Dari Ramadhan Menuju Surga: Jangan Kembali Kosong
🌙 CERAMAH HALAL BIHALAL
“Dari Ramadhan Menuju Surga: Jangan Kembali Kosong”
PEMBUKAAN KHIDMAT (10 Menit – Suasana Tenang)
Alhamdulillāhi waḥdah, ṣadaqa wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa a‘azza jundah, wa hazamal aḥzāba waḥdah…
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammad…
Bapak/Ibu yang dimuliakan Allah…
Kita telah melewati bulan agung, bulan yang disebut oleh Rasulullah ﷺ:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
(HR. Bukhari no. 1899, Muslim no. 1079)
“Apabila datang Ramadhan, dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
Sekarang Ramadhan telah pergi…
Pertanyaannya…
Apakah hati kita ikut pergi bersamanya?
BAGIAN I – APAKAH KITA BENAR-BENAR MENANG? (20 Menit – Reflektif)
Allah berfirman dalam 📖 Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa… agar kalian bertakwa.”
🔎 Imam Ibnu Katsir menjelaskan: tujuan puasa bukan lapar, tapi takwa.
Ramadhan bukan lomba tahan haus.
Ramadhan adalah latihan menundukkan nafsu.
Kalau setelah Ramadhan:
- Lisan masih suka menyakitkan,
- Hati masih mudah dengki,
- Shalat masih sering bolong…
Maka jangan-jangan kita hanya mendapatkan lapar dan haus.
Rasulullah ﷺ bersabda:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
(HR. Ahmad no. 8856)
“Betapa banyak orang berpuasa, tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus.”
(— Diam sejenak. Turunkan suara. —)
Jangan sampai kita termasuk di dalamnya…
BAGIAN II – EMPAT WAJAH PENDUDUK SURGA (25 Menit – Semangat & Harapan)
1️⃣ Wajah Berseri
📖 Al-Qur'an Surah ‘Abasa 38-39
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ
ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ
“Wajah pada hari itu berseri-seri, tertawa dan bergembira.”
Orang yang sering sujud… wajahnya tenang.
Bukan karena skincare, tapi karena istighfar.
(🎤 Humor ringan:)
Kalau wudhu saja lima kali sehari, harusnya wajah kita paling glowing sedunia!
2️⃣ Lisan Terjaga
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
(HR. Bukhari 6018, Muslim 47)
Kalau tidak bisa berkata baik — diam itu ibadah.
Bayangkan kalau setiap kalimat kita ditimbang di akhirat…
Apakah lebih berat dzikir kita, atau komentar pedas kita?
3️⃣ Hati Bersih
📖 Al-Qur'an Surah Asy-Syu‘arā’ 88-89
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Hari di mana harta dan anak tidak berguna kecuali yang datang dengan hati yang selamat.”
Imam Ibn Taimiyyah menjelaskan: hati selamat adalah hati yang bebas dari syirik, riya’, dengki.
Kalau kita masih menyimpan dendam bertahun-tahun…
Bagaimana mau masuk surga dengan hati seperti itu?
4️⃣ Tangan Dermawan
Rasulullah ﷺ bersabda:
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنَ الْجَنَّةِ
(HR. Tirmidzi 1961)
Orang pelit itu jauh dari surga…
Bukan karena hartanya sedikit…
Tapi karena hatinya sempit.
BAGIAN III – DRAMATIS: BAYANGKAN SAAT KITA DIPANGGIL (20 Menit – Suara Pelan, Dalam)
Allah berfirman:
📖 Al-Qur'an Surah Ali ‘Imran 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap jiwa pasti merasakan mati.”
Bayangkan…
Suatu malam…
Nama kita dipanggil…
Bukan untuk menerima THR…
Tapi untuk menerima takdir terakhir…
Siapa yang akan menuntun kita membaca:
لا إله إلا الله
Apakah anak-anak kita hafal talqin?
Atau mereka hanya hafal password WiFi?
(— Diam sejenak. Biarkan jamaah tersentuh —)
PUNCAK EMOSI – TANGISAN TAUBAT (15 Menit)
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ
(HR. Muslim 2747)
“Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya…”
Kalau Allah saja gembira saat kita kembali…
Mengapa kita masih menunda taubat?
Malam ini…
Kita tidak butuh tepuk tangan…
Kita butuh ampunan…
🌙 DOA MUNAJAT 30 MENIT (Versi Menyayat Hati)
(Bacakan perlahan, bergetar…)
Ya Allah…
Kami datang bukan membawa amal yang sempurna…
Kami datang membawa luka, dosa, dan air mata…
Ya Allah…
Jika Engkau hitung dosa kami satu per satu…
Tak sanggup kami berdiri di hadapan-Mu…
Ya Allah…
Dosa yang kami sembunyikan dari manusia…
Tidak pernah tersembunyi dari-Mu…
Ya Allah…
Ampuni ayah kami…
Ampuni ibu kami…
📖 Al-Qur'an Surah Al-Isra’ 24
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”
Ya Allah…
Jika ibu kami pernah menangis karena kami…
Hapuskan tangis itu dengan surga-Mu…
Ya Allah…
Ketika ajal kami tiba…
Jangan Engkau cabut nyawa kami dalam keadaan jauh dari-Mu…
Ya Allah…
Husnul khatimah… husnul khatimah… husnul khatimah…
Ya Allah…
Ketika kami sendirian di kubur…
Jadikan Al-Qur’an teman kami…
Ketika kami dibangkitkan…
Jangan bangkitkan kami bersama orang yang Engkau murkai…
Ketika kami meniti shirath…
Ringankan langkah kami…
Ya Allah…
Jika hari ini adalah Ramadhan terakhir kami…
Terimalah kami sebagai hamba yang Engkau ampuni…
Ya Allah…
Satukan kami kembali di surga-Mu…
Bersama Nabi-Mu Muhammad ﷺ…
آمين يا رب العالمين
PENUTUP
📖 Al-Qur'an Surah Al-Hasyr 18
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Wahai orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang ia persiapkan untuk esok.”
Post a Comment