hanya membujuk perlahan.

😄 Humor sunyi:

“Setan tidak bilang ‘maksiat sekarang’,
dia bilang ‘nanti aja’.”

Dan “nanti” itu…
kadang tidak pernah datang.


BAGIAN 8 — PENUTUP 

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Kalau malam ini Allah ambil nyawa kita…
nikmat mana yang belum sempat kita syukuri?
dosa mana yang belum sempat kita taubati?


DOA 

اللهم يا الله…
Jika hari ini kami masih bernapas,
itu bukan karena kami pantas,
tapi karena Engkau Maha Penyayang…

Ya Allah…
kami sering menikmati nikmat-Mu,
tapi lupa menyebut nama-Mu…

kami sering meminta,
tapi jarang bersyukur…

Ya Allah…
jangan Engkau jadikan kami seperti kaum Saba’,
yang Engkau beri segalanya,
lalu Engkau cabut semuanya…

Ya Allah…
ampuni dosa kami yang kami tahu,
dan dosa yang kami lupa…

ampuni air mata yang kami tahan,
ampuni sujud yang kami tinggalkan…

Ya Allah…
jika malam ini adalah malam terakhir kami,
jadikan ia malam taubat,
bukan malam penyesalan…

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
Wahai Rabb kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk…

Ya Allah…
terimalah kami
dengan rahmat-Mu…
bukan dengan keadilan-Mu…

Āmīn… Āmīn… Yā Rabbal ‘Ālamīn…



Tidak ada komentar