Sikap Seorang Muslim Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

Sikap Seorang Muslim Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

(التَّعَامُلُ مَعَ الْفِتَنِ )

Materi ini siap disampaikan sebagai ceramah/kajian, dilengkapi:

  • Dalil Al-Qur’an & Sunnah (teks Arab + terjemahan)
  • Komentar dan ulasan ulama
  • Rujukan kitab klasik dan kontemporer

Pendahuluan

Fitnah adalah sunnatullah yang pasti terjadi, terlebih menjelang akhir zaman. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang banyaknya fitnah yang menguji iman, akhlak, dan istiqamah seorang Muslim.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعَرَّضَتِ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا
“Fitnah-fitnah akan dipaparkan kepada hati-hati manusia, sedikit demi sedikit.”
(HR. Muslim no. 144)

📘 Rujukan:

  • Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi

1️⃣ Memperbanyak Ibadah dan Mendekat kepada Allah

Dalil dari Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ
“Beribadah di masa kekacauan (fitnah) seperti hijrah kepadaku.”
(HR. Muslim no. 2948)

Terjemahan Makna:
Ibadah di masa fitnah bernilai sangat besar, sebagaimana pahala hijrah kepada Rasulullah ﷺ.

Dalil dari Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ۝ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
(QS. Al-Ahzab: 41–42)

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

Makna hadis ini adalah keutamaan ibadah ketika manusia lalai, karena sulitnya istiqamah di tengah fitnah.

📘 Rujukan:

  • Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi
  • Fath al-Bari, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani

2️⃣ Menjauhi Tempat dan Sebab Fitnah

Dalil dari Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ
“Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya.”
(HR. Al-Bukhari no. 52, Muslim no. 1599)

Dalil dari Al-Qur’an

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
(QS. Al-Isra’: 32)

Artinya:
“Dan janganlah kalian mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

Penjelasan Ulama

Ibnu Al-Qayyim رحمه الله berkata:

Hati itu lemah, dan syubhat adalah pencuri iman. Barang siapa meremehkannya, maka imannya akan dicuri tanpa ia sadari.

📘 Rujukan:

  • Ighatsatul Lahfan, Ibnul Qayyim
  • Al-I’tisham, Imam Asy-Syathibi

3️⃣ Menjaga Lingkungan dan Sahabat yang Saleh

Dalil dari Al-Qur’an

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
(QS. Al-Kahfi: 28)

Artinya:
“Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka pagi dan petang dengan mengharap wajah-Nya.”

Dalil dari Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu tergantung agama temannya, maka perhatikanlah siapa yang menjadi teman dekatmu.”
(HR. Abu Dawud no. 4833)

Penjelasan Ulama

Imam Al-Ghazali رحمه الله berkata:

Teman yang saleh adalah penopang iman, sedangkan teman yang buruk adalah sebab rusaknya agama.

📘 Rujukan:

  • Ihya’ Ulumiddin, Al-Ghazali
  • Al-Ukhuwah, Ibnu Abi Dunya

4️⃣ Berdakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Dalil dari Al-Qur’an

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
(QS. Ali ‘Imran: 110)

Artinya:
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.”

Dalil dari Sunnah

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ…
(HR. Muslim no. 49)

Penjelasan Ulama

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di رحمه الله:

Amar ma’ruf nahi munkar adalah benteng masyarakat dari kehancuran fitnah.

📘 Rujukan:

  • Taisir al-Karim ar-Rahman, As-Sa’di

5️⃣ Memperbanyak Doa agar Husnul Khatimah

Dalil dari Sunnah

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِي خَوَاتِيمَهَا
“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amal perbuatanku adalah penutupnya.”

Penjelasan Ulama

Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله berkata:

Nilai amal seseorang ditentukan oleh penutupnya.

📘 Rujukan:

  • Jami’ al-‘Ulum wal Hikam, Ibn Rajab

Penutup

رَعَاكُمُ اللَّهُ، وَثَبَّتَنَا جَمِيعًا عَلَى صِرَاطِهِ الْمُسْتَقِيمِ، وَجَعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَالنَّعِيمِ.

Semoga Allah menjaga kita semua, meneguhkan kita di atas jalan-Nya yang lurus, dan menjadikan kita termasuk penghuni surga dan kenikmatannya.



Tidak ada komentar