TAUHID: AKAR KEHIDUPAN, CAHAYA KESELAMATAN
“TAUHID: AKAR KEHIDUPAN, CAHAYA KESELAMATAN”
🟢 PEMBUKAAN
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan yang menciptakan langit tanpa tiang, bumi tanpa pasak, dan hati manusia tanpa sekrup—makanya sering longgar imannya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ,
manusia yang paling lurus tauhidnya, paling bersih hatinya, paling jujur lisannya, dan paling sabar menghadapi umat yang kadang… shalatnya rajin, tapi tauhidnya sering bolong.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Hari ini kita tidak sekadar berbicara tentang agama.
Kita akan berbicara tentang AKAR KEHIDUPAN.
Karena tauhid itu bukan cabang, tapi akar.
Kalau akarnya rusak, batangnya tumbang, daunnya gugur, buahnya pahit.
🟢 BAGIAN I
TAUHID: WAHYU YANG MENYATUKAN SEMUA NABI (±25 MENIT)
Allah berfirman:
حم عسق
“Ḥā Mīm. ‘Ain Sīn Qāf.”
(QS. Asy-Syūrā: 1–2)
Para ulama berkata:
“Huruf muqaththa‘āt ini adalah isyarat bahwa Al-Qur’an datang dari Allah, bukan hasil rekayasa manusia.”
📚 Tafsīr Ibn Katsīr
Lalu Allah berfirman:
كَذَٰلِكَ يُوحِي إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana mewahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu.”
(QS. Asy-Syūrā: 3)
👉 Pesan besarnya:
Tauhid bukan ajaran baru, bukan produk Arab, bukan budaya Timur Tengah.
Tauhid adalah pesan langit sejak Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad ﷺ.
📌 Imam Ath-Thabari berkata:
“Pokok seluruh wahyu para nabi adalah mengesakan Allah dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan.”
📚 Tafsīr Ath-Thabarī
🎯 HUMOR :
Jamaah sekalian,
Kadang kita bangga bilang: “Saya ini Islam turun-temurun.”
Padahal yang turun-temurun itu KTP, bukan tauhid.
Tauhid itu harus naik setiap hari, bukan cuma diwariskan.
🟢 BAGIAN II
ALLAH SATU-SATUNYA PEMILIK SEMESTA (±25 MENIT)
Allah berfirman:
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
(QS. Asy-Syūrā: 4)
👉 Ini tauhid rubūbiyyah:
- Yang mencipta: Allah
- Yang mengatur: Allah
- Yang memberi rezeki: Allah
📌 Ibn Taymiyyah رحمه الله berkata:
“Mengakui Allah sebagai Pencipta saja belum cukup, jika tidak disertai ibadah hanya kepada-Nya.”
📚 Majmū‘ al-Fatāwā
LANGIT HAMPIR PECAH, MANUSIA MASIH SOMBONG
Allah berfirman:
تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِن فَوْقِهِنَّ
“Hampir-hampir langit itu pecah dari atasnya karena keagungan Allah.”
(QS. Asy-Syūrā: 5)
Langit saja takut,
malaikat saja tasbih,
eh manusia?
Baru dapat jabatan RT saja sudah lupa sujud.
🟢 BAGIAN III
TAUHID: ALLAH SATU-SATUNYA WALI DAN PENOLONG (±25 MENIT)
Allah berfirman:
أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۖ فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ
“Apakah mereka mengambil pelindung selain Allah? Maka Allah-lah Pelindung itu.”
(QS. Asy-Syūrā: 9)
👉 Tauhid ulūhiyyah:
- Hanya Allah tempat bergantung
- Bukan jimat
- Bukan orang pintar
- Bukan angka cantik di rekening
📌 Rasulullah ﷺ bersabda:
« إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ »
“Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi)
🎯 HUMOR REFLEKTIF
Lucunya kita ini,
Kalau HP lowbat → panik
Kalau iman lowbat → santai
Padahal charger iman itu shalat dan tauhid.
🟢 BAGIAN IV
TAUHID MENYATUKAN AGAMA, BUKAN MEMECAH (±20 MENIT)
Allah berfirman:
شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا... أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ
“Dia mensyariatkan bagi kalian agama yang diwasiatkan kepada Nuh… Tegakkan agama dan jangan berpecah belah.”
(QS. Asy-Syūrā: 13)
📌 Imam Al-Qurthubi berkata:
“Perpecahan muncul ketika tauhid ditinggalkan dan hawa nafsu diikuti.”
📚 Tafsīr Al-Qurṭubī
🟢 PENUTUP
TAUHID MENENTUKAN ARAH HIDUP (±15 MENIT)
Allah berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ
“Barang siapa menghendaki akhirat, Kami tambahkan baginya.”
(QS. Asy-Syūrā: 20)
Tauhid menentukan:
- Ke mana kita melangkah
- Untuk siapa kita hidup
- Dengan apa kita mati
🤲 DOA
Allāhumma yā Allāh…
Kami datang dengan dosa,
bukan dengan amal…
Yā Rabb…
Kami sering menyebut nama-Mu,
tapi hati kami sering bergantung pada selain-Mu…
Yā Allāh…
Jika Engkau tinggalkan kami walau sekejap mata,
maka binasalah kami…
Yā Allāh…
Bersihkan tauhid kami dari syirik yang kami sadari
dan dari syirik yang tidak kami sadari…
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُوَحِّدِينَ الصَّادِقِينَ
Yā Allāh…
Ampuni orang tua kami,
guru-guru kami,
dan siapa pun yang mengajarkan kami mengenal-Mu…
Yā Allāh…
Jika hari ini Engkau takdirkan ini pertemuan terakhir kami,
maka jadikan kalimat terakhir kami:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Rabbana taqabbal minnā…
innaka Antas-Samī‘ul ‘Alīm…
Walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn
Was-shalātu was-salāmu ‘alā Rasūlillāh
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh
Post a Comment