Penyesalan yang Terlambat & Keteguhan Dakwah Nabi Nuh ‘Alaihissalām
“Penyesalan yang Terlambat & Keteguhan Dakwah Nabi Nuh ‘Alaihissalām”
(QS Asy-Syu‘arā’: 101–120)
🕊️ PEMBUKAAN
Hadirin rahimakumullah…
Di dunia ini, tidak semua penyesalan datang tepat waktu.
Ada penyesalan yang datang saat tangan sudah terbelenggu,
ada yang muncul saat mulut ingin bicara tapi lidah sudah kaku,
dan ada penyesalan…
yang baru hadir saat api neraka sudah terlihat dengan mata kepala sendiri.
Al-Qur’an menggambarkan penyesalan paling pahit itu dalam QS Asy-Syu‘arā’.
🔥 1. PENYESALAN DI AKHIRAT: TERLAMBAT TOTAL
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 101–102
Teks Arab:
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah:
“Dan tidak ada lagi bagi mereka seorang teman yang setia. Maka mereka berkata, ‘Sekiranya kami dapat kembali (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.’”
🧠 Tafsir & Ulasan Ulama
-
Imam Al-Qurthubi:
“Ash-shadīqul ḥamīm adalah sahabat yang peduli di dunia dan akhirat. Di neraka, semua hubungan dunia runtuh.”
📚 Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān -
Ibnu Katsir:
Kata “lau” (لَوْ) di sini adalah tamanni mustaḥīl — angan-angan yang mustahil dikabulkan.
📚 Tafsīr Ibnu Katsīr
🎯 Pesan Dakwah
Di dunia:
- Salah ➝ masih bisa minta maaf
- Dosa ➝ masih bisa taubat
- Jauh ➝ masih bisa pulang
Di akhirat:
❌ Tidak ada teman curhat
❌ Tidak ada kesempatan kedua
📌 Humor ringan:
“Di dunia, kita kalau salah masih bisa bilang: ‘Eh, ulangi dong…’
Di akhirat? Malaikat bilang: ‘Maaf, tombol repeat sudah dicabut.’”
🌱 2. KISAH IBRAHIM & HIKMAH BESAR
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 103–104
Arab:
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Terjemah:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”
⚖️ Dua Nama Allah
- Al-‘Azīz → Maha Perkasa (adil, tegas)
- Ar-Raḥīm → Maha Penyayang (lembut, pengampun)
📌 Imam Fakhruddin Ar-Razi:
“Allah menyandingkan ‘Azīz dan Raḥīm agar manusia tidak hanya takut, tapi juga berharap.”
📚 Mafātīḥ al-Ghayb
🚢 3. DAKWAH PANJANG NABI NUH: SETIA MESKI DICACI
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 105–110
Arab:
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ … فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Terjemah Ringkas:
“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul… Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
🧠 Catatan Ulama
-
Kenapa satu rasul disebut ‘para rasul’?
Karena mendustakan satu nabi = mendustakan seluruh risalah tauhid
📚 Tafsir Al-Baghawi -
950 tahun berdakwah (QS Al-‘Ankabut: 14)
Bayangkan…ceramah 950 tahun, jamaahnya itu-itu juga 😅
📌 Humor mimbar:
“Kalau hari ini ada dai ceramah 1 jam saja jamaah bilang ‘kepanjangan’,
Nabi Nuh ceramah 950 tahun… komentarnya tetap sama: ‘Bohong!’”
💰 4. DAI TULUS: TANPA TARIF
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 109
Arab:
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemah:
“Aku tidak meminta upah kepada kalian, upahku hanyalah dari Tuhan semesta alam.”
📌 Hadis Pendukung:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ
“Siapa yang mengajak kepada petunjuk, baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya.”
📚 HR. Muslim no. 2674
👎 5. ORANG BERIMAN DIHINA
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 111
Arab:
أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ
Terjemah:
“Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina?”
📌 Ibnu Katsir:
“Ini penyakit klasik: merasa iman harus elit.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir
📌 Humor sindiran halus:
“Ada yang bilang: ‘Kalau ustaznya tidak viral, jamaahnya tidak sultan, saya tidak ikut.’
Ternyata ini penyakit sejak zaman Nabi Nuh.”
⚖️ 6. PRINSIP AGUNG: JANGAN HAKIMI IMAN
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 112–114
Arab:
وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah:
“Aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.”
📌 Imam An-Nawawi:
“Menilai iman manusia adalah hak Allah, bukan hak makhluk.”
📚 Syarḥ Shahih Muslim
🌧️ 7. DOA
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 117–118
Arab:
رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ … وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Terjemah:
“Ya Tuhanku, kaumku telah mendustakan aku… maka selamatkanlah aku dan orang-orang beriman bersamaku.”
📌 Hadis:
اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
📚 HR. Bukhari no. 2448
🌊 8. AKHIR CERITA: SELAMAT & BINASA
📖 QS Asy-Syu‘arā’: 119–120
Terjemah:
“Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di kapal… lalu Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa.”
📌 Pelajaran Besar:
- Kapal itu kecil
- Tapi iman lebih besar dari gelombang
🌟 PENUTUP
Hadirin…
Jangan tunggu berkata:
“Seandainya aku kembali ke dunia…”
Karena hari ini kita masih bisa berkata:
“Ya Allah, aku kembali kepada-Mu.”
Post a Comment