Ketika Kebenaran Datang Tapi Tidak Sesuai Hawa Nafsu
“Ketika Kebenaran Datang Tapi Tidak Sesuai Hawa Nafsu”
(Tafsir QS Al-Baqarah: 87)
1. Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Salah satu penyakit manusia yang paling tua dalam sejarah adalah:
menolak kebenaran karena tidak sesuai dengan keinginan diri.
Penyakit ini sudah terjadi sejak zaman para nabi.
2. Pembacaan Ayat
Allah berfirman:
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ بِالرُّسُلِ ۖ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰىٓ اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ ۚ فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ
“Sungguh Kami telah memberikan Taurat kepada Musa, kemudian Kami susulkan setelahnya para rasul. Kami berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang nyata dan Kami kuatkan dia dengan Ruhul Qudus (Jibril). Mengapa setiap datang kepada kalian seorang rasul membawa sesuatu yang tidak kalian sukai, kalian menyombongkan diri? Sebagian kalian dustakan dan sebagian kalian bunuh.”
(QS Al-Baqarah: 87)
3. Allah Mengutus Banyak Rasul
Allah menyebut tiga hal besar dalam ayat ini:
- Taurat kepada Nabi Musa
- Para rasul setelah Musa
- Nabi Isa dengan mukjizat besar
Ini menunjukkan Allah tidak pernah meninggalkan manusia tanpa petunjuk.
Allah berfirman:
رُسُلًا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ
“Para rasul diutus sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan agar manusia tidak mempunyai alasan di hadapan Allah setelah datangnya rasul.”
(QS An-Nisa: 165)
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim dijelaskan:
“Allah terus mengutus para rasul agar manusia selalu diingatkan dengan wahyu.”
4. Mukjizat Nabi Isa
Allah berfirman:
وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ
“Kami berikan kepada Isa bukti-bukti yang nyata.”
Mukjizat Nabi Isa sangat luar biasa.
Allah berfirman:
وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ
“Aku menyembuhkan orang buta, orang berpenyakit kusta dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.”
(QS Ali Imran: 49)
Ruhul Qudus
Allah berfirman:
وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ
“Kami kuatkan dia dengan Ruhul Qudus.”
Menurut para ulama tafsir seperti Imam Ath-Thabari dalam Jami’ Al-Bayan:
Ruhul Qudus adalah Malaikat Jibril.
5. Penyakit Besar: Kesombongan
Allah berfirman:
اَفَكُلَّمَا جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لَا تَهْوٰى اَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ
“Setiap kali datang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kalian, kalian menyombongkan diri.”
Tafsir Al-Qurthubi
Dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an:
“Ini menunjukkan bahwa sumber penolakan terhadap kebenaran adalah kesombongan.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”
(HR Muslim)
Humor
Kadang manusia aneh.
Kalau ceramah tentang rezeki…
langsung duduk paling depan.
Kalau ceramah tentang taubat…
langsung ingat parkir motor.
Jamaah biasanya langsung tertawa.
6. Tragisnya Sejarah
Allah berkata:
فَفَرِيْقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيْقًا تَقْتُلُوْنَ
“Sebagian kalian dustakan dan sebagian kalian bunuh.”
Contoh Para Nabi yang Dibunuh
Beberapa nabi yang dibunuh oleh Bani Israil:
- Nabi Zakaria
- Nabi Yahya
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ
“Bani Israil dipimpin oleh para nabi.”
(HR Bukhari Muslim)
Namun tragisnya…
ketika nabi datang membawa kebenaran…
mereka malah memusuhi para nabi.
7. Penyakit Ini Masih Ada Sampai Sekarang
Jamaah…
penyakit ini bukan hanya milik Bani Israil.
Kadang manusia juga begitu.
Kalau agama sesuai keinginan…
diterima.
Kalau agama menegur dosa kita…
langsung marah.
Humor
Ada orang berkata:
“Ustadz ceramahnya enak.”
Kenapa enak?
Karena tidak menyinggung dosa kita.
Kalau ustadz mulai menyinggung dosa…
langsung bilang:
“Ceramahnya terlalu keras.”
Jamaah biasanya tertawa keras di bagian ini.
8. Mengikuti Hawa Nafsu
Allah berfirman:
اَفَرَاَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهُ هَوٰىهُ
“Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan?”
(QS Al-Jatsiyah: 23)
Tafsir Imam As-Sa’di
Dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman:
“Orang yang mengikuti hawa nafsu sebenarnya menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan.”
9. Renungan Mendalam
Jamaah…
setiap kali kita membaca Al-Qur’an…
sebenarnya Allah sedang berbicara kepada kita.
Pertanyaannya:
Apakah kita mau menerima kebenaran itu?
Atau kita menolak karena tidak sesuai keinginan kita?
10. Penutup
Kebenaran kadang pahit.
Tetapi pahitnya kebenaran…
lebih baik daripada manisnya kebatilan.
Para nabi dimusuhi.
Para nabi dihina.
Tetapi mereka tetap menyampaikan kebenaran.
Doa
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه
Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya.
وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan menjauhinya.
اللهم طهر قلوبنا من الكبر
Ya Allah bersihkan hati kami dari kesombongan.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment