AL-ḤĀQQAH – HARI YANG TAK BISA DI-ELAKKAN
AL-ḤĀQQAH – HARI YANG TAK BISA DI-ELAKKAN
🎤PEMBUKAAN
Allah membuka surah ini bukan dengan cerita…
Bukan dengan hukum…
Bukan dengan kisah cinta…
Tapi dengan satu kata yang mengguncang:
ٱلۡحَآقَّةُ
Hari yang pasti.
Hari yang tidak bisa ditolak.
Hari yang membuktikan segalanya.
مَا ٱلۡحَآقَّةُ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ
“Apa itu Al-Haqqah? Dan tahukah kamu apa itu Al-Haqqah?”
Kenapa diulang?
Karena manusia sering pura-pura lupa.
Kalau disebut diskon — langsung ingat.
Kalau disebut cicilan — langsung ingat.
Kalau disebut kiamat… kita bilang, “Ah masih lama…”
Padahal malaikat sudah siap meniup sangkakala.
⚡MEREKA KUAT, TAPI HANCUR
Allah sebut Tsamud. Allah sebut ‘Ad.
Bangsa raksasa.
Bangsa arsitek gunung.
Bangsa teknologi zaman kuno.
Tapi satu teriakan dari langit — selesai.
Satu angin tujuh malam delapan hari — rata.
فَهَلۡ تَرَىٰ لَهُم مِّنۢ بَاقِيَةٍ
“Adakah yang tersisa?”
Tidak.
Sekarang kita bangga gedung tinggi.
Bangga ekonomi.
Bangga digital.
Coba WiFi mati 10 menit saja sudah panik.
Kaum ‘Ad dihantam angin 8 hari.
Kita?
AC mati 8 menit saja sudah merasa kiamat kecil.
(Humor ringan. Biarkan jamaah tertawa. Lalu turunkan nada.)
Saudara…
Kekuatan tanpa iman = kesombongan.
Kesombongan tanpa taubat = kehancuran.
🌊 KIAMAT DIMULAI
Turunkan suara. Perlambat.
فَإِذَا نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ نَفۡخَةٞ وَٰحِدَةٞ
Satu tiupan.
Bukan dua.
Bukan tiga.
Satu.
Bumi terangkat.
Gunung dihancurkan.
Langit terbelah.
Semua yang kita banggakan… rata.
Mobil?
Rumah?
Sertifikat tanah?
Tidak ada notaris di akhirat.
Tidak ada BPKB di mahsyar.
🌌 KITA DIHADAPKAN
يَوۡمَئِذٖ تُعۡرَضُونَ لَا تَخۡفَىٰ مِنكُمۡ خَافِيَةٞ
“Kalian dihadapkan. Tidak ada yang tersembunyi.”
Di dunia kita bisa sembunyikan.
Bisa hapus chat. Bisa clear history. Bisa pura-pura suci.
Di akhirat?
History kekal. Backup otomatis. Server langsung dari Arsy Allah.
(Tunggu reaksi. Biarkan ada tawa kecil. Lalu serius.)
Yang tersembunyi dalam hati pun terlihat.
🌤 BUKU AMAL DI TANGAN KANAN
Naikkan semangat.
هَآؤُمُ ٱقۡرَءُواْ كِتَٰبِيَهۡ
“Ambillah! Bacalah!”
Bayangkan wajahnya bercahaya.
Dia dulu mungkin tidak viral. Tidak terkenal. Tidak punya follower.
Tapi dia punya sujud malam.
Dia punya sedekah tersembunyi.
Dia punya sabar.
Allah umumkan kemuliaannya.
كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا
“Makan dan minumlah dengan nikmat.”
Tidak ada diet di surga. Tidak ada kolesterol. Tidak ada gula darah.
Semua nikmat.
Tanpa takut.
🔥 BUKU DI TANGAN KIRI
Turunkan suara. Dalam. Berat.
يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُوتَ كِتَٰبِيَهۡ
“Seandainya aku tidak diberi kitabku…”
Dia dulu mungkin pejabat. Mungkin konglomerat. Mungkin berkuasa.
Sekarang?
مَآ أَغۡنَىٰ عَنِّي مَالِيَهۡ هَلَكَ عَنِّي سُلۡطَٰنِيَهۡ
Hartaku tidak berguna.
Jabatanku hilang.
Di dunia: Bodyguard banyak. VIP. Prioritas.
Di akhirat? Tidak ada jalur cepat. Tidak ada orang dalam.
Semua berdiri sendiri.
🔗 PERINTAH MENGERIKAN
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
“Pegang dia! Belenggu!”
Bayangkan malaikat yang keras.
Tidak ada negosiasi. Tidak ada pengacara. Tidak ada sidang ulang.
Kenapa?
إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ ٱلۡعَظِيمِ وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ
Tidak beriman. Tidak peduli miskin.
Bukan cuma soal shalat.
Tapi kepedulian sosial.
Banyak orang rajin ibadah ritual. Tapi tetangga lapar — tidak peduli.
Bahaya.
🌿 AL-QUR’AN ADALAH KEBENARAN
Allah tutup dengan penegasan:
إِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلۡيَقِينِ
Ini kebenaran yang pasti.
Bukan dongeng. Bukan mitos. Bukan cerita motivasi.
Ini kepastian.
Maka Allah tutup:
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
Sucikan Rabbmu Yang Maha Agung.
Kalau malam ini buku kita dibagikan…
Kira-kira kita teriak bangga…
atau menjerit menyesal?
🤲 DOA
Ya Allah…
Jika malam ini Engkau panggil kami… Dan buku kami masih penuh noda… Ampuni ya Rabb…
Ya Allah… Kami sering dengar tentang Al-Haqqah… Tapi hati kami keras.
Kami takut miskin… Tapi tidak takut neraka.
Kami takut kehilangan jabatan… Tapi tidak takut kehilangan iman.
Ya Rabb…
Jika buku kami nanti di tangan kiri… Kami tidak sanggup…
Jangan Engkau uji kami dengan kehinaan itu ya Allah…
Ya Allah… Anak-anak kami lemah… Jangan Engkau bangkitkan mereka dalam keadaan jauh dari iman.
Ya Allah… Istri kami amanah… Jangan Engkau pisahkan kami dalam keadaan saling menyakiti.
Ya Allah… Suami kami lemah… Lembutkan hatinya. Teguhkan imannya.
Ya Allah… Jika ada dosa tersembunyi… Yang tidak diketahui manusia… Engkau tahu ya Rabb…
Tutup aib kami. Ampuni kami. Jangan Engkau bongkar di hadapan seluruh makhluk.
Ya Allah… Kami ingin buku di tangan kanan.
Kami ingin berkata: “Ambillah! Bacalah!”
Kami ingin senyum di mahsyar.
Ya Allah… Jangan jadikan Al-Qur’an sebagai penyesalan. Jadikan ia cahaya. Jadikan ia penolong. Jadikan ia syafaat.
Ya Rabb… Jika Engkau tak ampuni… Kami binasa.
Jika Engkau tak rahmati… Kami hancur.
Jika Engkau tak selamatkan… Kami celaka.
Ampuni dosa ayah kami. Ampuni dosa ibu kami. Ampuni keluarga kami. Satukan kami di surga-Mu.
Jangan pisahkan kami di neraka.
Ya Allah… Kami lemah… Kami penuh dosa… Tapi rahmat-Mu lebih luas.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin…
Post a Comment