RUMAH YANG HAMPIR PADAM CAHAYANYA



🔥 “RUMAH YANG HAMPIR PADAM CAHAYANYA”

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Coba kita jujur malam ini.

Rumah kita…
Masih ada Qur’an dibaca?
Atau cuma TV yang menyala?

Masih ada ayah yang mimpin doa?
Atau cuma ayah yang sibuk scroll berita?

Masih ada ibu yang bangunkan tahajud?
Atau ibu yang ikut tertidur dalam lelah dunia?

Anak-anak kita…
Lebih hafal doa sebelum makan?
Atau lebih hafal password WiFi?

(beri jeda… pandang jamaah…)

Kita tidak sedang menghakimi.

Kita sedang bercermin.

Karena rumah tangga tidak hancur dalam satu malam.
Ia retak pelan-pelan…
karena lalai kecil yang dibiarkan.


💔 SAAT SUAMI & ISTRI MULAI SALING MENJAUH

Dulu waktu akad nikah… Tangannya gemetar. Doanya panjang. Harapannya tinggi.

Sekarang?

Yang gemetar cuma saat cek saldo. Yang panjang cuma daftar cicilan. Yang tinggi cuma suara saat bertengkar.

Astaghfirullah…

Rumah bukan hancur karena kurang uang. Banyak rumah kaya — tapi kosong. Banyak rumah sederhana — tapi penuh sakinah.

Karena yang membuat rumah hangat bukan AC. Tapi doa.

Yang membuat rumah kuat bukan beton. Tapi iman.


🌧 SUARA YANG LEMBUT

Hadirin…

Ada suami yang tidak pernah kasar… Tapi diamnya menyakitkan.

Ada istri yang tidak pernah memukul… Tapi lisannya melukai.

Ada orang tua yang merasa sudah memberi segalanya… Tapi lupa memberi waktu.

Anak-anak kita tidak butuh orang tua sempurna. Mereka butuh orang tua yang hadir.

Kadang yang mereka tunggu cuma: “Sudah makan, Nak?” “Ayah bangga sama kamu.” “Ibu doakan kamu tiap malam.”

Tapi kalimat sederhana itu sering kalah oleh notifikasi.


⚡ PERINGATAN YANG MENGGETARKAN

Kalau hari ini kita sibuk mencari dunia… Lalu anak kita kehilangan arah… Apakah kita siap ditanya Allah?

“Kenapa tidak kau jaga keluargamu dari api neraka?”

Allah sudah ingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Bukan cuma jaga dari miskin. Bukan cuma jaga dari gagal sekolah. Tapi jaga dari neraka.

Dan neraka itu dimulai dari rumah yang jauh dari Allah.


🌿 PINTU HARAPAN

Tapi…
Allah tidak menutup pintu.

Selama kita masih hidup…
Masih bisa memperbaiki.

Suami bisa mulai malam ini: Pegang tangan istri. Minta maaf.

Istri bisa mulai malam ini: Berhenti menyimpan dendam lama.

Orang tua bisa mulai malam ini: Doakan anaknya dengan sungguh-sungguh.

Tidak perlu menunggu sempurna. Mulai saja.

Karena perubahan besar selalu dimulai dari satu sujud.


🌊 MENUJU DOA MUNAJAT 

Sekarang kita masuk fase paling lembut.

Kalau malam ini adalah malam terakhir kita… Apakah keluarga kita siap ditinggal dalam keadaan iman?

Mari tundukkan kepala…


🤲 DOA 

Ya Allah… Engkau yang menyatukan kami dalam ikatan pernikahan… Engkau yang menitipkan anak-anak dalam rumah kami…

Jika rumah kami jauh dari cahaya-Mu… Terangi kembali ya Rabb…

Jika hati suami kami keras… Lembutkan ya Allah…

Jika hati istri kami penuh luka… Sembuhkan ya Rahman…

Ya Allah… Ampuni dosa suami yang lalai memimpin. Ampuni dosa istri yang kurang taat. Ampuni dosa orang tua yang kurang sabar.

Ya Allah… Jangan Engkau uji rumah kami dengan perpisahan karena maksiat. Jangan Engkau uji anak-anak kami dengan pergaulan yang menyesatkan. Jangan Engkau cabut iman dari rumah kami.

Ya Rabb… Anak-anak kami amanah. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa arah. Jangan biarkan mereka lebih dekat dengan dunia daripada akhirat.

Jadikan mereka penyejuk mata. Qurrata a’yun. Bukan sumber tangis di akhirat.

Ya Allah… Jika di antara kami ada yang rumahnya hampir hancur… Satukan kembali ya Rabb…

Jika ada yang sudah berpisah… Sembuhkan lukanya…

Jika ada yang belum menikah… Anugerahkan pasangan yang menjaga iman.

Ya Allah… Kami lemah. Kami sering marah. Kami sering egois.

Ajari kami sabar. Ajari kami memaafkan. Ajari kami mencintai karena-Mu.

Jangan Engkau jadikan rumah kami seperti rumah yang indah di luar… Tapi kosong dari dzikir di dalam.

Ya Allah… Bangunkan kami untuk tahajud bersama. Satukan kami dalam sujud. Kumpulkan kami kembali di surga-Mu tanpa hisab.

Ya Rabb… Jangan Engkau pisahkan kami di akhirat.

Kalau pun kami berpisah di dunia… Satukan kembali di Jannah.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin…



Tidak ada komentar