AL-ḤAMDU LILLĀHI RABBIL ‘ĀLAMĪN. (Pujian yang Menghidupkan Hati dan Menyelamatkan Akhirat)


AL-ḤAMDU LILLĀHI RABBIL ‘ĀLAMĪN

Pujian yang Menghidupkan Hati dan Menyelamatkan Akhirat


🕯️ PEMBUKAAN

Bismillāhirraḥmānirraḥīm…

Al-ḥamdu lillāhi Rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah…
Tuhan yang memberi sebelum diminta,
mengampuni sebelum dimohon,
dan menutup aib hamba-Nya…
padahal dosa kita lebih banyak daripada amal kita.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling banyak memuji Allah…
padahal beliau adalah manusia yang paling sedikit dosanya.

Hadirin rahimakumullāh…
malam ini…
kita tidak akan membahas ayat yang panjang…
kita hanya akan duduk lama…
di satu ayat yang setiap hari kita baca,
namun jarang kita renungkan.


📖 AYAT POKOK 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Para ulama berkata:

“Seandainya manusia memahami ayat ini saja dengan benar, niscaya cukup baginya.”
📚 (Makna dari penjelasan Ibn al-Qayyim – Madarij as-Salikin)


🧠 MAKNA “AL-ḤAMD” 

Hadirin yang dimuliakan Allah…

الْحَمْدُ
bukan sekadar ucapan…
bukan basa-basi lisan…

📚 Ibn Kathīr رحمه الله berkata:

“Al-ḥamd adalah pujian atas kesempurnaan zat, sifat, dan perbuatan Allah.”
📚 Tafsīr Ibn Kathīr

Artinya…
Allah dipuji:

  • saat memberi
  • saat menahan
  • saat menguji
  • bahkan saat mencabut

Karena Allah tidak pernah salah dalam takdir-Nya.

Masalahnya…
kita mudah berkata Alhamdulillah ketika senang…
tapi gagap ketika diuji.

Padahal… kalau Allah mengambil sesuatu darimu,
itu karena Dia ingin memberimu yang lebih baik,
atau menyelamatkanmu dari sesuatu yang lebih buruk.


😄 SELINGAN HUMOR HALUS 

Lucunya manusia…
kalau dapat nikmat bilang:

“Ya… rezeki…”

Kalau diuji bilang:

“Kenapa aku, ya Allah?”

Padahal…
waktu nikmat datang, kita jarang bertanya:

“Kenapa aku yang dapat?” 😅


🧠 MAKNA “LILLĀH”

لِلّٰهِ
artinya: hanya milik Allah.

📚 Imam ath-Ṭabarī رحمه الله:

“Semua pujian hakikatnya kembali kepada Allah.”
📚 Tafsīr ath-Ṭabarī

Kalau ada orang memuji kita…
itu bukan karena kita hebat…
tapi karena Allah menutup kekurangan kita.

Kalau Allah buka aib kita sebentar saja…
mungkin kita malu untuk keluar rumah.

Maka pantaslah pujian itu…
bukan untuk kita… tapi untuk Allah.


🧠 MAKNA “RABB”

رَبِّ
bukan hanya “Tuhan”…
tapi Pendidik.

📚 Ar-Rāghib al-Aṣfahānī:

“Rabb adalah yang menumbuhkan makhluk sedikit demi sedikit menuju kesempurnaan.”
📚 Al-Mufradāt

Hadirin…

Allah mendidik kita:

  • dengan nikmat → agar bersyukur
  • dengan ujian → agar kembali
  • dengan kesempitan → agar merendah
  • dengan waktu → agar sadar

Masalahnya…
kita ingin langsung sempurna,
padahal Allah mendidik pelan-pelan.

📖 QS. Al-Mulk: 2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ

“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian.”


🧠 MAKNA “AL-‘ĀLAMĪN” 

الْعٰلَمِيْنَ
seluruh alam…
yang terlihat dan tidak terlihat.

📚 Ibn ‘Abbās رضي الله عنهما:

“Al-‘ālamīn adalah semua makhluk selain Allah.”
📚 Tafsīr ath-Ṭabarī

Artinya…
hidup kita ini bukan pusat alam semesta.

Kalau rezeki tertunda…
bukan berarti Allah lupa…
tapi Allah sedang mengatur seluruh alam, bukan cuma hidup kita.


🪞 MUHASABAH 

Hadirin rahimakumullāh…

Sekarang tanyakan pada diri kita:

  • Sudahkah kita memuji Allah… atau hanya menuntut Allah?
  • Sudahkah kita ridha… atau hanya mengeluh?
  • Sudahkah kita sadar… atau masih merasa paling diuji?

📖 QS. Ibrāhīm: 7

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah.”


MASUK DOA 

Hadirin yang dimuliakan Allah…
Mari kita tundukkan kepala…
dan hadapkan hati kita kepada Rabbul ‘Ālamīn…


🤲 DOA 

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ…
وَلَكَ الشُّكْرُ كُلُّهُ…

Ya Allah…
kami sering memuji-Mu dengan lisan…
tapi hati kami penuh keluhan…

Kami sering berkata Alhamdulillah
namun hidup kami jauh dari ketaatan…

Ya Rabb…
Engkau tetap memberi…
meski kami sering lupa diri…

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا قِلَّةَ حَمْدِنَا…
وَسُوءَ أَدَبِنَا مَعَكَ…

Ya Allah…
jangan cabut nikmat-Mu dari kami…
karena dosa kami…

Didik kami…
meski dengan air mata…
asal Engkau ridha…

يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ…
jika hari ini Engkau uji kami…
jangan Engkau uji kami tanpa pertolongan-Mu…


🕊️ PENUTUP 

Hadirin rahimakumullāh…

Jika malam ini kita pulang
dengan hati yang lebih lembut…
dengan lisan yang lebih sering berkata Alhamdulillah
dan dengan jiwa yang lebih ridha…

maka sungguh…
ayat ini telah hidup dalam diri kita.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ



Tidak ada komentar