BAGIAN 2 – KISAH PEMILIK KEBUN (AYAT 17–33)
🔥 BAGIAN 2 – KISAH PEMILIK KEBUN (AYAT 17–33)
📖 AYAT 17
إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ
“Sesungguhnya Kami telah menguji mereka sebagaimana Kami telah menguji para pemilik kebun.”
📚 Tafsir
Ibnu Katsir (8/204): Ini perumpamaan untuk orang Quraisy yang diberi nikmat lalu kufur.
As-Sa’di: Allah uji dengan nikmat sebelum uji dengan musibah.
🎯 Pesan
Banyak orang kira ujian itu sakit. Padahal nikmat juga ujian.
Gaji naik → ujian.
Rumah besar → ujian.
Anak pintar → ujian.
Yang lebih berbahaya bukan miskin… Tapi kaya tanpa syukur.
📖 AYAT 18
وَلَا يَسْتَثْنُونَ
“Mereka tidak mengucapkan insyaAllah.”
📚 Tafsir
Ath-Thabari: Mereka bersumpah tanpa menyandarkan pada kehendak Allah.
🎯 Refleksi
Mereka berkata: “Besok kita panen!”
Tapi lupa bilang: “Kalau Allah izinkan.”
Kita juga sering begitu.
“Besok closing 1M!” “Besok proyek cair!”
Allah lihat kita tersenyum sombong 😄
📖 AYAT 19–20
فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ
“Kebun itu diliputi malapetaka… lalu menjadi hitam seperti malam.”
📚 Tafsir
Ibnu Katsir: Api membakar habis di malam hari.
Al-Qurthubi: Allah hancurkan sebelum mereka menikmatinya.
🎯 Dramatisasi Mimbar
Bayangkan…
Semalaman mereka tidur nyenyak. Besok mau panen besar.
Bangun pagi… Kebun hangus.
Itu seperti orang yang: Sudah tanda tangan kontrak. Tinggal transfer. Tiba-tiba… gagal.
Allah tidak butuh waktu lama untuk membalik keadaan.
📖 AYAT 23–24
وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ
أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ
“Mereka berbisik-bisik: Jangan sampai ada orang miskin masuk!”
🎯 Refleksi Zaman Sekarang
Dulu bapaknya selalu bersedekah.
Anaknya berkata: “Stop sedekah! Kurangi biaya sosial!”
Hari ini juga begitu.
Warisan orang tua: Masjid. Sedekah. Majelis ilmu.
Anaknya: “Sudah zaman digital, itu tidak menguntungkan.”
Lucu ya… Kita takut miskin karena sedekah. Padahal miskin karena pelit.
📖 AYAT 26–27
إِنَّا لَضَالُّونَ
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ
“Kita tersesat… bahkan kita terhalang.”
📚 Tafsir
Ibnu Abbas: Mereka sadar ini hukuman karena pelit.
🎯 Pesan
Kadang Allah cabut bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita tidak mau berbagi.
📖 AYAT 28
أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ
“Bukankah aku sudah bilang, mengapa tidak kalian bertasbih?”
Ada satu orang baik di antara mereka.
📚 Tafsir
As-Sa’di: Dia yang paling lurus pikirannya.
🎯 Pelajaran
Dalam keluarga selalu ada satu suara kebenaran.
Masalahnya… Kadang suara itu kalah voting 😄
📖 AYAT 29–32 (Taubat Mereka)
سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ
“Maha Suci Tuhan kami, sungguh kami zalim.”
📚 Riwayat
Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir: Allah ganti kebun mereka dengan yang lebih baik karena taubat mereka.
🎯 Pesan Indah
Allah hancurkan kebun. Tapi tidak hancurkan iman mereka.
Kadang Allah ambil harta. Agar kita dapat surga.
📖 AYAT 33
وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ
“Azab akhirat lebih besar.”
Kalau dunia saja Allah bisa buat kebun hangus…
Bagaimana neraka?
🎭 Humor Reflektif
Kita kalau WiFi mati 5 menit: “Ini kiamat kecil!”
Tapi kalau hati mati bertahun-tahun… Tenang saja 😄
🔥 INTI BAGIAN 2
Pelajaran dari Ashabul Jannah:
- Nikmat adalah ujian
- Pelit mengundang murka
- Jangan lupakan insyaAllah
- Taubat membuka pintu ganti yang lebih baik
- Dunia bisa hangus dalam semalam
Post a Comment