Ketika Bulan Terbelah, Tapi Hati Tetap Membatu
“Ketika Bulan Terbelah, Tapi Hati Tetap Membatu”
⏱️ PEMBUKAAN & GUNCANGAN AWAL
Pembukaan lisan mimbar:
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Segala puji bagi Allah…
Bukan hanya yang menciptakan langit…
Tapi yang mengguncang hati…Shalawat dan salam…
Untuk manusia yang doanya membuat bulan terbelah…
Tapi kaumnya tetap berkata: “Ini sihir…”
Masuk ayat (dibaca pelan & berat):
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Terjemah lisan:
Telah dekat hari kiamat… dan bulan pun terbelah.
Penekanan mimbar:
- Bukan “akan dekat”
- Bukan “nanti”
- Tapi SUDAH DEKAT
Komentar lisan ulama (diringkas):
- Ibnu Katsir: Ini peringatan paling keras sejak Nabi diutus
- Al-Qurthubi: Kalimat ini membuat para sahabat gemetar
Humor ringan (aman mimbar):
Jamaah…
HP kita kalau baterai tinggal 5% saja panik…Tapi kiamat tinggal “beberapa detik kosmik”…
Kita malah bilang:
“Santai… masih lama…”
⏱️ MUKJIZAT BESAR, HATI YANG LEBIH KERAS
Ayat 2 dibaca:
وَإِن يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Penjelasan mimbar:
- Bulan terbelah dua
- Di depan mata
- Tapi mereka berkata:
“Ini sihir yang hebat”
Hadis Shahih (dibacakan):
قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: اشْهَدُوا
(HR. Bukhari & Muslim)
Komentar lisan:
Nabi ﷺ tidak berkata: “Percaya dong…”
Tapi berkata:
“Saksikan!”Karena kebenaran…
Tidak butuh promosi.
Sentilan jamaah:
Sekarang beda jamaah…
Kalau ustaz bicara Qur’an —
“Dalilnya mana?”Tapi kalau hoaks WA —
Langsung share ke 5 grup…
⏱️ SEMUA AKAN BERHENTI DI SATU TITIK
Ayat 3–5:
وَكُلُّ أَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
Setiap urusan ada tempat akhirnya.
Bahasa mimbar:
Jamaah…
Hidup ini tidak liar…Dosa tidak hilang begitu saja…
Tangisan ibu…
Akan ditagih…Air mata istri…
Akan diminta pertanggungjawaban…
Kutipan ulama (lisan):
- Hasan Al-Bashri:
“Dunia ini pasar…
Ada yang untung…
Ada yang bangkrut…”
Humor reflektif:
Ada orang rajin audit keuangan…
Tapi lupa…
Ada audit malaikat yang lebih teliti
Tanpa bisa disogok 😔
⏱️ GAMBARAN HARI KIAMAT
Ayat 6–8 dibaca perlahan:
يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَىٰ شَيْءٍ نُّكُرٍ
Bahasa mimbar dramatis:
Jamaah…
Akan ada satu suara…
Bukan dari speaker masjid…
Bukan dari toa keliling…
Tapi dari malaikat Israfil…
“Bangkit!”
Ayat:
كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ
Visual lisan:
- Manusia keluar dari kubur
- Lari
- Bertabrakan
- Tidak tahu ke mana
Sentuhan ke hati:
Jamaah…
Di dunia kita pilih tempat duduk…
Di akhirat…
Kita hanya menunggu keputusan…
⏱️ NABI NUH & DOA ORANG TERDZALIMI
Ayat 9–10:
فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانتَصِرْ
Bahasa mimbar lirih:
Nabi Nuh…
950 tahun berdakwah…
Tidak viral…
Tidak trending…Tapi tetap jalan…
Pesan untuk dai & jamaah:
Jangan ukur dakwah dengan tepuk tangan…
Ukur dengan ketahanan hati…
DOA
Bismillāhirrahmānirrahīm…
Ya Allah…
Kami datang…
Bukan membawa amal…
Tapi membawa dosa…
Ya Allah…
Jika Engkau buka catatan kami malam ini…
Mungkin kami sudah tidak layak mengangkat tangan…
Ya Allah…
Kami tertawa…
Saat Al-Qur’an memperingatkan…
Kami sibuk…
Saat Engkau memanggil…
Ya Allah…
Ampuni mata yang melihat maksiat…
Ampuni telinga yang menikmati ghibah…
Ampuni hati yang keras walau ayat dibacakan…
Ya Allah…
Kami takut…
Saat mendengar:
“Telah dekat hari kiamat…”
Tapi anehnya…
Kami tidak berubah…
Ya Allah…
Jika bulan bisa terbelah karena Nabi-Mu…
Tolong…
Belahkan hati kami yang membatu ini…
Ya Allah…
Jangan bangkitkan kami bersama orang-orang yang menertawakan ayat-Mu…
Bangkitkan kami bersama orang-orang yang menangis karena takut kepada-Mu…
Ya Allah…
Kami tidak kuat di neraka…
Kami tidak sanggup satu detik pun di dalamnya…
Ya Allah…
Terimalah taubat kami…
Sebelum malaikat memanggil kami…
Dalam keadaan kami belum siap…
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa…
Post a Comment