Nikmat, Kesombongan, dan Hari Manusia Berlutut
“Nikmat, Kesombongan, dan Hari Manusia Berlutut”
🌙 NIKMAT BESAR BISA JADI UJIAN BESAR
📖 Ayat
{ وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ }
“Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Bani Israil Kitab, hukum, dan kenabian.”
{ وَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ }
“Dan mereka tidak berselisih kecuali setelah datang ilmu kepada mereka karena kedengkian.”
💡 Tadabbur
Ilmu tidak otomatis melahirkan ketaatan.
Ilmu bisa menjadi cahaya,
bisa pula menjadi senjata ego.
📜 Kisah Ulama Salaf
Imam Malik رحمه الله pernah berkata:
“Ilmu itu bukan banyaknya riwayat,
tapi cahaya yang Allah letakkan di hati.”
📚 Jāmi‘ Bayān al-‘Ilm
🎭 humor santri tipis
“Ada orang ilmunya nambah,
akhlaqnya malah update terakhir tahun kemarin.”
🌙 SYARIAT ITU JALAN, BUKAN OPSI
📖 Ayat
{ ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا }
“Kemudian Kami jadikan engkau di atas suatu syariat, maka ikutilah ia.”
💡 Penekanan
Syariat bukan menu prasmanan:
ambil yang enak, tinggal yang berat.
📜 Kisah Salaf
Imam Ahmad bin Hanbal disiksa, dipenjara,
dicambuk karena mempertahankan aqidah.
Saat ditanya:
“Sampai kapan engkau bertahan?”
Beliau menjawab:
“Sampai aku mati di atas kebenaran.”
📚 Siyar A‘lam an-Nubalā’
“Santri kuat begadang,
tapi disuruh istiqamah malah ngantuk.”
🌙 TEMAN SALAH TIDAK MENYELAMATKAN
📖 Ayat
{ إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا }
“Sesungguhnya mereka tidak akan dapat menolongmu sedikit pun dari Allah.”
📜 Kisah Salaf
Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله berkata:
“Hati-hati berteman dengan orang yang rusak,
karena dia akan menyeretmu tanpa kau sadari.”
“Teman ngajak ngopi bisa cepat,
tapi ngajak ngaji bilangnya: ‘nanti dulu’.”
🌙 AL-QUR’AN ITU MATA HATI
📖 Ayat
{ هَٰذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ }
“Al-Qur’an ini adalah cahaya pandangan bagi manusia.”
📜 Kisah Salaf
Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه berkata:
“Seandainya hati kita bersih,
ia tidak akan pernah kenyang dari Al-Qur’an.”
“Baca WA berkali-kali gak bosan,
baca Qur’an lima ayat bilang capek.”
🌙 HIDUP TANPA AKHIRAT = KEBODOHAN PALING MAHAL
📖 Ayat
{ أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ }
“Apakah Kami menyamakan orang beriman dengan orang berdosa?”
{ وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا }
“Mereka berkata: tidak ada kehidupan selain dunia.”
📜 Kisah Salaf
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:
“Dunia telah pergi membelakangi,
akhirat datang mendekat.
Jadilah anak akhirat,
jangan jadi budak dunia.”
“Manusia takut miskin,
tapi gak takut bangkrut pahala.”
🌙 AYAT DIBACA, HATI DITUTUP
📖 Ayat
{ وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا }
“Jika ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka…”
📜 Kisah Salaf
Hasan Al-Bashri رحمه الله menangis saat membaca Al-Qur’an.
Ditanya: “Kenapa menangis?”
Beliau menjawab:
“Aku takut ayat ini turun tentang diriku.”
“Kalau ayat neraka dibaca masih santai,
mungkin hati kita sudah kebal.”
🌙 HARI MANUSIA BERLUTUT
📖 Ayat
{ وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً }
“Engkau akan melihat setiap umat berlutut.”
Semua jabatan hilang,
semua gelar gugur,
yang tersisa hanya amal.
📜 Kisah Salaf
Sufyan Ats-Tsauri berkata:
“Aku menangis bukan karena takut neraka,
tapi takut amalanku ditolak.”
“Di dunia kita duduk santai,
di akhirat… semua berlutut.”
🌙 KITAB AMAL TIDAK BISA DIEDIT
📖 Ayat
{ هَٰذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ }
“Inilah kitab Kami yang berbicara dengan kebenaran.”
📜 Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:
“Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab.”
“Di dunia salah bisa hapus chat,
di akhirat… gak ada tombol delete.”
🌙 AKIBAT SOMBONG KEPADA AYAT
📖 Ayat
{ أَفَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ }
⏸
📜 Imam Al-Ghazali رحمه الله:
“Ilmu tanpa amal adalah kegilaan,
amal tanpa ilmu adalah kesesatan.”
🌙 PENYESALAN TERLAMBAT
📖 Ayat
{ الْيَوْمَ نَنسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ }
“Hari ini Kami lupakan kalian sebagaimana kalian melupakan Kami."
🌙 PENUTUP
📖 Ayat
{ فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ }
Segala puji hanya milik Allah,
Tuhan langit, bumi, dan segala keagungan.
🌙 PENUTUP
Malam Jum’at ini…
kalau belum bisa jadi wali,
jangan mati sebagai pembangkang.
Kalau belum sempurna taat,
jangan berhenti menangis di hadapan Allah.
Post a Comment