ANALISIS DETAIL LAILATUL QADAR MENURUT EMPAT MAZHAB

📚 ANALISIS DETAIL LAILATUL QADAR MENURUT EMPAT MAZHAB

Kajian Fiqh, Tafsir, dan Ushul dalam Perspektif Perbandingan


I. LANDASAN NORMATIF LAILATUL QADAR

1️⃣ Dalil Al-Qur’an

📖 Surah Al-Qadr Ayat 1–5

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Terjemahan:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar."


2️⃣ Dalil Hadis

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Terjemahan:
"Barangsiapa menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."


II. APAKAH LAILATUL QADAR TERJADI SETIAP TAHUN?

Kesepakatan Empat Mazhab

Semua mazhab sepakat Lailatul Qadar terjadi setiap tahun di bulan Ramadhan.

Pandangan ini ditegaskan oleh:

  • Abu Hanifa
  • Malik ibn Anas
  • Muhammad ibn Idris al-Shafi'i
  • Ahmad ibn Hanbal

Dalilnya: redaksi ayat dan hadis yang bersifat umum tanpa pembatasan waktu tertentu.


III. KAPAN TERJADINYA LAILATUL QADAR?

Hadis:

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
(HR. Muhammad al-Bukhari)

Pandangan Mazhab:

1️⃣ Mazhab Hanafi

Mayoritas ulama Hanafi berpendapat Lailatul Qadar berpindah-pindah di sepuluh akhir, lebih kuat di malam ganjil.

Sebagian riwayat Hanafi menguatkan malam ke-27.


2️⃣ Mazhab Maliki

Cenderung menyatakan berpindah-pindah di sepuluh akhir.
Imam Malik tidak menetapkan satu malam tertentu secara pasti.


3️⃣ Mazhab Syafi’i

Imam Syafi’i menyatakan kemungkinan besar malam ke-21 atau 23 berdasarkan riwayat Abu Sa‘id.

Namun mayoritas Syafi’iyah kemudian menguatkan malam ke-27.


4️⃣ Mazhab Hanbali

Berpendapat kuat bahwa malam ke-27 sangat mungkin, namun tetap bisa berpindah.

Menurut Ibn Taymiyyah, pendapat yang paling moderat adalah bahwa ia berpindah dalam sepuluh akhir.


IV. APAKAH TANGGALNYA TETAP ATAU BERPINDAH?

Mazhab Tetap atau Berpindah?
Hanafi Berpindah
Maliki Berpindah
Syafi’i Berpindah
Hanbali Berpindah

Pendapat tetap pada 27 hanyalah tarjih (penguatan), bukan kepastian qath’i.


V. APA MAKNA “SERIBU BULAN”?

خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Menurut Ibn Kathir, seribu bulan ≈ 83 tahun 4 bulan.

Artinya ibadah satu malam melebihi ibadah seumur hidup rata-rata manusia.

Menurut Al-Qurtubi, angka 1000 menunjukkan hiperbola kemuliaan, bukan sekadar hitungan matematis.


VI. TANDA-TANDA LAILATUL QADAR

Hadis:

صَبِيحَتُهَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ لَا شُعَاعَ لَهَا
(HR. Muslim ibn al-Hajjaj)

Tanda:

  • Matahari pagi tanpa sinar menyilaukan.
  • Malam tenang dan damai.
  • Udara sejuk.

Namun ulama menegaskan: tanda diketahui setelah berlalu, bukan sebagai dasar kepastian.


VII. AMALAN YANG DIANJURKAN

Hadis dari Aisyah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
(HR. Al-Tirmidhi)

Amalan utama menurut empat mazhab:

  1. Qiyamullail
  2. Doa
  3. Dzikir
  4. Tilawah
  5. I‘tikaf

Tidak ada ritual khusus yang ditetapkan selain ibadah umum.


VIII. APAKAH LAILATUL QADAR LEBIH UTAMA DARI MALAM ISRA MI‘RAJ?

Mayoritas ulama empat mazhab menyatakan:

Lailatul Qadar lebih utama karena disebut eksplisit dalam Al-Qur’an dan memiliki keutamaan ibadah kolektif.


IX. ANALISIS USHUL FIQH PERBEDAAN

Perbedaan muncul karena:

  1. Banyaknya riwayat berbeda tentang tanggal.
  2. Apakah riwayat tertentu dianggap tarjih atau deskriptif.
  3. Kaidah الجمع بين الأدلة (mengompromikan dalil).

Pendekatan:

  • Hanafi: kompromi riwayat.
  • Maliki: berhati-hati dalam penentuan pasti.
  • Syafi’i: tarjih berdasarkan riwayat kuat.
  • Hanbali: menggabungkan semua riwayat sebagai variasi sah.

X. KESIMPULAN ILMIAH

  1. Lailatul Qadar terjadi setiap tahun.
  2. Berada di sepuluh akhir Ramadhan.
  3. Lebih kuat pada malam ganjil.
  4. Tidak ada kepastian mutlak tanggal tertentu.
  5. Hikmah dirahasiakan: agar umat bersungguh-sungguh sepanjang sepuluh malam.

🌙 PENUTUP REFLEKTIF

Allah merahasiakan Lailatul Qadar
agar kita tidak malas 29 malam lainnya.

Jika ditetapkan 27 saja,
mungkin masjid penuh hanya semalam.

Tetapi karena dirahasiakan,
orang beriman berjaga sepuluh malam.

Lailatul Qadar bukan sekadar malam.
Ia adalah kesempatan memperbaiki takdir.
Ia adalah ruang di mana doa lebih cepat menembus langit.



Tidak ada komentar