SAAT PERINGATAN DIABAIKAN, AZAB DATANG TANPA PERMISI

“SAAT PERINGATAN DIABAIKAN, AZAB DATANG TANPA PERMISI”

(QS Asy-Syu‘arā’ 201–227)

PEMBUKAAN

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…

Jamaah…
malam ini…
kita tidak sedang mendengar ceramah…

kita sedang dipanggil…

ALLAH MEMBERI WAKTU, BUKAN IZIN

Ada orang…
hidupnya tenang…
maksiat jalan…
ibadah ditinggal…

lalu dia berkata:
“Buktinya saya aman-aman saja.”

Saudara-saudaraku…
aman… belum tentu selamat.


📖 Ayat 201–202 

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ
فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُون

Azab…
tidak datang sambil mengetuk pintu…

ia datang…
saat kita sedang merasa aman…

AZAB TIDAK MENUNGGU TAUBAT KITA

Berapa banyak orang berkata:
“Nanti saja taubatnya…”

Tapi…
berapa banyak yang wafat tanpa “nanti”?

Kuburan…
penuh orang baik…
dan penuh orang yang berniat taubat tapi tak sempat.

KENIKMATAN BUKAN JAMINAN

📖 Ayat 205–207

أَفَرَأَيْتَ إِن مَّتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ
ثُمَّ جَاءَهُم مَّا كَانُوا يُوعَدُونَ
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا يُمَتَّعُونَ

Rumah besar…
jabatan tinggi…
rekening tebal…

semuanya gugur… saat azab datang.


☕ Humor 

Saudara…
amal itu seperti sinyal…

kalau kosong…
di akhirat: “no service”.

ALLAH TIDAK PERNAH ZALIM

📖 Ayat 208–209

وَمَا أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ
وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ

Allah tidak pernah menghancurkan…
tanpa mengingatkan…

Nasihat yang kita abaikan…
rasa gelisah yang kita matikan…

itu semua…
peringatan yang kita buang.

AL-QUR’AN BUKAN BISIKAN SETAN

Ada orang berkata:
“Ah… itu cuma perasaan…”

Saudara…
Al-Qur’an bukan perasaan.

Ia wahyu…
yang menghancurkan dalih kita satu per satu…

ALLAH MELIHAT SUJUD & MAKSIAT KITA

📖 Ayat 218–219

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ
وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Allah melihat kita…
saat shalat…

dan saat kita sendirian…

Tidak ada maksiat rahasia…
yang tidak disaksikan langit…

LISAN, KONTEN, DAN DOSA YANG DIREMEHKAN

Dulu…
penyair menyesatkan…

sekarang…
konten menyesatkan.

Dusta dibungkus hiburan…
maksiat dibungkus lucu…

lalu kita bilang:
“Cuma bercanda…”

Di hadapan Allah…
tidak ada dosa bercanda.

Saudara-saudaraku…

jika malam ini…
Allah cabut nyawa kita…

dosa mana yang paling kita takutkan dibuka?

Tangisan bukan tanda lemah…

ia tanda hati masih hidup.

DOA 

Allahumma…
kami terlalu sering menunda…

kami tahu dosa kami…
tapi kami lebih sering mencintainya…

Jika Engkau hancurkan kami karena maksiat…
kami tidak bisa membantah…

tapi jika Engkau ampuni…
itu karena rahmat-Mu…
bukan karena layaknya kami…

Jangan biarkan kami
baru sadar…
saat azab sudah terlihat…

Terimalah taubat kami malam ini…
sebelum semua pintu ditutup…

Āmīn… Āmīn… Āmīn…



Tidak ada komentar