Dari Selimut Menuju Kekuatan Dakwah

“Dari Selimut Menuju Kekuatan Dakwah”


🌙 MUQADDIMAH

الحمد لله رب العالمين…
والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين…

Jamaah rahimakumullah…

Surah ini turun di awal dakwah.
Saat Rasulullah ﷺ gemetar.
Saat wahyu pertama baru turun.

Beliau pulang dalam keadaan takut dan berkata:

زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي
“Selimuti aku… selimuti aku…”
(HR. Sahih Bukhari no. 3)

Dan Allah memanggil beliau…


📖 AYAT 1

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

“Wahai orang yang berselimut.”

Tafsir Ulama

📚 Ibn Kathir – Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim

Al-muzzammil asalnya al-mutazammil (yang berselimut).
Beliau menyelimuti diri karena dahsyatnya wahyu.

📚 Al-Qurtubi – Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an

Allah memanggil dengan kondisi beliau — bukan nama beliau — sebagai bentuk kelembutan.

✨ Pelajaran:
Allah tahu kondisi hati kita.

😄 Humor:
Kadang kita juga “berselimut”…
Bukan karena wahyu…
Tapi karena alarm subuh berbunyi.


📖 AYAT 2–4

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Bangunlah malam kecuali sedikit… separuhnya, atau kurang, atau lebih… dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.”

Dalil Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Shalat terbaik setelah wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim)

Tafsir

📚 Al-Tabari – Jami’ al-Bayan

Awalnya qiyamul lail diwajibkan bagi Nabi dan sahabat.

📚 Ibn Kathir

Tartil artinya perlahan, memahami, bukan cepat seperti lomba.

😄 Humor bikin ngakak:

Ada yang baca Al-Qur’an seperti balap MotoGP…
Kalau ditanya artinya?
“Yang penting khatam ustadz…”

Padahal Allah bilang: تَرْتِيلًا
Bukan “tarik gas pol”.


📖 AYAT 5

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

“Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.”

Berat karena:

  • Tanggung jawab dakwah
  • Amanah umat
  • Hukum-hukum syariat

Dalil pendukung:

📖 Al-Qur'an Surah Al-Hashr ayat 21

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا
“Kalau diturunkan ke gunung, niscaya ia hancur.”

📚 Al-Qurtubi

Berat juga secara fisik. Saat wahyu turun, Nabi berkeringat meski musim dingin.


📖 AYAT 6–7

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

“Bangun malam lebih kuat menghujam dan lebih tepat.”

📚 Al-Sa'di – Tafsir As-Sa’di

Malam menyatukan hati dan lisan.

Siang? Sibuk.

Allah berfirman:

إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا

“Di siang hari kamu sibuk.”

😄 Humor:
Siang niat baca Qur’an…
Baru buka mushaf…
HP bunyi: “Diskon 70%!”

Akhirnya yang dibaca bukan Qur’an…
Tapi katalog.


📖 AYAT 8–9

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

“Tebatullah total kepada-Nya.”

📚 Ibn Abbas

Tabattul = memutus hati dari selain Allah.

Dalil:

احفظ الله يحفظك
“Jagalah Allah, Allah akan menjagamu.”
(HR. Tirmidzi)


📖 AYAT 10–11

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ

“Sabar atas ucapan mereka.”

Ayat ini turun sebelum izin perang.

📚 Al-Tabari

Sabar adalah fase awal dakwah.

😄 Humor:
Netizen zaman Nabi:
Ejekannya langsung ke muka.

Netizen zaman sekarang?
Pakai akun anonim.


📖 AYAT 12–14 AZAB

إِنَّ لَدَيْنَا أَنكَالًا وَجَحِيمًا

“Di sisi Kami ada belenggu dan neraka.”

Makanan neraka:

وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ

Menyumbat di tenggorokan.

Dalil:

📖 Al-Qur'an Surah Ad-Dukhan 43–46

إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ
“Makanan penghuni neraka adalah zaqqum.”

📚 Ibn Kathir

Makanan itu tidak bisa ditelan, tidak bisa dimuntahkan.


📖 AYAT 15–16 FIRAUN

Allah bandingkan Quraisy dengan Firaun.

📚 Al-Qurtubi

Sebagaimana Firaun menolak Musa, Quraisy menolak Muhammad ﷺ.

Dalil:

📖 Al-Qur'an Surah Yunus 88


📖 AYAT 17–18 HARI KIAMAT

يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

“Hari yang membuat anak-anak beruban.”

📚 Ibn Kathir

Sebagian ulama mengatakan ini hakiki, bukan majaz.

😄 Humor serius:
Kalau hari ujian sekolah saja bikin uban tumbuh…
Bagaimana hari kiamat?


📖 AYAT 19

فَمَن شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

“Siapa mau, ambil jalan menuju Rabbnya.”

Pilihan ada di tangan kita.


📖 AYAT 20 PENUTUP – RUKHSAH

Awalnya qiyam wajib.
Lalu Allah meringankan.

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ

“Bacalah yang mudah.”

📚 Ibn Kathir

Ini bentuk rahmat Allah.

Dalil:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
“Agama itu mudah.”
(HR. Bukhari)

Allah tahu ada:

  • Orang sakit
  • Pedagang
  • Pejuang

Maka syariat fleksibel.

😄 Humor penutup:

Kadang kita lebih disiplin bangun nonton bola jam 2 pagi…
Daripada bangun tahajud.

Padahal yang satu skor 90 menit.
Yang satu skor akhirat.


🎯KESIMPULAN

  1. Dari selimut → ke tanggung jawab
  2. Kekuatan dakwah lahir dari malam
  3. Sabar sebelum kemenangan
  4. Azab itu nyata
  5. Allah memberi keringanan


Tidak ada komentar