BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHALAT (Ibadah yang Gugur, Amal yang Sia-sia)

BERPUASA TAPI MENINGGALKAN SHALAT

Ibadah yang Gugur, Amal yang Sia-sia


1️⃣ PEMBUKAAN 

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah yang masih memberi kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan beribadah di bulan Ramadhan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang mengajarkan kepada kita bahwa agama ini bukan potongan-potongan, tapi satu bangunan yang utuh.

🛑 Pertanyaan pembuka (langsung menohok tapi santun):

Apakah puasa kita benar-benar ibadah… atau hanya sekadar lapar berjamaah?

😄 Humor pembuka:

Ada orang kuat puasa 30 hari, tapi lemah shalat 5 waktu. Lapar bisa ditahan, tapi sajadah malah ditinggalkan.


2️⃣ PUASA TANPA SHALAT: APA NILAINYA DI SISI ALLAH?

📖 Dalil Al-Qur’an

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan Kami hadapi segala amal yang telah mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”
(QS. Al-Furqān: 23)

📌 Makna ayat:
Amal yang tampak besar bisa menjadi nol, jika rusak akarnya.

📚 Tafsir Ibnu Katsir:

“Ini berlaku bagi amal yang tidak dilandasi iman dan ketaatan yang benar.”

🛑 Penekanan:
Puasa tanpa shalat = bangunan megah tanpa pondasi.

😄 Humor ilustratif:

Puasa tanpa shalat itu seperti HP mahal tapi nggak pernah di-charge—kelihatannya canggih, tapi mati.


3️⃣ SHALAT ADALAH PEMBATAS IMAN DAN KAFIR 

📖 Hadits Nabi ﷺ

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah kafir.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)

At-Tirmidzi: hasan shahih
Dishahihkan oleh Al-Hakim & Adz-Dzahabi

📖 Hadits lain

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

“Batas antara seseorang dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat.”
(HR. Muslim)

📚 Ulasan para ulama:

  • Imam Ahmad: meninggalkan shalat = kufur besar
  • Ibnu Taimiyah: ini pendapat paling kuat dari sahabat

🛑 Penegasan lembut tapi tegas:
Bukan puasa yang menyelamatkan shalat,
tapi shalat yang menyelamatkan puasa.

😄 Humor sadar diri:

Kalau shalat saja ditinggal, puasa ini ibadah… atau cuma diet spiritual?


4️⃣ ORANG SHALAT TAPI MENUNDA-NUNDA WAKTU

📖 Firman Allah

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ ۝ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) mereka yang lalai dari shalatnya.”
(QS. Al-Mā‘ūn: 4–5)

📌 Makna “lalai” menurut ulama tafsir:

  • mengakhirkan shalat dari waktunya
  • meremehkan shalat berjamaah
  • shalat tanpa perhatian

📚 Imam Ibnul Qayyim:

“Lalai dari shalat lebih berbahaya daripada lalai di dalam shalat.”

😄 Humor halus:

Adzan sudah tiga kali, tapi kita masih bilang: “Nanti… masih Ramadhan.”


5️⃣ SHALAT BERJAMAAH: UKURAN IMAN NYATA

📖 Hadits orang buta:

Seorang sahabat buta meminta izin shalat di rumah. Nabi ﷺ bertanya:

“Apakah engkau mendengar adzan?”
Ia menjawab: “Ya.”
Nabi ﷺ bersabda:
فَأَجِبْ
“Maka penuhilah panggilan itu.”
(HR. Muslim)

📌 Renungan:
Kalau orang buta tidak diberi keringanan,
bagaimana dengan kita yang sehat dan terang?

😄 Humor reflektif:

Masjid cuma 100 meter, tapi alasan kita 1000 meter.


6️⃣ PUASA TANPA SHALAT = PUASA TANPA TAAT

📌 Puasa dan shalat satu paket ketaatan
Tidak bisa memilih:
✔️ puasa
❌ shalat

📚 Syaikh Ibn Utsaimin رحمه الله:

“Puasa orang yang meninggalkan shalat tidak bermanfaat, karena ia meninggalkan kewajiban terbesar.”
📖 Majālis Syahri Ramadhān

😄 Humor penutup materi:

Ibadah itu bukan prasmanan. Kita nggak bisa pilih yang enak lalu tinggal yang wajib.


7️⃣ PENUTUP

Saudaraku…
Jika hari ini kita masih berpuasa tapi belum menjaga shalat,
Ramadhan ini belum selesai tugasnya.

📖 Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”
(QS. An-Nisā’: 103)

🛑 Ajakan lembut:
Mulailah hari ini.
Tepati shalat.
Maka puasa kita akan hidup.


📚 KITAB 

  • Shahih Muslim
  • Sunan At-Tirmidzi
  • Musnad Ahmad
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • Majālis Syahri Ramadhān – Syaikh Ibn Utsaimin
  • Ash-Shalah – Imam Ahmad
  • Al-Jawāb Al-Kāfi – Ibnul Qayyim


Tidak ada komentar