SAAT ALLAH TIDAK LAGI MENEGUR… TAPI LANGSUNG MEMBUNGKAM
“SAAT ALLAH TIDAK LAGI MENEGUR… TAPI LANGSUNG MEMBUNGKAM”
🔹 PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Yang masih memberi kita waktu…
Padahal dosa kita sudah pantas mengundang murka-Nya…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ…
Manusia yang menangis bukan karena dunia,
tetapi karena takut umatnya binasa oleh dosa-dosanya sendiri…
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Malam ini…
kita tidak sedang membahas orang lain…
Kita sedang membongkar diri kita sendiri…
Karena sering kali…
yang kita takutkan itu miskin, gagal, dihina manusia
Tapi yang jarang kita takuti… adalah murka Allah
🔹 BAGIAN 1
ALLAH TIDAK LANGSUNG MENGAZAB
Jamaah sekalian…
Allah tidak pernah zalim…
Allah tidak menghancurkan satu kaum pun sebelum mengingatkan
Fir’aun itu tidak langsung ditenggelamkan
Kaum ‘Ad tidak langsung disapu angin
Kaum Tsamud tidak langsung disambar petir
⚠️ Semua diawali dengan peringatan…
Nabi diutus…
Ayat dibacakan…
Hati diketuk…
Dosa ditegur…
Tapi tahu kapan kehancuran datang?
➡️ Saat peringatan diolok-olok
➡️ Saat dosa dinormalisasi
➡️ Saat maksiat dibela dengan logika
Dan yang paling mengerikan…
Saat Allah berhenti menegur…
Karena tanda Allah murka itu bukan musibah besar
Tapi…
❗ maksiat yang terasa biasa
❗ dosa yang tak lagi membuat kita gelisah
🔹 BAGIAN 2
KITA MENYALAHKAN ZAMAN, PADAHAL DOSA KITA SENDIRI
Jamaah…
Kita sering berkata:
- “Zaman sekarang berat, Ustadz…”
- “Godaan makin gila…”
- “Lingkungan rusak…”
🟥 Tapi jarang kita berkata:
- “Shalatku yang rusak…”
- “Mataku yang liar…”
- “Hartaku yang bercampur haram…”
- “Lisanku yang melukai…”
Fir’aun binasa bukan karena singgasananya
Tapi karena kesombongannya
Kaum-kaum terdahulu hancur bukan karena kekuatan musuh
Tapi karena kezaliman mereka sendiri
Allah berfirman (makna):
“Kami tidak membinasakan suatu negeri kecuali penduduknya zalim…”
Bukan Allah yang jahat…
kitalah yang terlalu berani melanggar batas
🔹 BAGIAN 3
SAAT DOSA TAK LAGI MEMBUAT TAKUT
Jamaah…
Dulu…
- Dengar azan → hati bergetar
- Baca ayat → mata basah
- Ingat neraka → lutut lemas
Sekarang?
- Azan jadi backsound
- Al-Qur’an jadi pajangan
- Neraka jadi bahan bercanda
🟥 Ini bukan sekadar kelalaian…
Ini gejala hati yang mengeras
Kalau malam ini Allah cabut nyawa kita…
- Dengan shalat yang bolong…
- Dengan dosa tersembunyi…
- Dengan hak orang yang belum kita kembalikan…
👉 Kita siap menghadap-Nya?
🔹 BAGIAN 4
ALLAH MASIH MEMBUKA PINTU TAUBAT
Jamaah…
Kalau malam ini Allah masih mempertemukan kita dengan majelis ini
Itu tandanya…
✨ Allah belum menyerah pada kita
✨ Allah masih ingin kita pulang
Taubat itu bukan untuk orang suci
Taubat itu untuk orang yang sadar dirinya kotor
Selama napas belum di tenggorokan…
Selama mata masih bisa menangis…
Selama hati masih bisa bergetar…
➡️ Pintu taubat masih terbuka
🤲 DOA PENUTUP
Allahumma…
Ya Allah…
Kami datang malam ini bukan membawa amal…
Kami datang membawa dosa… dan air mata…
Ya Allah…
Jika Engkau hukum kami…
Kami tidak punya alasan membela diri…
Ya Allah…
Ampuni shalat kami yang kami lalaikan…
Ampuni mata yang berkhianat…
Ampuni hati yang lebih cinta dunia daripada akhirat…
Ya Allah…
Jangan jadikan kami seperti kaum yang Engkau binasakan…
Yang diingatkan… tapi membangkang…
Yang ditegur… tapi sombong…
Ya Allah…
Hancurkan kezaliman dalam diri kami…
Hancurkan kesombongan di hati kami…
Hancurkan dosa yang kami peluk diam-diam…
Ya Allah…
Terimalah taubat kami sebelum nyawa ini Engkau cabut…
Sebelum mulut ini terkunci…
Sebelum tangan ini tak bisa lagi sujud…
Ya Allah…
Jangan wafatkan kami kecuali dalam keadaan Engkau ridha…
Kumpulkan kami bersama Nabi-Mu…
Dan jauhkan kami dari api neraka…
Rabbana taqabbal minna…
Innaka Antas-Samī‘ul-‘Alīm…
Wa tub ‘alaina…
Innaka Antat-Tawwābur-Rahīm…
Aamiin… Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘Alamin…
Post a Comment