Al-Ghasyiyah: Hari Ketika Semua Wajah Terbuka Tanpa Topeng
“Al-Ghasyiyah: Hari Ketika Semua Wajah Terbuka Tanpa Topeng”
🕰️PEMBUKAAN
Alhamdulillah…
Saudaraku…
Allah membuka surah ini dengan satu pertanyaan yang mengguncang:
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
“Sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari yang meliputi?”
Hari yang menutupi segalanya.
Menutupi:
- Harta
- Pangkat
- Popularitas
- Status sosial
Hari di mana yang tersisa hanya amal.
Bayangkan…
Semua manusia berkumpul.
Tak ada atap.
Tak ada tempat sembunyi.
Itulah Al-Ghasyiyah.
😨 WAJAH-WAJAH YANG TERTUNDUK
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ
Banyak wajah tertunduk.
Kenapa wajah?
Karena wajah adalah simbol kehormatan.
Hari itu… wajah jadi saksi.
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
Bekerja keras. Lelah.
Sebagian ulama mengatakan:
Ini orang yang capek di dunia… tapi bukan untuk Allah.
Capek cari dunia.
Capek cari validasi manusia.
Capek mengejar pujian.
Tapi kosong akhiratnya.
تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً
Api sangat panas.
ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
Tidak mati. Tidak hidup.
Saudaraku…
Di dunia kita takut kehilangan pekerjaan.
Di akhirat… orang ingin kehilangan nyawa… tapi tidak bisa.
Bayangkan azab tanpa jeda.
Diam sejenak…
Bayangkan wajah kita…
Di barisan mana ia berdiri?
🌸 KONTRAS: WAJAH BERSERI
Tiba-tiba suasana berubah.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ
Ada wajah berseri.
Kenapa?
لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ
Karena usahanya.
Bukan karena keberuntungan.
Bukan karena garis keturunan.
Karena usaha.
Shalatnya.
Sujudnya.
Air matanya di malam hari.
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
Surga yang tinggi.
Tak ada suara sia-sia.
Tak ada sakit hati.
Tak ada pengkhianatan.
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَاغِيَةً
Tak ada kata menyakitkan.
Di dunia…
Satu kalimat bisa membuat kita tidak tidur semalam.
Di surga…
Tak ada kalimat melukai.
🐪 AJAKAN BERPIKIR
Allah lalu bertanya:
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
Tidakkah mereka melihat unta?
Allah mengajak berpikir.
Kalau unta saja rumit penciptaannya…
Bagaimana mungkin kiamat dianggap mustahil?
وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
Langit tanpa tiang.
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
Gunung dipancang.
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
Bumi dihamparkan.
Semua bukti kekuasaan Allah.
🎯 TUGAS MANUSIA
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ
Tugas kita hanya mengingatkan.
لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ
Kita bukan penguasa hati.
Tugas orang tua: mengingatkan.
Tugas dai: menyampaikan.
Tugas kita: memperbaiki diri.
⚖️ PENUTUP MENGGETAR
KAN
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ
Kepada Kami mereka kembali.
Kita mungkin lupa Allah…
Tapi Allah tidak lupa kita.
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
Dan atas Kami hisab mereka.
Tak ada yang terlewat.
Air mata.
Bisikan hati.
Dosa tersembunyi.
Semua tercatat.
🎙️ TRANSISI KE DOA
Saudaraku…
Jika malam ini Allah membuka sedikit saja gambaran hari itu…
Masihkah kita santai?
Mari kita tundukkan kepala…
Mari kita akui kelemahan kita…
🤲 DOA
Ya Allah…
Ya Rabb yang memiliki Hari Al-Ghasyiyah…
Jika hari itu datang…
Wajah kami di barisan mana, Ya Allah?
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan wajah kami termasuk
“وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ”
Jangan Engkau hinakan kami di hadapan makhluk-Mu…
Ya Allah…
Kami banyak bekerja…
Tapi belum tentu untuk-Mu…
Jika amal kami salah niat…
Ampuni Ya Allah…
Ya Allah…
Kami takut pada api-Mu…
Api yang tidak mematikan dan tidak menghidupkan…
Lindungi kami…
Lindungi keluarga kami…
Lindungi anak-anak kami…
Ya Allah…
Jadikan wajah kami termasuk
“وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ”
Berseri karena amal…
Berseri karena sujud…
Berseri karena Engkau ridha…
Ya Allah…
Ampuni dosa kami yang tersembunyi…
Dosa yang tidak diketahui manusia…
Ya Allah…
Jika Engkau hisab kami dengan keadilan-Mu… kami binasa…
Hisablah kami dengan rahmat-Mu…
Ya Allah…
Ketika semua kembali kepada-Mu…
Kembalikan kami dalam keadaan Engkau ridha…
Ya Allah…
Kumpulkan kami di surga tinggi-Mu…
Bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin…
Aamiin…
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin…
Post a Comment