BERJAMA’AH DALAM BERDAKWAH
🤝 BERJAMA’AH DALAM BERDAKWAH
🕋 PEMBUKAAN
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan iman untuk berjalan sendirian, tapi menguatkannya dengan jama’ah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, pemimpin dakwah paling rapi barisannya dan paling kuat persatuannya.
Humor pembuka:
“Sendirian itu bisa shalih, tapi jarang kuat. Jama’ah itu kadang capek, tapi insyaAllah berkah.” 😄
1️⃣ ANJURAN BERGABUNG BERSAMA PENYERU KEBENARAN
📖 QS. Al-Fath: 10
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ
“Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu, mereka sebenarnya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka.”
🧠 Ulasan Ulama
Ibnu Katsir menjelaskan:
➡️ Bai’at kepada Rasul adalah simbol keterikatan jama’ah, dan Allah menurunkan dukungan-Nya di atas kebersamaan itu.
📚 Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir, QS. 48:10
Catatan penting:
Dakwah tanpa ikatan mudah goyah; dakwah dengan jama’ah lebih terjaga arah dan adabnya.
2️⃣ INDAHNYA BERJAMA’AH DENGAN PENYERU KEBENARAN
a) 🤲 Dukungan Allah
📖 QS. Ali ‘Imran: 102
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Kaitan Jama’ah:
Imam Al-Qurthubi:
➡️ Takwa kolektif lebih terjaga dalam jama’ah daripada amal individual.
📚 Rujukan: Tafsir Al-Qurthubi
Humor:
“Iman sendirian itu kayak baterai—cepat habis. Jama’ah itu charger-nya.” 🔋😄
b) 💪 Ummat Menjadi Kuat
📖 QS. Ali ‘Imran: 146
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ
“Betapa banyak Nabi yang berperang bersama para pengikutnya yang banyak…”
Pelajaran:
- Nabi tidak berjuang sendiri
- Kekuatan dakwah lahir dari barisan yang rapi
📚 Rujukan: Tafsir Ath-Thabari
Humor:
“Satu lidi gampang dipatahkan. Sapu lidi? Yang patah duluan tangan kita.” 😄
c) 🛡️ Terhindar dari Tipu Daya Syetan
📖 Hadits Arbain No. 20
إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Jika kamu tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.”
(HR. Bukhari)
Kaitannya dengan Jama’ah:
Imam Nawawi:
➡️ Rasa malu dan kontrol diri lebih hidup dalam lingkungan shalih.
📚 Rujukan: Syarh Arbain Nawawi
Humor reflektif:
“Sendirian: ‘Ah nggak ada yang lihat.’ Jama’ah: ‘Eh ada ustaz, batal!’” 😄
d) 🚀 Lebih Maksimal Hasilnya
📖 QS. Al-Anfal: 46
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
“Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jangan berselisih, nanti kalian gagal dan hilang kekuatan.”
Pesan Kunci:
Perselisihan mematikan daya dakwah,
persatuan melipatgandakan hasil.
📚 Rujukan: Tafsir As-Sa’di
Humor pahit-manis:
“Dakwah bubar bukan karena kurang dalil, tapi karena kebanyakan debat internal.” 😅
3️⃣ HADITS PENGUAT JAMA’AH
📖 Hadits Arbain No. 21
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakan: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.”
(HR. Muslim)
Makna Istiqamah:
Imam Nawawi:
➡️ Istiqamah lebih mudah dijaga dengan jama’ah.
📚 Rujukan: Syarh Muslim
🧭 PENUTUP
Hadirin... , berdakwah itu berat.
Berjama’ah membuatnya mungkin.
- Sendiri: mudah lelah
- Bersama: saling menguatkan
- Sendiri: rawan futur
- Bersama: saling mengingatkan
Kalimat penutup:
“Surga itu luas, tapi jalannya sempit. Alhamdulillah, kita tidak disuruh berjalan sendirian.”
Post a Comment